Ketika keluarga atau temanmu baru saja melahirkan, kamu ingin segera mengunjungi dan melihat bayi mungil secara langsung. Tunggu dulu, jangan-jangan kunjunganmu bukannya menggembirakan, tapi malah merepotkan, lho. Yuk, simak rambu-rambunya.

Menjadi ibu baru merupakan hal yang menggembirakan, namun terkadang bisa menjadi masa yang sangat melelahkan. Menyesuaikan diri dengan keseharian baru bersama bayi bukanlah hal mudah. Sebagian besar ibu yang baru melahirkan baru bisa tidur menjelang pagi, sementara di saat yang sama masih perlu mengerjakan pekerjaan rumah.

Agar Tidak Mengganggu, Baca Dulu Etika Mengunjungi Bayi Baru Lahir - Alodokter

Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan dan Diperhatikan

Sebelum terburu-buru menjenguk ibu yang baru melahirkan dan bayinya, sebaiknya kamu memerhatikan etika mengunjungi bayi baru lahir, seperti berikut:

  • Tanya waktu yang tepat

Mungkin kamu mengira bahwa jam pulang kantor atau akhir pekan adalah saat yang tepat untuk mengunjungi bayi yang baru lahir. Tetapi, bisa jadi tidak demikian bagi ibu dan bayi yang hendak kamu kunjungi. Sebelum berkunjung, sebaiknya bertanya dulu, kapan waktu yang tepat untuk datang. Jangan biarkan ibu yang sedang kerepotan mengurus bayi, tiba-tiba kedatangan tamu tanpa pemberitahuan terlebih dulu.

  • Bantu ibu yang baru melahirkan

Mungkin hal ini terdengar aneh, karena biasanya tuan rumah yang melayani tamu. Tapi, karena ibu yang baru melahirkan pasti merasa kelelahan, apalagi jika ia mengurus bayi seorang diri, tanyakan apa yang bisa kamu bantu atau berikan. Kamu bisa membantu membereskan rumah, seperti mencuci piring kotor atau menyapu. Ini tentu saja bisa kamu lakukan jika kamu hubunganmu cukup dekat.

  • Jangan sembarangan menyentuh bayi

Kamu perlu sadar bahwa bayi yang baru lahir rentan terhadap infeksi bakteri atau virus yang mungkin dibawa orang dewasa. Ada baiknya kamu hanya melihat, tapi tidak menyentuh bayi. Tapi, jika sang Ibu mengizinkan menggendong bayinya, cuci tangan atau gunakan pembersih tangan instan terlebih dulu. Namun sejak awal sebaiknya hindari berdekatan dengan bayi jika kamu sedang pilek, batuk, sakit tenggorokan, atau sedang mengalami sakit lain, terutama yang menular.

  • Hati-hati saat menggendong bayi

Saat menggendong bayi baru lahir, pastikan leher dan kepalanya tertopang dengan baik. Selain itu, pastikan kamu tidak mengguncang tubuhnya, walaupun itu hanya main-main atau sekadar ingin membangunkannya. Mengguncang bayi baru lahir dapat mengakibatkan perdarahan otak, bahkan kematian.

  • Hindari mencium bayi

Hindari mencium bayi baru lahir karena sistem kekebalan tubuhnya belum kuat dan belum memperoleh vaksinasi lengkap, sehingga mudah terinfeksi. Influenza, serta penyakit infeksi saluran pernapasan lain yang mungkin sedang kamu alami, dapat menularkan penyakit yang membahayakan bayi.

  • Bawakan makanan atau pemberian lain untuk ibunya

Banyak orang membawakan kado untuk bayi yang baru lahir. Padahal ibu yang baru melahirkan juga perlu diberi kado, lho. Bentuknya tidak perlu macam-macam. Bahkan makanan kesukaannya saja bisa jadi pemberian yang sangat berarti. Bisa saja ia tidak sempat memasak atau mengurus diri sendiri karena repot mengurus bayi. Selain itu menyenangkan ibu yang baru melahirkan dapat membantunya memperlancar ASI dan mengurus si Kecil.

  • Hindari membicarakan diri sendiri atau memberi nasihat berlebihan

Sebaiknya jangan mengajukan pertanyaan seperti apakah kamu melahirkan dengan proses caesar atau normal, atau kamu memberikan ASI atau susu formula. Pertanyaan-pertanyaan yang kamu kira sederhana ini kadang dapat membuat orang yang kamu kunjungi tidak nyaman. Apalagi jika kamu malah lebih banyak bercerita tentang pengalamanmu sendiri saat melahirkan. Hindari juga memberikan nasihat berlebihan tentang bagaimana seharusnya ia merawat bayi.

  • Hargai privasi ibu dan bayi

Ada baiknya kamu meninggalkan ruangan jika ibu kamu kunjungi akan menyusui atau bayi tiba-tiba menangis karena merasa tidak nyaman.

Ternyata banyak hal yang perlu diperhatikan saat mengunjungi bayi baru lahir. Kamu juga dapat mencoba menempatkan dirimu pada pada posisi ibu dengan bayi  baru lahir, sehinggga lebih memahami kondisi dan kebutuhannya. Jadi pastikan kunjunganmu dapat membantu mereka agar lebih nyaman, ya.