Prochlorperazine merupakan obat antipsikotik yang termasuk ke dalam golongan phenothiazine. Fungsi utama prochlorperazine adalah untuk mengobati psikosis (gangguan jiwa), seperti skizofrenia dan gangguan kecemasan. Selain itu, prochlorperazine juga dapat digunakan untuk mengatasi mual dan muntah berat.

Prochlorperazine - alodokter

Cara kerja prochlorperazine adalah dengan memengaruhi kondisi kimia di dalam otak, terutama dopamine. Prochlorperazine tidak boleh digunakan oleh anak berusia di bawah dua tahun atau dengan berat badan kurang dari 20 kg. Prochlorperazine tidak boleh digunakan untuk mengobati gejala psikotik terkait penyakit demensia dikarenakan dapat meningkatkan risiko kematian pada lansia penderita demensia.

Tentang Prochlorperazine

Golongan Antipsikotik dan antivertigo
Kategori Obat resep
Manfaat Meredakan gejala psikotik, mual, dan muntah
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak di atas 2 tahun
Kategori Kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Bentuk obat Obat oral (minum), suppositoria (lewat dubur), dan injeksi.

Peringatan:

  • Tidak disarankan untuk memberikan prochorperazine pada pasien yang mengalami depresi gangguan sistem saraf pusat, depresi sumsum tulang, tumor terkait hormon prolaktin, atau koma.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat atau sedang menderita gangguan berkemih, penyumbatan pada usus, glaukoma, penyakit jantung, tekanan darah rendah, kanker payudara, penyakit hati, atau tumor kelenjar adrenal.
  • Jangan memberikan proclorperazine pada anak sebelum atau sesudah menjalani pembedahan. Selain itu, konsultasikan kepada dokter jika akan memberikan prochlorperazine pada anak yang menderita flu, demam, mual, atau diare.
  • Konsultasikan kepada dokter jika terjadi kehamilan selama menggunakan prochlorperazine.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan prochlorperazine, segera temui dokter.

Dosis Prochlorperazine

Rincian dosis prochlorperazine dapat dilihat pada tabel berikut ini:

 Tujuan Pemberian  Bentuk Obat  Dosis
Meredakan mualdan muntah Suntik Dewasa: Untuk meredakan mual dan muntah biasa, dapat diberikan 12,5 mg dalam larutan asam mesilat. Jika diperlukan dosis dapat ditambah.Untuk meredakan mual dan muntah berat, dapat diberikan 2,5-10 mg melalui IV lambat dengan dosis maksimum 40 mg/hari.
Meredakan gejala psikosis Suntik Dewasa: 12,5-25 mg dilarutkan dalam asam mesliat kemudian diinjeksikan secara intramuskular dua hingga tiga kali sehari.
Pencegahan mual dan muntah Oral Dewasa: 5-10 mg dua hingga tiga kali sehari.
Meredakan vertigo Oral Dewasa: 15-30 mg/hari yang dibagi menjadi beberapa kali konsumsi. Dosis dapat diturunkan secara perlahan jika sudah reda menjadi 5-10 mg/hari.
Meredakan gejala gangguan kecemasan berat Oral Dewasa: 5-10 mg, maksimum 3-4 kali sehari.
Meredakan mual dan muntah Oral Dewasa: 20 mg, dapat ditambah jika diperlukan.
Meredakan gejala psikosis Oral Dewasa: 12,5 mg dua kali sehari selama 7 hari. Jika diperlukan, dosis bisa ditambah hingga mencapai 75-100 mg/hari. Untuk menjaga kondisi setelah pengobatan, dapat diberikan 25-50 mg/hari.Anak-anak 1-5 tahun: 1,25-2,5 mg. Maksimum diberikan tiga kali sehari.Anak-anak 5-12 tahun:

2,5-5 mg. Maksimum diberikan tiga kali sehari.

Meredakan mualdan muntah Suppositoria Dewasa: 25 mg dua kali sehari
Meredakan gejala psikosis Suppositoria Dewasa: 25 mg dua hingga tiga kali sehari.

Menggunakan Prochlorpeazine dengan Benar

Ikuti petunjuk yang diberikan oleh dokter terkait cara menggunakan prochlorperazine dengan benar. Simpan obat ini di tempat yang kering, tidak panas dan tidak terkena cahaya langsung.

Jika lupa mengonsumsi prochlorperazine oral, segera lakukan begitu teringat jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Jangan menggunakan prochlorperazine disertai dengan minuman beralkohol karena dapat menyebabkan pusing dan gangguan penglihatan.

Pasien biasanya akan disarankan oleh dokter untuk menjalani pemeriksaan secara rutin jika diresepkan prochlorperazine dalam jangka panjang, agar kondisinya tetap terpantau selama pengobatan berjalan.

Interaksi Obat dengan Prochlorperazine

Berikut ini adalah beberapa interaksi yang dapat terjadi jika menggunakan prochlorperazine dengan beberapa obat tertentu, di antaranya:

  • Dapat meningkatkan efek antikolinergis jika digunakan bersama dengan antihistamin, antidepresan trisiklik, dan obat parkinson.
  • Dapat menurunkan efek antihipertensi dari obat guanethidine dan penghambat andrenergik lainnya.
  • Dapat meningkatkan risiko aritmia jika digunakan bersama dengan obat yang memperpanjang interval segmen QT pada denyut jantung.
  • Dapat berakibat fatal jika digunakan bersama dengan zat yang menekan fungsi sistem saraf pusat, seperti alkohol, sedatif, hipnotik, barbiturat, opioid, antihistamin, dan anestesi general.

Efek samping Prochlorperazine

Beberapa efek samping yang umumnya muncul setelah menggunakan prochlorperazine, antara lain adalah:

  • Limbung dan pusing.
  • Hipotensi.
  • Tremor pada kaki dan tangan.
  • Rahang mengancing.
  • Pupil mata menyempit atau melebar.
  • Gatal atau timbul ruam pada kulit.
  • Insomnia dan merasa gelisah.
  • Kulit dan mata menguning.
  • Jumlah sel darah putih menurun.