Anjing dalmatian merupakan salah satu ras anjing yang paling mudah dikenali, berkat bulu putih berbintik hitam atau cokelatnya yang unik. Selain tampilannya yang mudah dikenali, anjing dalmatian tergolong aktif, cerdas, dan membutuhkan perawatan rutin agar tetap sehat serta nyaman tinggal bersama keluarga.

Anjing Dalmatian merupakan ras anjing yang berasal dari wilayah Dalmatia, yang kini merupakan bagian dari Kroasia. Dahulu, anjing ini dipelihara sebagai anjing penjaga, pemburu, hingga pendamping kereta kuda. Seiring waktu, anjing dalmatian semakin dikenal sebagai anjing pendamping dan salah satu ras yang populer di berbagai negara.

Anjing Dalmatian, Ini Ciri Khas, Risiko Kesehatan, dan Cara Merawatnya - Alodokter

Ciri dan Sifat Anjing Dalmatian

Anjing dalmatian memiliki beberapa sifat dan ciri tubuh yang khas, sehingga membuatnya berbeda dari ras anjing lain. Berikut beberapa di antaranya:

1. Bulu putih dengan bintik khas

Ciri paling mencolok dari anjing dalmatian adalah warna bulunya yang putih dengan bintik-bintik hitam atau cokelat di sekujur tubuhnya. Namun, warna bintik tersebut tidak muncul sejak mereka lahir lho, melainkan saat usia mereka menginjak sekitar 2–4 minggu. Selain itu, pola dan jumlah bintik pada tiap anjing dalmatian juga berbeda-beda, sehingga hal itu membuat mereka menjadi sangat unik. 

2. Tubuh atletis dan tinggi

Anjing dalmatian memiliki bentuk tubuh yang memiliki tubuh yang proporsional, tidak terlalu besar ataupun kecil. Berat badannya umumnya berkisar antara 20–32 kg, dengan struktur tubuh sedikit berotot tetapi tetap terlihat anggun. 

Selain itu, anjing ini juga memiliki tubuh yang ramping dan kaki yang cukup panjang. Bahkan, saking panjangnya, hal itu membuat anjing dalmatian bisa memiliki tinggi sekitar 48–61 cm. Nah, karena bentuk tubuhnya ini, anjing dalmatian bisa berlari dengan cepat.

3. Aktif dan penuh energi

Anjing dalmatian dikenal sebagai anjing yang memiliki energi cukup tinggi. Nah, hal itu membuat anjing dalmatian menjadi sangat aktif dan antusias sehingga memerlukan banyak kegiatan fisik untuk membakar energinya yang melimpah. 

Jika tidak diajak berolahraga atau bermain, anjing dalmatian bisa merasa bosan dan stres, yang dapat menyebabkan munculnya perilaku buruk, seperti menggigit barang di rumah, menggonggong tanpa sebab, atau melompat-lompat tidak terkendali. 

4. Cerdas dan mudah dilatih

Anjing dalmatian termasuk dalam jenis ras anjing yang cukup cerdas. Karena itu, anjing dalmatian mampu belajar berbagai perintah dasar maupun trik baru, terutama jika diajarkan secara rutin sejak masih kecil. 

Meski begitu, perlu diketahui bahwa anjing ini terkadang bisa sangat keras kepala, sehingga latihan harus dilakukan dengan konsisten, tanpa menggunakan kekerasan, dan diselingi dengan pujian atau hadiah ketika ia berhasil melakukan perintah dengan benar. Hal ini akan memudahkan pemilik dalam mengendalikan perilaku dalmatian dan membuatnya lebih patuh.

5. Suka berinteraksi dengan pemilik

Anjing dalmatian juga termasuk anjing yang sangat setia dan suka menghabiskan waktu dengan pemilik. Ia akan merasa senang jika diajak bermain, berjalan-jalan, atau sekadar duduk bersama pemiliknya. 

Nah, karena itu, interaksi yang cukup sangat penting agar anjing dalmatian tidak merasa kesepian atau terabaikan. Jika sering ditinggal sendirian, ia bisa menjadi mudah stres dan cenderung berperilaku destruktif.

6. Waspada terhadap lingkungan

Anjing dalmatian memiliki naluri waspada yang tinggi. Ia gampang menyadari kehadiran orang asing, suara aneh, atau perubahan di sekitar rumah. Karena sifat ini, anjing dalmatian dapat menjadi anjing penjaga yang baik. 

Meski begitu, tanpa pelatihan yang tepat, anjing dalmatian bisa terlalu sering menggonggong jika ada sesuatu yang dianggap tidak biasa, sehingga pemilik harus mengajarkan batasan secara bertahap sejak dini.

