Antibiotik adalah jenis obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Beberapa jenis antibiotik juga bisa digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri pada kondisi-kondisi tertentu. Antibiotik tidak dapat digunakan untuk mengatasi infeksi akibat virus, seperti flu.

Antibiotik bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan, perkembangbiakan bakteri, atau membunuh sel bakteri. Dengan begitu, infeksi bakteri bisa teratasi. Penggunaan antibiotik tidak boleh sembarangan karena bisa meningkatkan risiko terjadinya resistensi atau kekebalan terhadap antibiotik.

Antibiotik

Antibiotik juga dapat diberikan sebagai pencegahan infeksi bakteri atau profilaksis. Orang-orang yang diberikan antibiotik untuk profilaksis umumnya adalah orang yang berisiko tinggi mengalami infeksi bakteri, misalnya pasien yang akan menjalani operasi glaukoma atau operasi penggantian sendi.

Peringatan Sebelum Menggunakan Antibiotik

Ikuti anjuran dan saran dokter selama menjalani pengobatan dengan obat antibiotik. Sebelum menggunakan obat ini, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Jangan menggunakan antibiotik jika Anda alergi terhadap obat ini. Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Beri tahu dokter tentang riwayat kesehatan yang Anda miliki, terutama jika Anda sedang menderita penyakit ginjal, lupus, penyakit liver, porfiria, atau pernah mengalami infeksi bakteri yang berat atau sepsis.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda berencana melakukan vaksinasi selama menjalani pengobatan dengan antibiotik. Beberapa jenis antibiotik bisa menurunkan efektivitas vaksinasi, terutama jenis vaksin hidup.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau overdosis setelah menggunakan antibiotik.

Efek Samping dan Bahaya Antibiotik

Efek samping dari penggunaan antibiotik bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis dan dosis obat, juga pada respons tubuh pasien terhadap obat. Namun, beberapa efek samping umum yang mungkin terjadi setelah menggunakan antibiotik adalah sebagai berikut:

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping yang Anda alami tidak kunjung mereda atau makin memberat. Selain itu, ada efek samping yang lebih serius akibat penggunaan antibiotik, yaitu peningkatan risiko terjadinya infeksi C.difficile yang bisa ditandai dengan gejala diare berat yang tidak kunjung mereda atau resistensi antibiotik.

Segera ke dokter jika Anda mengalami efek samping tersebut atau mengalami reaksi alergi obat setelah menggunakan antibiotik.

Jenis, Merek Dagang, dan Dosis Antibiotik

Antibiotik hanya boleh digunakan berdasarkan resep dokter. Berikut ini adalah penjelasan dan pembagian jenis antibiotik:

1. Penisilin

Penisilin dapat digunakan untuk mengobati infeksi Streptococcus, meningitis, gonore, pneumonia, atau endocarditis. Beberapa contoh obat yang termasuk dalam golongan penisilin adalah:

Amoxicillin

Bentuk obat: Tablet, kaplet, sirop kering, kapsul, dan suntik

Merek dagang: Amobiotic, Amoxicillin Trihydrate, Amoxsan, Betamox, Erlamoxy, Etamox, Holimox, Hufanoxil, Omemox, Pehamoxil, Pritamox, Supramox, Topcillin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat amoxicillin.

Ampicillin

Bentuk obat: Kaplet, kapsul, sirop kering, suspensi kering, dan suntik

Merek dagang: Ambiopi, Ampicillin, Ampicillin Trihydrate, Binotal, Phapin, Sanpicillin, Viccillin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat ampicillin.

Oxacillin

Bentuk obat: Suntik

Merek dagang: -

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat oxacillin.

Penicillin G

Bentuk obat: Suntik

Merek dagang: Benzathine Benzylpenicillin, Procaine Benzyl Penicillin, Procaine Penicillin G Meiji

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat penicillin G.

Penicillin VK

Bentuk obat: Tablet

Merek dagang: Phenoxymethyl Penicillin Potassium, Phenoxymethyl Penicillin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat penicillin VK.

2. Sefalosporin

Beberapa kondisi yang dapat diobati menggunakan sefalosporin adalah infeksi tulang, otitis media, infeksi kulit, dan infeksi saluran kemih. Contoh obat yang termasuk dalam golongan sefalosporin adalah:

Cefadroxil

Bentuk obat: Kapsul dan sirup kering

Merek dagang: Cefat, Droxal, Droxefa, Lapicef, Lostacef, Netfad, Renasistin, Roksicap, Staforin, Vocefa, Vocefa Forte, Yaricef

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefadroxil.

Cefuroxime

Bentuk obat: Tablet, kaplet, dan suntik

Merek dagang: Anbacim, Celocid, Cefuroxime Axetil, Cefuroxime Sodium, Oxtercid, Situroxime, Sharox, Zinnat

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefuroxime.

