Benzodiazepine adalah golongan obat penenang atau sedatif yang digunakan untuk membantu dalam menenangkan pikiran dan melemaskan otot-otot. Benzodiazepine digunakan sebagai pengobatan pada kondisi-kondisi, seperti:

  • Gangguan kecemasan
  • Serangan panik
  • Obat penenang sebelum operasi
  • Insomnia
  • Otot tegang (muscle spasm)
  • Kejang
  • Sindrom ketergantungan alkohol

Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi sistem saraf pusat, yang akan membuat saraf otak menjadi kurang sensitif terhadap rangsangan, sehingga menimbulkan efek yang menenangkan.

depression teen girl cried lonely isolated on white

Berikut ini adalah jenis-jenis obat yang tergolong benzodiazepine:

Peringatan:

  • Ibu hamil, ibu menyusui, atau wanita yang memiliki rencana untuk hamil disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat-obatan golongan benzodiazepine.
  • Harap berhati-hati dalam menggunakan benzodiazepine jika mengalami gangguan ginjal, gangguan hati, depresi atau memiliki keinginan untuk bunuh diri, gangguan saluran pernapasan menahun (kronis), myasthenia gravis, sleep apnea, glaukoma, atau memiliki riwayat kecanduan alkohol serta penyalahgunaan NAPZA.
  • Hindari pemakaian benzodiazepine bersama dengan obat penghambat CYP3A4, seperti ketoconazole atau itraconazole.
  • Diskusikan kembali dengan dokter mengenai manfaat dan risikonya jika obat digunakan untuk waktu yang lama, karena dapat menimbulkan ketergantungan obat.
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat-obat lainnya, termasuk suplemen dan produk herba.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Efek Samping Benzodiazepine

Reaksi obat pada tiap orang berbeda-beda. Efek samping yang mungkin dapat timbul setelah menggunakan obat-obatan golongan benzodiazepine:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Linglung
  • Lemas
  • Gangguan ingatan
  • Gangguan keseimbangan tubuh
  • Akathisia (gangguan gerak tubuh)
  • Kejang
  • Mual
  • Muntah
  • Konstipasi
  • Mulut kering
  • Berat badan naik
  • Nafsu makan sulit dikendalikan
  • Nafsu seksual menurun
  • Tertekannya sistem pernapasan
  • Tekanan darah menurun drastis
  • Keinginan untuk bunuh diri.

Jenis-jenis, Merek Dagang, serta Dosis Benzodiazepine

Berikut ini adalah jenis-jenis obat yang termasuk ke dalam golongan benzodiazepine. Untuk mendapatkan penjelasan secara rinci mengenai efek samping, peringatan, atau interaksi, silahkan lihat pada Obat A-Z.

Alprazolam

Merek dagang Alprazolam: Alprazolam 0,5, Alviz, Apazol, Atarax, Calmet, Frixitas, Opizolam, Xanax

Bentuk obat: Tablet

  • Sebagai penanganan jangka pendek untuk gangguan kecemasan
    Dewasa: 250-500 mcg, 3 kali sehari. Jika diperlukan, dosis bisa ditingkatkan tiap 3-4 hari hingga mencapai 3-4 mg per hari. Durasi pengobatan tidak boleh melebihi 8-12 minggu.
    Lansia: 250 mcg, 2-3 kali sehari. Dosis bisa ditingkatkan jika diperlukan.
  • Serangan panik
    Dewasa (tablet biasa): Dosis awal adalah 0,5 mg, 3 kali sehari. Dosis bisa ditingkatkan secara bertahap hingga 1 mg tiap 3-4 hari. Pada kondisi parah, dosis maksimal adalah 10 mg perhari.
    Dewasa (tablet pelepasan lambat/ extended release): 0,5-1 mg, 1 kali sehari. Dosis bisa ditingkatkan tiap 3-4 hari, maksimal 3-6 mg per hari.
    Lansia: Dosis awal adalah 250 mcg, 2-3 kali sehari. Dosis bisa ditingkatkan secara bertahap jika diperlukan.

