Bius epidural adalah salah satu metode penghilang rasa sakit yang sering digunakan dalam persalinan. Namun, banyak mitos yang beredar seputar obat bius ini, sehingga sebagian wanita jadi takut untuk menjalaninya. Mari kita telusuri apa saja mitos tersebut dan fakta yang benar tentang bius epidural.

Penyuntikan obat bius epidural dilakukan di saraf punggung bagian bawah. Obat bius ini akan membuat area sekitar suntikan dan setengah area tubuh (mulai dari pusar hingga ke kaki) mati rasa saat persalinan.

Mitos dan Fakta Seputar Bius Epidural saat Persalinan - Alodokter

Meski demikian, obat bius epidural ini berbeda dengan bius umum karena tidak menggunakan obat yang membuat pasien tertidur. Pada saat menggunakan bius epidural ibu akan terhalau dari rasa nyeri, namun tetap dalam keadaan sadar selama menjalani proses persalinan.

Mitos dan Fakta Bius Epidural

Berikut ini adalah beberapa mitos mengenai suntik epidural beserta fakta-faktanya:

1. Mitos suntik epidural bisa membahayakan bayi

Mitos menyebutkan bahwa bius epidural dapat menyebabkan janin mengalami lumpuh otak atau cerebral palsy.

Faktanya:

Segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh Anda akan memengaruhi janin, termasuk bius epidural. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena dosis obat bius yang sampai ke janin sangatlah kecil, sehingga tidak membahayakan kesehatannya.

Selain itu, mitos ini belum terbukti kebenarannya. Berbagai penelitian sejauh ini menunjukkan bahwa tidak ada kaitan antara risiko bayi terkena cerebral palsy dengan penggunaan bius epidural selama persalinan ibu.

2. Mitos bius epidural bisa menyebabkan sakit punggung permanen

Suntik epidural disebut-sebut dapat menyebabkan sakit punggung kronis setelah melahirkan.

Faktanya:

Betul, suntik epidural memang menyebabkan sakit punggung, terutama ketika jarum suntik dimasukkan ke punggung dan keteter epidural dipasang. Namun, efeknya tidak permanen, kok!

Rasa nyeri tersebut adalah reaksi normal layaknya saat mendapatkan suntikan obat pada umumnya. Setelah obat bius dimasukkan dan mulai bekerja, rasa sakit tersebut akan menghilang, bahkan selama proses persalinan berlangsung.

Namun jika Anda mengalami gejala yang mengganggu, seperti sakit punggung parah, sulit menahan pipis atau BAB, dan susah berjalan, setelah melahirkan atau selama mendapatkan epidural, segera konsultasikan ke dokter.

3. Mitos suntik epidural bisa menghambat proses persalinan dan meningkatkan risiko operasi caesar

Salah satu mitos tentang bius epidural yang banyak beredar adalah prosedur ini dapat menghambat proses persalinan dan meningkatkan risiko diperlukannya operasi caesar. Beberapa info yang beredar juga menyebutkan Anda akan mengalami mati rasa setelah bius diberikan, sehingga membuat Anda sulit untuk mendorong janin keluar.

Faktanya:

Belum ada bukti cukup yang menyatakan bahwa bius epidural bisa menghambat proses persalinan atau meningkatkan risiko operasi caesar.

Operasi caesar hanya dilakukan jika terdapat penyulit selama kehamilan atau persalinan yang membuat proses persalinan tidak aman dilakukan secara normal. Beberapa penyulit tersebut, misalnya ukuran janin terlalu besar, persalinan terlalu lama, atau terdapat gawat janin.

Anda juga tidak perlu khawatir karena dampak suntik epidural tidak seburuk yang dibayangkan, kok. Prosedur epidural justru membantu Anda untuk lebih rileks karena tidak merasakan nyeri, sehingga lebih siap saat menghadapi tahap persalinan selanjutnya.

Selain itu, suntik epidural dengan dosis rendah hanya membuat kaki terasa kebas, tapi Anda tetap mampu mendorong janin keluar. Jika kurang kuat mengejan, dokter akan membantu melahirkan bayi dengan alat bantu, seperti forceps atau vakum.

4. Mitos bius epidural banyak efek samping yang berbahaya

Mitos menyebutkan bahwa suntik epidural dapat menyebabkan berbagai efek samping yang berbahaya bagi ibu dan bayi, sehingga sebaiknya dihindari. Salah mitos tersebut adalah bius epidural dikatakan dapat menyebabkan mati rasa permanen.

Faktanya:

Informasi ini kurang tepat karena jika dilakukan dengan benar dan pada dosis yang tepat, bius epidural secara umum aman dan efektif untuk mengatasi nyeri pada persalinan. Layaknya prosedur medis pada umumnya, bius epidural juga memiliki beberapa efek samping, seperti:

  • Mual muntah
  • Sakit kepala
  • Susah menahan pipis
  • Gatal-gatal
  • Penurunan tekanan darah
  • Demam dan menggigil

Namun, efek samping tersebut umumnya akan menghilang setelah penggunana obat bius epidural dihentikan dan kateter dicabut dari rongga tulang belakang. Ketika obat tersebut tidak lagi bekerja, efek samping tersebut akan menghilang dengan sendirinya.

Pada kasus tertentu, bisa terjadi efek samping yang lebih berat, seperti kejang dan alergi obat. Namun efek samping tersebut sangat jarang terjadi.

Lagipula, efek samping tersebut tidak selalu terjadi pada setiap ibu yang menjalani persalinan dengan bius epidural. Hal tersebut hanya terjadi pada segelintir ibu melahirkan.

5. Mitos bius epidural selalu efektif mengurangi rasa sakit saat persalinan

Konon, bius epidural selalu efektif untuk meredakan atau menghilangkan nyeri saat persalinan.

Faktanya:

Prosedur ini memang dianggap sebagai metode penghilang rasa sakit paling populer dibandingkan prosedur lainnya. Meski begitu, ada sebagian wanita yang hanya merasakan mati rasa di bagian perut tertentu saja, sehingga tidak mendapatkan manfaat dari metode ini.

Bius epidural juga mungkin tidak bisa bekerja dengan baik saat dokter sulit menemukan rongga epidural di tulang belakang yang akan disuntik atau obat bius tidak mencapai saraf, sehingga tidak efektif mengurangi nyeri. Apabila kondisi tersebut Anda alami, maka dokter akan mengulang prosedur atau merekomendasikan metode penghilang rasa sakit lain.

6. Mitos semua ibu bisa mendapatkan suntikan epidural

Menurut mitos yang beredar, prosedur bius epidural bisa dilakukan pada semua wanita yang hendak bersalin.

Faktanya:

Kebanyakan wanita memang bisa mendapatkan bius epidural saat persalinan. Namun, ada beberapa kasus yang menyebabkan prosedur ini tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat bius, gangguan pembekuan darah, ada masalah pada punggung, sedang terkena infeksi, menderita diabetes, atau menjalani pengobatan tertentu, seperti obat pengencer darah, maka Anda tidak disarankan untuk menjalani prosedur ini.

Agar proses persalinan dapat berjalan sesuai harapan, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mempersiapkan hal-hal yang Anda butuhkan sebelum dan selama proses persalinan.

Jika ingin melahirkan tanpa rasa sakit dengan mencoba bius epidural, jangan sungkan pula untuk menanyakan manfaat dan efek samping dari suntik epidural yang akan dilakukan.