Listeria adalah infeksi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Listeria dapat menimbulkan gejala ringan, seperti mual dan diare, sampai gejala berat, misalnya peradangan otak.

Listeria tidak berbahaya pada individu yang sehat dan biasanya hanya menimbulkan gejala ringan. Namun, infeksi ini bisa berbahaya pada lansia, orang yang daya tahan tubuhnya lemah, dan penderita penyakit tertentu.

Woman having a headache

Listeria juga bisa berbahaya pada ibu hamil, karena dapat menginfeksi janin di dalam kandungan. Kondisi tersebut bisa menyebabkan keguguran sampai bayi meninggal di dalam kandungan (stillbirth).

Penyebab Listeria

Listeria disebabkan oleh infeksi bakteri Listeria monocytogenes yang hidup di air, tanah, dan kotoran hewan. Bakteri ini bisa menginfeksi manusia melalui makanan atau minuman, seperti:

  • Sayuran mentah yang berasal dari tanah yang terkontaminasi bakteri
  • Produk makanan kemasan yang terkontaminasi bakteri setelah proses produksi
  • Susu atau produk turunannya yang tidak di pasteurisasi
  • Daging hewan yang tercemar bakteri

Bakteri Listeria dapat bertahan hidup di kulkas atau freezer, sehingga menaruh makanan di tempat tersebut tidak menjamin makanan terbebas dari bakteri.

Faktor Risiko Listeria

Listeria dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih berisiko menyerang kelompok orang di bawah ini:

  • Ibu hamil dan janin yang dikandungnya
  • Orang lanjut usia atau berusia 65 tahun ke atas
  • Penderita AIDS, kanker, diabetes, penyakit ginjal, penyakit liver dan kecanduan alkohol
  • Pasien yang sedang mengonsumsi obat penurun daya tahan tubuh, seperti prednison
  • Pasien yang sedang menjalani kemoterapi

Gejala Listeria

Gejala listeria dapat muncul dalam beberapa hari atau bulan setelah penderita mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Listeria. Beberapa gejala yang sering kali muncul adalah:

  • Mual
  • Diare
  • Demam
  • Menggigil
  • Nyeri otot

Bakteri listeria bisa menyebar ke sistem saraf, terutama pada anak kecil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Jika hal tersebut terjadi, gejala yang muncul bisa berupa:

  • Leher kaku
  • Sakit kepala
  • Hilang keseimbangan
  • Linglung
  • Kejang

Kapan harus ke dokter

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami gejala di atas, terutama jika Anda termasuk dalam kelompok orang yang berisiko tinggi terserang listeria.

Waspada dan segeralah memeriksakan diri ke dokter bila Anda mengalami sakit kepala berat, leher kaku dan linglung. Keluhan tersebut dapat menandakan komplikasi serius akibat listeria.

Diagnosis Listeria

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan bertanya terkait gejala yang dialami dan makanan apa yang dikonsumsi pasien sebelum gejala muncul. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, yang dilanjutkan dengan pemeriksaan sampel darah, urine, dan cairan ketuban bagi ibu hamil.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut bila infeksi yang diderita pasien cukup parah. Pemeriksaan tersebut dapat berupa:

Pengobatan Listeria

Pengobatan listeria tergantung pada tingkat keparahan kondisi yang dialami pasien. Pasien yang mengalami gejala ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Pada pasien dengan gejala berat, ibu hamil, dan bayi baru lahir yang terinfeksi listeria, pengobatan harus dilakukan di rumah sakit. Dokter akan memberikan infus antibiotik untuk mengatasi infeksi dan mencegah komplikasi.

Pengobatan Listeria

Pada beberapa kasus, listeria dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Kelahiran prematur
  • Keguguran
  • Stillbirth
  • Abses otak
  • Infeksi lapisan bagian dalam jantung (endokarditis)
  • Radang otak (ensefalitis)
  • Radang selaput otak (meningitis)
  • Sepsis

Pencegahan Listeria

Infeksi listeria bisa dicegah dengan melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Cuci tangan dengan air hangat dan sabun sebelum dan sesudah menyiapkan makanan.
  • Cuci buah dan sayuran mentah dengan air mengalir.
  • Bersihkan alat-alat masak dengan air hangat dan sabun sebelum dan sesudah digunakan.
  • Masak makanan sampai benar-benar matang. Bila perlu, gunakan termometer makanan untuk memastikan bagian dalam makanan sudah matang.
  • Panaskan terlebih dahulu makanan yang ingin disantap.
  • Bersihkan bagian dalam kulkas secara berkala dengan air hangat dan sabun untuk membunuh bakteri.

Khusus bagi wanita hamil dan orang dengan daya tahan tubuh rendah, sebaiknya hindari konsumsi makanan atau minuman, seperti:

  • Salad
  • Hot dog
  • Daging ham atau daging olahan lainnya, kecuali bila dikemas dalam kaleng
  • Susu yang tidak di pasteurisasi dan produk olahan yang dibuat dari susu tersebut, misalnya keju
  • Bandeng asap atau makanan seafood asap lainnya yang sudah disimpan di kulkas