Chlordiazepoxide

Merek dagang Chlordiazepoxide: Analsik, Braxidin, Cliad, Clixid, Librax, Melidox, Sanmag

Bentuk obat: Tablet

  • Gangguan kecemasan
    Dewasa: 30 mg perhari, yang dibagi menjadi beberapa dosis. Untuk gangguan kecemasan serius, dosis maksimal adalah 100 mg per hari.
  • Muscle spasm
    Dewasa: 10-30 mg per hari, dibagi menjadi beberapa dosis.
  • Insomnia
    Dewasa: 10-30 mg per hari, dikonsumsi sebelum tidur malam.
  • Sindrom putus zat karena alkohol
    Dewasa: 25-100 mg per hari, yang diberikan selama diperlukan. Dosis maksimal adalah 300 mg per hari

Clobazam

Merek dagang Clobazam: Anxibloc, Asabium, Clobazam, Clofritis, Frisium, Proclozam

Bentuk obat: Tablet

  • Gangguan kecemasan berat
    Dewasa: Dosis awal adalah 20-30 mg per hari, sekali sehari yang dikonsumsi pada malam hari atau dibagi menjadi beberapa dosis, selama 2-4 minggu. Dosis maksimal adalah 60 mg per hari.
    Lansia: 10-20 mg per hari.
  • Terapi pendukung untuk epilepsi
    Dewasa: 20-30 mg per hari. Dosis bisa ditingkatkan jika diperlukan, maksimal 60 mg per hari.
    Anak usia di atas 6 tahun: Dosis awal adalah 5 mg per hari, maksimal 60 mg.
    Lansia: Dosis awal adalah 5 mg per hari. Dosis bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai perkembangan kondisi.

Clonazepam

Merek dagang Clonazepam: Clonazepam, Riklona 2, Rivotril

Bentuk obat: Tablet

  • Serangan panik
    Dewasa: Dosis awal adalah 0,25 mg, 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan setelah 3 hari menjadi 1-4 mg per hari.
  • Epilepsi
    Dewasa: Dosis awal adalah 1 mg, yang diberikan tiap malam. Dosis dapat ditingkatkan setelah 2-4 minggu, maksimal 20 mg per hari.
    Anak usia 10 tahun ke bawah atau berat badan kurang dari 31 kg: 0,01-0,05 mg/kgBB per hari, yang dibagi menjadi 2-3 dosis. Dosis bisa ditingkatkan menjadi 0,25-0,5 setelah 3 hari, sampai kejang bisa dikontrol.
    Lansia: 0,5 mg, yang dikonsumsi pada malam hari, selama 4 hari.

Diazepam

Merek dagang Diazepam: Diazepam, Neurindo, Neurodial, Neuroval, Opineuron, Potensik, Proneuron, Stesolid, Valdimex, Valisanbe

Bentuk obat: Tablet

  • Gangguan kecemasan berat
    Anak-anak dan dewasa: 2 mg, 3 kali sehari, maksimal 30 mg per hari.
    Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa.
  • Insomnia
    Dewasa: 5-15 mg, yang dikonsumsi sebelum tidur malam.
    Anak-anak: 1-2,5 mg, 3-4 kali sehari. Dosis bisa ditingkatkan jika diperlukan.
    Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa.
  • Muscle spasm
    Dewasa: 2-15 mg per hari, dibagi menjadi beberapa dosis. Dosis bisa ditingkatkan hingga 60 mg per hari jika disertai kondisi lainnya, misalnya cerebral palsy.
    Anak-anak: 2-40 mg per hari, dibagi menjadi beberapa dosis.
    Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa.
  • Kejang
    Dewasa: 2-60 mg per hari, dibagi menjadi beberapa dosis.
    Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa.
  • Obat penenang sebelum tindakan operasi
    Dewasa: 5-20 mg.
    Anak-anak: 2-10 mg.
    Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa
  • Sindrom putus zat karena alkohol
    Dewasa: 5-20 mg, yang dapat diberikan lagi setelah 2-4 jam jika diperlukan.
    Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa.

Bentuk obat: Suntikan lewat pembuluh darah (intravena/IV)

  • Obat penenang sebelum tindakan operasi
    Anak-anak dan dewasa: 100-200 mcg/kgBB.
    Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis di atas.

