Rasa sakit saat persalinan dapat diatasi dengan suntik bius epidural. Ini merupakan prosedur penghilang rasa sakit paling populer yang dipilih wanita saat melahirkan. Namun, tidak sesederhana kedengarannya, ada kekhawatiran bahwa informasi yang tersampaikan kepada masyarakat terkait suntik bius epidural ini belum sepenuhnya lengkap.

Penyuntikan obat bius epidural ditujukan kepada saraf-saraf di punggung bagian bawah. Obat bius akan membuat area di sekitar suntikan dan area tubuh di bawah pusar menjadi mati rasa terhadap rasa nyeri persalinan. Sebagaimana bius ini bersifat regional, maka kamu berada dalam keadaan sadar selama menjalani proses persalinan.

Mitos dan Fakta tentang Suntik Bius Epidural saat Persalinan - Alodokter

Berikut ini beberapa mitos mengenai suntik bius epidural beserta fakta-faktanya.

Bisa membahayakan bayi. Segala sesuatu yang masuk ke tubuhmu akan memengaruhi janin, termasuk suntik bius epidural. Namun kamu tidak perlu khawatir karena dosis obat bius yang sampai ke janin sangatlah kecil dan tidak membahayakan kesehatannya seperti terkena lumpuh otak atau cerebral palsy.

Epidural bisa menyebabkan sakit punggung permanen. Ya, sakit punggung, tepatnya di bagian di mana kateter dimasukkan memang menjadi salah satu efek samping yang bisa dirasakan setelah menjalani prosedur ini. Namun, efeknya tidak permanen, kok! Jika kamu mengalami sakit punggung parah, segera konsultasikan ke tim medis. Hindari berada di posisi yang sama dalam waktu lama guna mencegah rasa sakit yang bertambah parah.

Proses persalinan dapat terhambat. Belum ada bukti yang memadai bahwa epidural bisa menghambat proses persalinan.

Waktu pengaplikasian epidural sangat terbatas. Informasi ini kurang tepat karena epidural bisa dilakukan kapan saja, bahkan di tengah-tengah proses persalinan. Namun, kebanyakan wanita ingin memakai prosedur ini ketika kontraksi sudah mulai kuat. Oia, tim medis biasanya akan melarang penyuntikan ketika kamu sudah memasuki tahapan mengejan.

Epidural selalu efektif dalam mengurangi rasa sakit saat persalinan. Praktik ini memang dianggap sebagai penghilang rasa sakit paling populer dibandingkan praktik yang lainnya. Meski begitu, ada sebagian wanita yang tidak mendapatkan manfaat dari metode ini, seperti mereka yang hanya merasakan sensasi mati rasa pada bagian tertentu di perutnya saja. Epidural juga mungkin tidak bisa bekerja dengan baik ketika alat kateter terjatuh, tim medis sulit menemukan area tubuh yang akan disuntik bius epidural, atau bius lokal tidak menyebar di area tubuh tersebut.

Apabila kondisi di atas terjadi, tim medis akan mengulang prosedur atau merekomendasikan metode penghilang rasa sakit lainnya untukmu.

Epidural bisa diaplikasikan pada semua wanita. Jika kamu memiliki riwayat alergi terhadap obat bius lokal, gangguan pembekuan darah, masalah kesehatan pada punggung, pernah menjalani operasi punggung, atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah, maka kamu tidak disarankan menjalani prosedur ini.

Di balik manfaatnya, ada beberapa kekurangan yang dimiliki oleh suntik bius epidural, sebagaimana dengan prosedur-prosedur lainnya. Agar proses persalinan dapat berjalan sesuai keinginanmu, disarankan untuk mengonsultasikan segala prosedur pendukung yang kamu butuhkan. Jangan sungkan untuk menanyakan manfaat dan efek samping dari suntik penghilang rasa sakit.