Cefixime

Bentuk obat: Tablet, kapsul, kaplet, dan sirop kering

Merek dagang: Anfix, Cefacef, Cefarox, Cefixstar, Cefspan, Cerafix, Fixam, Fixatic, Helixim, Lanfix, Inbacef, Nixaven, Oracef, Profim, Simcef, Starcef, Tocef, Ximecef, Yafix

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefixime.

Cefoperazone

Bentuk obat: Suntik

Merek dagang: Biorazon, Cefoperazone, Cepraz, Cerozon, Ferzobat, Logafox, Sulbacef, Sulpefion, Stabixin-1

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefoperazone.

Cefotaxim

Bentuk obat: Suntik

Merek dagang: Biocef, Cefotaxime, Cepofion, Clatax, Fobet, Goforan, Kalfoxim, Procefa, Simexim

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefotaxim.

Cefepime

Bentuk obat: Suntik

Merek dagang: Cefepime HCL Monohydrate, Daryacef, Exepime, Fourcef, Interpim, Locepime, Maxicef, Procepim, Zepe

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefepime.

3. Aminoglikosida

Aminoglikosida adalah jenis antibiotik yang biasa digunakan untuk mengatasi penyakit infeksi bakteri seperti tuberkulosis, infeksi sendi, atau peritonitis. Contoh obat yang termasuk dalam golongan aminoglikosida adalah:

Paromomycin

Bentuk obat: Tablet dan sirop

Merek dagang: Gabbryl

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat paromomycin.

Tobramycin

Bentuk obat: Tetes mata, salep mata, inhaler dan suntik

Merek dagang: Bralifex,Tobrex, Tobro

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat tobramycin.

Gentamicin

Bentuk obat: Suntik, tetes mata, krim, dan salep

Merek dagang: Bioderm, Betasin, Cendo Gentason, Garapon, Ikagen, Konigen, Sagestam, Salticin, Ximex Konigen

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat gentamicin.

Amikacin

Bentuk obat: Suntik

Merek dagang: Alostil, Amikacin, Amiosin, Glybotic, Mikaject, Mikasin, Simikan, Verdix

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat amikacin.

Kanamycin

Bentuk obat: Kapsul dan suntik

Merek dagang: Kanamycin Capsules, Kanamycin Meiji, Kanamycin Sulfate

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat kanamycin.

Neomycin

Bentuk obat: Tetes mata, tetes telinga, salep, krim, dan gel

Merek dagang: Celefa, Enbatic, Erladerm-N, Gentason-N, Liposin, Mycenta, nebacetin, Nelydex, Neosinol

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat neomycin

4. Tetrasiklin

Tetrasiklin digunakan untuk mengobati beberapa kondisi, di antaranya sifilis, anthrax, periodontitis, brucellosis, dan jerawat. Tetrasiklin jenis tertentu tidak dapat digunakan pada anak usia di bawah 8 tahun. Contoh tetrasiklin adalah:

Doxycycline

Bentuk obat: Tablet dan kapsul

Merek dagang: Dohixat, Doxicor, Doxycycline hyclate, Dumoxin, Interdoxin, Pushrob, Siclidon, Viadoxin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat doxycycline.

Minocycline

Bentuk obat: Kapsul dan suntik

Merek dagang: Nomika, Periocline

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat minocycline.

Tetracycline HCl

Bentuk obat: Kapsul dan salep

Merek dagang: Conmycin, Itracycline, Novabiotic, Novacycline, Samtetra, Super Tetra, Tetracycline HCL, Tetrasanbe, Trifacyclin, Unicyclin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat tetracycline.

Oxytetracycline

Bentuk obat: Salep, salep mata, dan suntik

Merek dagang: Oxytetracycline, Oxybiotic, Sancortmycin, Terra – Cortril, Terramycin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat oxytetracycline.

Tigecycline

Bentuk obat: Suntik

Merek dagang: Tygacil

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat tigecycline.

5. Makrolid

Beberapa kondisi yang dapat diobati menggunakan antibiotik makrolid adalah bronkitis, servisitis, penyakit Lyme, faringitis, dan sinusitis. Beberapa jenis makrolid tidak dapat digunakan bersamaan dengan obat seperti cisapride. Jenis-jenis makrolid meliputi:

Erythromycin

Bentuk obat: Kaplet, kapsul, sirop kering, cairan obat luar, krim, dan gel

Merek dagang: Dothrocyn, Duramycin, Erymed, Erythromycin, Trovilon

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat erythromycin.

Azithromycin

Bentuk obat: Tablet, kaplet, kapsul, sirop kering, tetes mata, dan suntik.

Merek dagang: Azithromycin Dihydrate, Infimycin, Zithromax IV, Zithrolan, Zistic, Mezatrin 500, Zithromax, Zitromed, Zibramax

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat azithromycin.

Clarithromycin

Bentuk obat: Tablet, kaplet, dan sirop kering

Merek dagang: Abbotic, Bicrolid 250, Bicrolid 500, Comtro, Clapharma, Clarithromycin, Hecobac 500, Orixal

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat clarithromycin.

