Penyebab vertigo umumnya berkaitan dengan gangguan pada telinga bagian dalam atau otak. Dengan kata lain, vertigo bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi tertentu yang memengaruhi sistem keseimbangan tubuh.
Berdasarkan penyebabnya, vertigo dibagi menjadi dua jenis, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral.
Vertigo Perifer
Vertigo perifer merupakan jenis vertigo yang paling sering terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam, tepatnya di labirin vestibular yang berfungsi mengatur keseimbangan tubuh. Selain itu, gangguan juga bisa terjadi pada saraf vestibular yang menghubungkan telinga bagian dalam dengan otak.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan vertigo perifer meliputi:
1. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)
BPPV terjadi akibat perpindahan kristal kecil di dalam telinga bagian dalam, sehingga memicu sensasi berputar saat perubahan posisi kepala.
2. Labirinitis
Labirinitis adalah peradangan pada labirin vestibular, biasanya akibat infeksi virus atau bakteri, yang dapat menyebabkan vertigo disertai gangguan pendengaran.
3. Neuronitis vestibular
Kondisi ini merupakan peradangan pada saraf vestibular yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan menimbulkan vertigo hebat tanpa gangguan pendengaran.
4. Penyakit Meniere
Penyakit ini ditandai dengan penumpukan cairan di telinga bagian dalam, yang menyebabkan vertigo, telinga berdenging (tinnitus), dan penurunan pendengaran.
5. Cedera pada telinga
Trauma atau benturan pada telinga dapat mengganggu fungsi keseimbangan dan memicu vertigo.
6. Sindrom Ramsay Hunt
Sindrom ini disebabkan oleh infeksi virus herpes zoster pada saraf di sekitar telinga yang dapat menimbulkan vertigo, nyeri, dan ruam.
7. Kolesteatoma
Kolesteatoma adalah pertumbuhan jaringan kulit yang tidak normal di balik gendang telinga yang dapat merusak struktur telinga.
8. Otosklerosis
Otosklerosis merupakan pertumbuhan tulang abnormal di telinga yang dapat mengganggu pendengaran dan keseimbangan.
9. Perilymphatic fistula
Kondisi ini terjadi akibat adanya robekan antara telinga bagian tengah dan dalam, sehingga memicu vertigo, terutama saat perubahan tekanan.
10. Tekanan pada saraf vestibular
Tekanan ini biasanya disebabkan oleh tumor jinak, seperti neuroma akustik atau meningioma, yang mengganggu fungsi saraf keseimbangan.
Vertigo Sentral
Vertigo sentral disebabkan oleh gangguan pada otak atau sistem saraf pusat yang berperan dalam mengatur keseimbangan. Kondisi ini umumnya lebih jarang, tetapi bisa lebih serius.
Beberapa penyebab vertigo sentral antara lain:
1. Cedera kepala dan leher
Trauma pada kepala atau leher dapat memengaruhi fungsi otak maupun jalur saraf yang berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh, sehingga memicu vertigo.
2. Multiple sclerosis
Penyakit autoimun ini menyerang selubung pelindung saraf (mielin) di sistem saraf pusat. Kerusakan tersebut dapat mengganggu komunikasi antar saraf, termasuk yang mengatur keseimbangan.
3. Stroke
Stroke terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak, baik karena sumbatan maupun perdarahan. Kondisi ini dapat merusak area otak yang mengatur keseimbangan dan menyebabkan vertigo.
4. Migrain
Migrain adalah gangguan saraf yang biasanya ditandai dengan sakit kepala berdenyut. Pada sebagian penderita, migrain juga dapat disertai vertigo, yang dikenal sebagai vertigo migrain.
5. Tumor otak
Tumor otak adalah pertumbuhan jaringan abnormal di dalam otak, baik jinak maupun ganas. Tumor yang berada di area yang berperan dalam keseimbangan dapat menimbulkan vertigo.
6. Penyakit Parkinson
Penyakit Parkinson merupakan gangguan degeneratif pada sistem saraf yang memengaruhi gerakan dan koordinasi tubuh, sehingga dapat mengganggu keseimbangan.
7. Diabetes
Diabetes adalah kondisi kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak saraf, termasuk saraf yang berperan dalam keseimbangan.
8. Malformasi Chiari
Malformasi Chiari adalah kelainan struktur otak bawaan yang menyebabkan jaringan otak menonjol ke arah tulang belakang dan menekan pusat keseimbangan.
Selain disebabkan oleh kondisi-kondisi di atas, vertigo sentral dan vertigo perifer juga dapat terjadi akibat:
- Efek samping penggunaan obat, seperti aspirin, antikejang, antidepresan, obat tekanan darah, dan obat penenang
- Perubahan tekanan udara yang dapat menyebabkan kerusakan pada telinga, seperti saat menyelam
- Alergi, misalnya terhadap makanan, debu, jamur, bulu, atau serbuk bunga
- Gangguan kecemasan, seperti cemas, panik, dan stres
- Kehamilan, umumnya karena perubahan hormon, penurunan kadar gula darah, dan penyempitan pembuluh darah selama masa kehamilan
Faktor Risiko Vertigo
Vertigo dapat dialami oleh siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada beberapa kondisi berikut:
- Berusia di atas 50 tahun
- Berjenis kelamin wanita
- Mengalami cedera kepala
- Memiliki gangguan pada telinga atau sistem keseimbangan
- Pernah mengalami vertigo sebelumnya
- Memiliki riwayat vertigo dalam keluarga
- Mengalami stres berat atau kurang istirahat
- Mengonsumsi obat tertentu, seperti antidepresan atau antipsikotik
- Mengonsumsi minuman beralkohol
Mengetahui penyebab dan faktor risiko vertigo dapat membantu Anda lebih waspada terhadap kondisi ini.
Jika vertigo terjadi berulang, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, atau kelemahan pada satu sisi tubuh, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Anda juga bisa menyampaikan keluhan yang dirasakan melalui Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan saran penanganan yang sesuai.