Lumbar puncture atau lumbal pungsi adalah prosedur pengambilan cairan tulang belakang dan otak (serebrospinal). Prosedur ini dilakukan dengan menusukkan jarum ke celah tulang belakang di punggung bagian bawah.

Prosedur lumbal pungsi biasanya digunakan untuk pemeriksaan penyakit otak dan saraf tulang belakang, seperti meningitis atau multiple sclerosis. Prosedur ini juga dapat dilakukan untuk memasukkan obat langsung ke otak atau saraf tulang belakang.

Informasi Seputar Lumbal Pungsi yang Harus Anda Ketahui - Alodokter

LP dapat dilakukan pada orang dewasa, bayi, dan anak-anak. Namun, pasien yang sedang hamil, alergi obat bius, atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat pengencer darah, perlu menginformasikannya kepada dokter sebelum melakukan prosedur ini.

Tujuan dan Indikasi Lumbal Pungsi

Prosedur lumbal pungsi dapat dilakukan sebagai metode diagnosis maupun pengobatan. Berikut adalah beberapa tujuan dilakukannya prosedur ini:

  • Mengambil sampel cairan serebrospinal untuk mendeteksi suatu penyakit
  • Melihat tekanan di dalam rongga kepala dan tulang belakang
  • Memasukkan obat-obatan ke dalam sistem saraf, seperti obat bius atau obat kemoterapi
  • Memasukkan cairan pewarna atau zat radioaktif ke dalam cairan serebrospinal sebelum melakukan pemindaian

Pemeriksaan sampel cairan serebrospinal

Pemeriksaan sampel cairan otak dan saraf tulang belakang (cairan serebrospinal) melalui lumbal pungsi bertujuan untuk mendeteksi kelainan pada sistem saraf, seperti infeksi, perdarahan, atau kanker. Beberapa penyakit yang dapat membutuhkan lumbal pungsi sebagai metode diagnosis adalah:

Peringatan Sebelum Melakukan Lumbal Pungsi

Sebelum lumbal punggsi dilakukan, pasien perlu menginformasikan kepada dokter bila sedang atau pernah mengalami gangguan pembekuan darah. Hal ini agar dokter dapat mengantisipasi komplikasi yang mungkin terjadi.

Perlu diketahui, dokter akan memberikan obat bius sebelum melakukan lumbal pungsi. Oleh sebab itu, pasien juga perlu memberi tahu dokter jika memiliki alergi terhadap obat bius tertentu, untuk mencegah reaksi alergi obat.

Pasien juga perlu memberi tahu dokter jika sedang menggunakan obat pengencer darah, seperti aspirin atau warfarin, karena dapat menyebabkan perdarahan saat lumbal pungsi dilakukan. Biasanya, dokter akan meminta pasien untuk berhenti mengonsumsi obat tersebut sejak beberapa hari sebelum prosedur dilakukan.

Persiapan Sebelum Lumbal Pungsi

Saat awal pemeriksaan, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, CT scan, atau MRI, jika diperlukan.

Hal lain yang perlu dilakukan pasien adalah:

  • Memperbanyak minum air putih sejak 2 hari sebelum prosedur lumbal pungsi dilakukan
  • Berpuasa selama 3 jam sebelum prosedur, tetapi tetap diizinkan untuk minum air putih
  • Meminta teman atau keluarga untuk mendampingi, karena pasien tidak boleh mengemudikan kendaraan atau menggunakan transportasi umum seorang diri selama 24 jam setelah prosedur dilakukan
  • Memastikan diri untuk tiba di rumah sakit 1 jam sebelum prosedur dilakukan
  • Mengganti pakaian dengan jubah medis yang sudah disediakan serta melepas semua perhiasan dan aksesoris yang dikenakan

Prosedur dan Tindakan Lumbal Pungsi

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam prosedur dan tindakan lumbal pungsi:

Pengaturan posisi pasien saat prosedur lumbal pungsi

Pasien akan diminta untuk naik ke meja pemeriksaan dan berbaring menyamping, dagu didekatkan ke dada, dan lutut didekatkan ke perut.

Pasien juga bisa duduk dengan tubuh bersandar ke depan atau memeluk bantal. Posisi tersebut akan membuat ruang di antara tulang belakang menjadi lebih luas.

Pembiusan pada punggung bawah

Sebelum menyuntikkan obat bius, punggung bawah pasien akan dibersihkan dengan cairan antiseptik dan dilapisi dengan kain steril.

Selanjutnya, dokter akan menyuntikkan bius lokal ke punggung bagian bawah, untuk membuat mati rasa di bagian tubuh yang akan dimasukan jarum. Suntikan obat bius akan terasa perih, tetapi dapat meredakan rasa sakit selama prosedur lumbal pungsi dilakukan.

Tindakan lumbal pungsi

Dokter saraf akan menusukkan jarum ke celah tulang belakang di bagian punggung bawah. Selama proses tersebut, pasien tidak boleh bergerak. Setelah jarum masuk sampai batas yang diinginkan, pasien akan diminta untuk mengubah posisi sehingga cairan otak dan saraf tulang belakang dapat keluar.

Tindakan selanjutnya tergantung pada tujuan dilakukannya lumbal pungsi. Dokter dapat mengukur tekanan di di dalam rongga tulang belakang, mengambil sampel cairan, atau menyuntikkan obat. Setelah itu, jarum akan dicabut dan lubang bekas suntikan akan ditutup dengan perban.

Prosedur ini biasanya berlangsung selama 30–45 menit. Meski tidak merasakan nyeri saat tindakan, pasien akan merasakan sensasi tidak nyaman dan tertekan di punggung selama proses penusukan jarum.

Hasil pemeriksaan lumbal pungsi biasanya sudah bisa diketahui 48 jam setelah prosedur dilakukan.

Pemulihan Setelah Lumbal Pungsi

Setelah prosedur selesai, pasien akan diminta untuk berbaring setidaknya selama 1 jam di bawah pengawasan dokter. Pasien boleh bergerak selama kepala tidak terangkat dari kasur. Biasanya, pasien harus menggunakan pispot jika ingin buang air kecil.

Perban yang digunakan untuk menutup lubang suntikan tidak boleh dibuka selama 24 jam setelah prosedur. Pasien akan diperbolehkan pulang pada hari yang sama setelah kondisinya membaik. Sebaliknya, perawatan intensif diperlukan jika pasien menderita penyakit seperti radang otak.

Pasien juga akan disarankan untuk:

  • Menghindari aktivitas berat selama 24 jam setelah tindakan
  • Tidak bekerja, kecuali bila pekerjaan tersebut tidak mengharuskan bergerak terlalu banyak
  • Minum lebih banyak air putih untuk mengurangi risiko timbulnya sakit kepala
  • Mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, atau soda, untuk membantu meredakan sakit kepala
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri yang mengandung paracetamol untuk mengurangi sakit di kepala dan punggung, sesuai aturan pakai

Komplikasi dan Efek Samping Lumbal Pungsi

Secara umum, lumbal pungsi aman untuk dilakukan. Namun, prosedur ini juga dapat menimbulkan komplikasi, seperti:

  • Sakit kepala
  • Rasa tidak nyaman atau sakit di punggung
  • Perdarahan di tempat suntikan
  • Infeksi pada kulit
  • Sulit buang air kecil
  • Mati rasa atau kesemutan pada tungkai

Efek samping yang berbahaya dan fatal, seperti pecahnya pembuluh darah dan bergesernya batang otak, juga bisa terjadi. Akan tetapi, komplikasi tersebut sangat jarang terjadi.