Diagnosis anemia defisiensi vitamin B12 dan folat dapat ditetapkan berdasarkan gejala yang dialami, kondisi fisik penderita, serta pemeriksaan hitung darah lengkap. Tes darah tersebut bertujuan untuk mengetahui jumlah dan bentuk sel darah merah, sel darah putih, serta trombosit. Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat ditunjukkan dengan bentuk sel darah merah yang besar, tidak matang, serta bentuk darah putih dan trombosit yang tampak tidak normal. Selain itu, jumlah ketiiga unsur dalam darah itu cenderung lebih rendah dari normal. Dalam tes darah tersebut, kadar vitamin B12 dan folat dalam darah juga bisa diketahui.

Jika hasil tes darah menunjukkan tanda defisiensi, maka dokter perlu melakukan pemeriksaan penunjuang untuk memastikan diagnosisnya. Pemeriksaan tersebut berupa:

  • Tes antibodi. Antibodi dalam darah pasien akan diperiksa untuk mengetahui faktor intrinsik yang menunjukkan terhadap anemia pernisiosa.
  • Tes asam methylmalonic. Pada tes ini dokter akan memeriksa zat yang disebut methylmalonic dalam darah pasien yang menunjukkan kadar yang lebih tinggi pada penderita anemia ini.
  • Tes schillingPasien akan diminta untuk menelan sejumlah kecil vitamin B12 dengan kandungan radioaktif. Kemudian darah pasien akan diperiksa guna memastikan apakah tubuh pasien dapat menyerap vitamin ini.