Bentuk obat: Suntikan, bisa IV atau suntikan ke otot (intramuskular/IM)

  • Gangguan kecemasan berat
    Dewasa: Maksimal 10 mg sekali suntik, yang dapat kembali disuntikkan setelah 4 jam.
    Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis di atas.
  • Sindrom putus zat karena alkohol
    Dewasa: 10-20 mg.
    Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis di atas.
  • Muscle spasm
    Dewasa: 10 mg, yang dapat disuntikkan kembali setelah 4 jam.
    Anak-anak: 0,04-0,3 mg/kgBB, tiap 2-4 jam, hingga dosis mencapai 0,6 mg/kgBB selama 8 jam.
    Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa.
  • Kejang
    Dewasa: 5-10 mg melalui suntikan IV, dan diulangi tiap 10-15 menit hingga dosis mencapai 30 mg.
    Bayi usia 30 hari – anak usia 5 tahun: 0,1-0,5 mg melalui suntik IV, bisa disuntikkan lagi tiap 2-5 menit hingga dosis mencapai 5-10 mg.
    Anak usia di atas 5 tahun: 1 mg yang diulang tiap 2-5 menit, dosis maksimal 10 mg per hari.
    Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa.

Bentuk obat: Preparat melalui dubur (suppositoria)

  • Gangguan kecemasan tingkat berat dan Muscle spasm
    Dewasa: 500 mcg/kgBB, dapat diulang setelah 12 jam jika diperlukan.
    Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa.
  • Kejang
    Dewasa: 200 -500 mcg/kgBB, yang dapat digunakan lagi setelah 4-12 jam jika diperlukan. Dosis maksimal 30 mg per hari.
    Anak usia 2-5 tahun: 500 mikrogram/kgBB.
    Anak usia 6-11 tahun: 300 mcg/kgBB.
    Anak usia 12 tahun atau lebih: 200 mcg/kgBB.
    Dosis di atas diberikan kembali satu kali setelah 4-12 jam jika diperlukan.
    Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis dewasa.

Estazolam

Merek dagang Estazolam: Alena, Esilgan

Bentuk obat: Tablet

  • Insomnia
    Dewasa: 1-2 mg, yang dikonsumsi sebelum tidur.
    Lansia: 0,5-1 mg, yang dikonsumsi sebelum tidur

Lorazepam

Merek dagang Lorazepam: Ativan, Lorazepam, Loxipaz, Merlopam, Renaquil

Bentuk obat: Tablet

  • Gangguan kecemasan
    Dewasa: 1-4 mg per hari, dibagi menjadi beberapa dosis, selama 2-4 minggu.
    Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa
  • Insomnia
    Dewasa: 1-2 mg, dikonsumsi sebelum tidur.
    Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis di atas.
  • Obat penenang sebelum tindakan operasi
    Dewasa: 2-3 mg, diberikan pada malam sebelum operasi. Lalu, dikuti dengan 2-4 mg pada 1-2 jam sebelum operasi.
    Anak usia 5-13 tahun: 0,05 mg/kgBB, diberikan kira-kira 1 jam sebelum operasi.
    Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa

Midazolam

Merek dagang Midazolam: Anesfar, Dormicum, Fortanest, Hipnoz, Midazolam-Hameln, Miloz, Sedacum

Bentuk obat: Cairan suntik

  • Obat penenang sebelum tindakan operasi
    Dewasa: 70-100 mcg/kgBB, diberikan pada 20-60 menit sebelum operasi.
    Anak usia 1-15 tahun: 80-200 mcg/kgBB, diberikan pada 15-30 menit sebelum operasi.
    Lansia: 20-50 mcg/kgBB, diberikan kira-kira 20-60 menit sebelum operasi
  • Obat penenang saat kondisi kritis
    Dewasa: 0,03-0,3 mg/kgBB.
    Bayi berusia kurang dari 6 bulan: 60 mcg/kgBB per jam sebagai infus berkelanjutan. Dosis dapat dikurangi setelah 24 jam menjadi 30 mcg/kgBB perjam. Durasi pengobatan maksimal adalah 4 hari.
    Usia 6 bulan-12 tahun: 50-200 mcg/kgBB dengan suntikan lambat, kira-kira selama 3 menit.