Cefprozil adalah obat antibiotik untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi pada saluran pernapasan, kulit, sinus, tenggorokan, atau amandel. Obat ini hanya digunakan sesuai dengan resep dokter.

Cefprozil tersedia dalam bentuk tablet dan serbuk suspensi. Cefprozil merupakan antibiotik golongan sefalosporin generasi dua. Antibiotik ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi, tetapi tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi virus, seperti pilek dan flu.

https://www.alodokter.com/wp-content/uploads/2020/04/Cefprozil.jpg

Merek dagang cefprozil: Lizor

Apa itu Cefprozil?

Golongan Sefalosporin
Kategori Obat resep
Manfaat Mengobati infeksi bakteri
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak berusia ≥6 bulan
Cefprozil untuk ibu hamil dan menyusui Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.
Cefprozil dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter terlebih dahulu.
Bentuk obat Tablet dan suspensi serbuk

Peringatan Sebelum Menggunakan Cefprozil:

  • Jangan mengonsumsi cefprozil apabila Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat ini, obat golongan sefalosporin, ataupun penisilin.
  • Jangan mengonsumsi cefprozil berbentuk suspensi jika Anda menderita fenilketonuria.
  • Jangan minum minuman beralkohol, mengemudikan kendaraan, atau mengoperasikan mesin yang membutuhkan kewaspadaan ketika menggunakan obat ini, karena cefprozil dapat menyebabkan pusing.
  • Beri tahu dokter mengenai obat, suplemen, vitamin, atau obat herbal yang sedang Anda konsumsi, sebelum menggunakan cefprozil.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita penyakit ginjal dan penyakit saluran pencernaan, seperti radang usus.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Jika mengalami reaksi alergi obat atau overdosis setelah menggunakan cefprozil, segera temui dokter.

Dosis dan Aturan Pakai Cefprozil

Dosis dan aturan pakai cefprozil tergantung pada usia pasien. Berikut adalah dosis umum penggunaan cefprozil:

  • Infeksi kulit
    Dewasa: 500 mg sekali sehari, atau 250 mg 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 500 mg 2 kali sehari jika diperlukan. Durasi pemakaian selama 10 hari.
    Anak-anak berusia lebih dari 2 tahun:  20 mg/kgBB/hari. Dosis maksimal 1.000 mg/hari.
  • Infeksi saluran pernapasan
    Dewasa: 500 mg sekali sehari, atau 250 mg 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 500 mg 2 kali sehari jika diperlukan. Durasi pemakaian maksimal selama 10 hari.
  • Otitis media
    Anak-anak berusia 6–24 bulan: 15 mg/kgBB, sebanyak 2 kali sehari.
  • Sinusitis akut
    Anak-anak berusia 6–24 bulan: 7,5 mg/kgBB atau 15 mg/kgBB, sebanyak 2 kali sehari.
  • Radang tenggorokan (faringitis) atau radang amandel (tonsilitis)
    Anak-anak berusia 6–24 bulan: 7,5 mg/kgBB, sebanyak 2 kali sehari.

Cara Menggunakan Cefprozil dengan Benar

Gunakan cefprozil sesuai dengan anjuran dokter. Jangan berhenti mengonsumsi obat walaupun gejala infeksi sudah membaik. Berhenti menggunakan obat sebelum jangka waktu yang ditentukan dapat meningkatkan risiko bakteri yang diderita menjadi kebal (resisten) terhadap antibiotik.

Konsumsi cefprozil pada waktu yang sama setiap harinya. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau saat makan. Jika muncul keluhan nyeri lambung atau mual setelah mengonsumsi obat, konsumsilah cefprozil saat makan.

Bila lupa mengonsumsi obat, abaikan dan jangan menggandakan dosis pada jadwal konsumsi berikutnya.

Campurkan serbuk suspensi dengan air sesuai dengan takaran yang tercantum di kemasan obat. Jangan lupa mengocok suspensi cefprozil yang sudah dicairkan sebelum digunakan. Gunakan sendok takar, agar dosis pemakaian tepat.

Simpan cefprozil bentuk tablet di tempat bersuhu ruangan, hindarkan dari suhu panas, udara lembap, dan paparan cahaya matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Simpan suspensi cefprozil yang sudah dicairkan di kulkas, jangan membekukannya. Buang obat cefprozil yang sudah dicairkan setelah 14 hari.

Interaksi Obat Lain dengan Cefprozil

Ada beberapa interaksi yang bisa timbul akibat penggunaan cefprozil bersamaan dengan obat lain, di antaranya:

  • Peningkatan efek racun bagi ginjal jika digunakan dengan aminoglikosida
  • Peningkatan efek anti pembekuan darah dari antagonis vitamin K
  • Peningkatan efektivitas cepfprozil jika digunakan dengan probenecid
  • Penurunan efektivitas vaksin yang berasal dari bakteri hidup, seperti vaksin BCG, vaksin tifus, dan vaksin kolera

Kenali Efek Samping dan Bahaya Cefprozil

Di samping manfaat yang diberikannya, cefprozil berpotensi menyebabkan efek samping berikut:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Sakit perut
  • Pusing
  • Gatal di area kelamin

Jika kondisi tidak membaik atau bahkan memburuk, segera periksakan diri ke dokter. Anda juga dianjurkan untuk segera ke dokter apabila mengalami reaksi alergi obat dan efek samping serius yang jarang terjadi, seperti:

  • Gejala infeksi, yang meliputi demam, sakit tenggorokan, dan menggigil
  • Gejala gangguan ginjal, salah satunya perubahan volume urine
  • Sering mengalami memar atau perdarahan
  • Tinja berdarah atau berlendir, serta kram perut selama masa pengobatan