Berdasarkan penyebabnya, vertigo terbagi menjadi 2, yakni vertigo perifer dan sentral. Vertigo perifer adalah vertigo paling sering terjadi, yang disebabkan oleh adanya gangguan pada telinga bagian dalam. Sedangkan vertigo sentral adalah vertigo yang disebabkan karena adanya gangguan pada otak atau sistem saraf pusat.

Beberapa gangguan yang umum menimbulkan vertigo adalah:

Vertigo posisi paroksismal jinak (benign paroxysmal positional vertigo

Seseorang yang menderita vertigo posisi paroksismal jinak (BPPV) biasanya akan merasakan gejala saat menggerakan kepala.

Belum diketahui pasti penyebab kondisi ini. Namun, terdapat dugaan bahwa BPPV merupakan efek dari tindakan medis yang pernah dijalani pasien, dan adanya kristal alami tubuh yang masuk ke telinga bagian dalam.

Pada telinga bagian dalam, terdapat organ yang disebut vestibular labyrinth. Di dalam vestibular labyrinth terdapat saluran semisirkular dan otolit. Otolit berperan sebagai pemantau gerakan kepala, sedangkan saluran semisirkular berperan sebagai sensor gerakan kepala khusus gerakan memutar. Di dalam otolit juga terdapat kristal yang membuat telinga sensitif terhadap gravitasi.

Ketika kristal tersebut lepas dari tempatnya dan masuk ke saluran semisirkular, akan menyebabkan saluran semisirkular lebih sensitif terhadap gerakan yang terjadi pada kepala. Akibatnya, vertigo akan muncul ketika kepala digerakkan.

Labirinitis

Pada dasarnya, telinga memiliki dua saraf keseimbangan yang berfungsi mengirim sinyal untuk menentukan arah dan kendali keseimbangan pada otak. Labirinitis adalah kondisi di mana salah satu saraf tersebut mengalami inflamasi atau peradangan. Ketika peradangan terjadi, hal itu akan memicu munculnya vertigo.

Selain vertigo, labirinitis juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti:

  • Mual dan muntah.
  • Hilang keseimbangan.
  • Telinga berdengung.
  • Pergerakan mata tidak terkontrol.

Penyakit Meniere

Vertigo dapat muncul pada penderita penyakit Meniere, yakni kondisi di mana terjadi kerusakan pada telinga bagian dalam. Penyebab Meniere sendiri belum diketahui pasti. Namun, para peneliti menduga bahwa kondisi ini disebabkan oleh jumlah cairan yang terdapat pada telinga bagian dalam menjadi tidak normal.

Kelainan jumlah cairan telinga bagian dalam dapat dipengaruhi oleh:

  • Respons imun yang tidak normal.
  • Infeksi virus.
  • Alergi.
  • Cedera kepala.
  • Kelainan genetik/keturunan.
  • Migrain.
  • Kelainan struktur telinga bagian dalam.
  • Terjadi penyumbatan.

Pada dasarnya, vertigo muncul karena adanya gangguan pada telinga atau otak. Maka dari itu, beberapa kondisi di bawah ini juga dapat menyebabkan vertigo:

  • Cholesteatoma, yaitu kondisi di mana terjadi pertumbuhan kulit yang tidak normal pada telinga, tepatnya di balik gendang telinga. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi telinga yang terus kambuh.
  • Otosclerosis, yaitu kondisi di mana terjadi pertumbuhan tulang yang tidak normal pada telinga.
  • Stroke, yaitu gangguan pada pasokan darah ke otak yang disebabkan karena adanya perdarahan atau penggumpalan darah.
  • Fistula perilymphatic, yaitu kondisi di mana terjadi robekan pada dinding pemisah telinga bagian dalam dan telinga bagian tengah. Robekan ini menyebabkan cairan yang ada di telinga bagian dalam dapat berpindah ke telinga bagian tengah.
  • Neuroma akustik, yaitu tumor jinak pada saraf penghubung otak dan telinga bagian dalam.
  • Multiple sclerosis, yaitu kondisi di mana sistem imun secara keliru menyerang lapisan pelindung saraf otak dan tulang belakang. Lapisan pelindung yang rusak akan mengganggu proses pengiriman sinyal dari otak ke seluruh tubuh.
  • Penyakit Parkinson, yaitu kondisi yang ditandai dengan pergerakan dan keseimbangan tubuh yang tidak normal, akibat adanya gangguan pada fungsi otak.
  • Migrain. Kondisi di mana menyebabkan penderitanya mengalami sakit kepala di salah satu sisi.
  • Diabetes. Diabetes dapat menyebabkan komplikasi berupa pengerasan arteri dan penurunan pasokan darah ke otak. Akibatnya, fungsi otak terganggu.
  • Kehamilan. Vertigo dapat muncul pada ibu hamil. Umumnya, hal itu disebabkan karena perubahan hormon, penurunan kadar gula darah, dan penyempitan pembuluh darah selama masa kehamilan.
  • Malformasi Chiari, yaitu kondisi di mana jaringan otak turun ke saluran tulang belakang. Hal itu menyebabkan gangguan pada fungsi otak.
  • Sifilis. Sifilis merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini dapat menimbulkan gejala hilangnya pendengaran, pusing, dan memicu vertigo.
  • Gangguan kecemasan. Rasa cemas dan panik dapat memicu munculnya vertigo, dan stres berpotensi memperburuk vertigo yang diderita.
  • Tumor otak. Tumor pada otak kecil (serebelum) dapat menimbulkan vertigo.
  • Tekanan udara. Perubahan tekanan udara, seperti saat menyelam, dapat menyebabkan kerusakan pada telinga. Telinga yang rusak merupakan penyebab umum munculnya vertigo.
  • Alergi. Vertigo dapat menjadi salah satu gejala yang muncul ketika seseorang mengalami alergi.
  • Obat. Vertigo dapat muncul sebagai efek samping suatu obat. Beberapa obat yang dapat memicu vertigo adalah antikejang, antidepresan, obat penenang, dan antihipertensi.
  • Cedera kepala dan leher. Kondisi ini juga dapat menimbulkan vertigo, apabila benturan menyebabkan kerusakan pada otak atau telinga bagian dalam.

Faktor Risiko Vertigo

Beberapa faktor berikur ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami vertigo. Di antaranya adalah:

  • Berusia di atas 50 tahun.
  • Mengalami kecelakaan.
  • Memiliki riwayat di dalam keluarga.
  • Mengalami stres berat.
  • Mengonsumsi alkohol.
  • Merokok