6. Quinolone

Quinolone digunakan untuk mengatasi antraks, infeksi tulang, cystitis, servisitis, dan infeksi kulit. Contoh quinolone adalah:

Ciprofloxacin

Bentuk obat: Tablet, kaplet, infus, dan tetes mata

Merek dagang: Baquinor Forte, Bernoflox, Bimaflox, Bufacipro, Ciflos, Cifloxan, Ciprofloxacin Hcl, Ciproxin, Cylowam, Interflox, Kifarox, Meflosin, Phaproxin, Quinobiotic, Tequinol

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat ciprofloxacin.

Levofloxacin

Bentuk obat: Tablet, kaplet, infus, dan tetes mata

Merek dagang: Cendo LFX, Cravit, Farlev, Levofloxacin, Levofloxacin hemihydrate, Lekuicin, Nislev, Prolecin, Simlev, Zidalev

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat levofloxacin.

Moxifloxacin

Bentuk obat: Tablet, kaplet, infus, dan tetes mata

Merek dagang: Avelox, Floxaris, Garena, Infimox, Kabimox, MXN, Molcin, Moxivid, Moxibat, Moxifloxacin Hydrochloride, Respira, Vigamox, Zigat

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat moxifloxacin.

Norfloxacin

Bentuk obat: Kaplet salut selaput

Merek dagang: Pyrflox

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat norfloxacin.

7. Sulfa atau Sulfonamida

Obat antibiotik golongan sulfa bisa digunakan untuk menangani berbagai penyakit akibat infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, bronkitis, meningitis bakterial, pneumonia, serta infeksi mata atau telinga. Contoh sulfonamida adalah:

Sulfamethoxazole

Bentuk obat: Tablet dan sirop

Merek dagang: Cotrimoksazole, Licoprima, Meprotrin Forte, Primadex, Primavon Forte, Selestrim, Sisoprim, Sultrimmix

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat sulfamethoxazole.

8. Lincosamide

Lincosamide digunakan untuk mengobati beberapa kondisi akibat infeksi bakteri, di antaranya infeksi saluran pernapasan, infeksi tulang dan sendi, jerawat, dan infeksi vagina (bacterial vaginosis). Contoh lincosamide adalah:

Clindamycin

Bentuk obat: Kapsul, salep, gel

Merek dagang: Clindamycin Hydrochloride, Clinex, Clinidac, Clinmas, Clinika, Dacin, Dalacin C, Lindacyn, Medi-Klin, Milorin, Probiotin, Prolic

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat clindamycin.

Lincomycin

Bentuk obat: Sirup dan kapsul

Merek dagang: Biolincom, Linchopar, Lincocin, Lincor, Nolipo, Tamcocin, Tismamisin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat lincomycin.

9. Glicopeptide

Glicopeptide adalah jenis antibiotik yang biasa digunakan untuk mengatasi infeksi kulit, endokarditis, enterokolitis, pneumonia, dan meningitis. Contoh obat yang termasuk dalam golongan glicopeptide adalah:

Vancomycin

Bentuk obat: Suntik

Merek dagang: Vancodex, Vancomycin Hydrochloride, Vancep

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat vancomycin.

Dalbavancin

Bentuk obat: Suntik

Merek dagang: -

  • Kondisi: Infeksi kulit

Dewasa: 1000 mg lewat infus selama 30 menit. Dosis untuk satu minggu setelahnya adalah 500 mg.

Oritavancin

Bentuk obat: Suntik

Merek dagang: -

  • Kondisi: Infeksi kulit

Dewasa: 1200 mg lewat infus selama 3 jam, sebagai dosis tunggal.

Telavancin

Bentuk obat: Suntik

Merek dagang: -

  • Kondisi: Infeksi kulit

Dewasa: 10 mg/kgBB lewat infus selama 60 menit setiap 24 jam, selama 7–14 hari.

  • Kondisi: Pneumonia

Dewasa: 10 mg/kgBB lewat infus selama 60 menit setiap 24 jam, selama 7–21 hari.

10. Carbapenem

Obat antibiotik golongan carbapenem bisa digunakan untuk menangani berbagai penyakit akibat infeksi bakteri, seperti pneumonia, infeksi tulang, dan infeksi ginjal. Contoh obat yang termasuk dalam golongan carbapenem adalah:

Meropenem

Bentuk obat: Suntik

Merek dagang: Granem, Meropenem Trihydrate, Merofen, Merokaf, Meroxi

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat meropenem.

Ertapenem

Bentuk obat: Suntik

Merek dagang: Invanz

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat ertapenem.

Imipenem-Cilastatin

Bentuk obat: Suntik

Merek dagang: Fiocilas, Imiclast, Imipex, Pelascap, Pelastin, Tienam, Timipen, Xerxes IV

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat imipenem-cilastatin.

Doripenem

Bentuk obat: Suntik

Merek dagang: Bizan, Daryaven, Dorbaz, Doripenem, Doripex, DRM, Novedor, Ribacter, Tironem

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat doripenem.

Biapenem

Bentuk obat: Suntik

Merek dagang: -

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat biapenem.