Risiko Kesehatan Anjing Dalmatian yang Perlu Diperhatikan

Ada beberapa kondisi kesehatan yang berisiko tinggi terjadi pada anjing dalmatian, berikut di antaranya yang perlu diwaspadai oleh pemilik dalmatian:

1. Gangguan pendengaran bawaan

Salah satu masalah kesehatan paling umum pada ras anjing dalmatian adalah gangguan pendengaran (tuli bawaan). Bahkan, sekitar 10–30% anjing dalmatian bisa mengalami tuli pada satu atau kedua telinga karena faktor genetik. 

Nah, tanda-tanda yang biasanya ditunjukkan anjing dalmatian bila ia memiliki masalah dengan pendengarannya antara lain tidak bereaksi saat dipanggil, tidak menoleh ke suara, atau mudah terkejut ketika disentuh dari belakang. 

2. Batu saluran kemih

Anjing dalmatian mempunyai kecenderungan genetik menghasilkan asam urat lebih tinggi dibandingkan ras anjing lain. Akibatnya, mereka lebih mudah mengalami pembentukan batu pada saluran kemih. 

Nah, batu tersebut bisa menyebabkan sumbatan sehingga anjing sulit atau bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali. Gejala yang biasanya muncul dan perlu Anda perhatikan bila memelihara anjing dalmatian antara lain sering kencing dalam jumlah sedikit, mengejan, urine berwarna merah muda atau berdarah, hingga tidak buang air kecil sama sekali.

3. Masalah kulit dan alergi

Kulit anjing dalmatian umumnya sangat sensitif dan sering mengalami masalah, seperti gatal, kulit kemerahan, dan infeksi kulit. Selain itu, beberapa anjing dalmatian juga mudah mengalami bulu rontok berlebihan atau kulit bersisik.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari alergi makanan, gigitan kutu, hingga iritasi akibat bahan kimia atau lingkungan yang kurang bersih. 

4. Kelebihan berat badan

Meski termasuk anjing yang aktif, anjing dalmatian juga tetap memiliki risiko kelebihan berat badan (obesitas). Hal ini bisa terjadi apabila asupan makanan anjing dalmatian berlebihan atau aktivitas fisiknya kurang. 

Jika dibiarkan, berat badan yang berlebih bisa memberi tekanan ekstra pada sendi-sendi anjing dalmatian sehingga meningkatkan risiko mereka terkena masalah sendi dan cedera. Selain itu, anjing dalmatian juga bisa berisiko terkena penyakit jantung. 

Cara Merawat Anjing Dalmatian

Agar anjing dalmatian tetap sehat dan bahagia, berikut beberapa tips perawatan anjing dalmatian yang perlu Anda lakukan:

1. Ajaklah anjing dalmatian beraktivitas 

Karena rentan mengalami kenaikan berat badan dan stres, ajaklah anjing dalmatian kesayangan Anda untuk bergerak aktif, minimal sekitar 1–2 jam setiap hari. Beberapa aktivitas yang bisa Anda lakukan bersama anjing dalmatian adalah berjalan kaki dua kali sehari, bermain lempar bola, berlari ringan, atau berenang jika memungkinkan. 

2. Berikan makanan yang tepat

Kesehatan anjing dalmatian sangat dipengaruhi oleh pola makannya. Karena itu, pilihlah makanan khusus anjing berkualitas tinggi yang mengandung protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuhnya. Selain itu, sediakan juga makanan anjing berkualitas yang rendah purin untuk meminimalkan risiko batu saluran kemih.

Hindari memberi makanan manusia, terutama yang mengandung daging merah tertentu atau jeroan yang tinggi purin. Selain itu, pastikan makanan yang Anda berikan juga porsinya sudah tepat dan sesuai dengan usia, berat badan, dan aktivitas fisiknya. Dengan begitu, risiko terjadinya obesitas pada anjing dalmatian Anda bisa dicegah. 

3. Sediakan air minum bersih

Anjing dalmatian membutuhkan asupan cairan yang cukup sehingga risiko terjadinya batu atau masalah lain pada saluran kemihnya bisa dicegah. Oleh karena itu, sediakan air minum bersih atau air matang di mangkuk yang dangkal dan mudah dijangkau. Bila perlu, sediakan air mancur khusus anjing (pet water fountain) agar mereka lebih tertarik untuk minum.

Namun, pastikan air minumnya diganti secara berkala dan bersihkan mangkuk air minumnya secara rutin agar untuk mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur. Dengan begitu, risiko terjadinya masalah kesehatan pada anjing damatian makin berkurang.

4. Latih dan ajak anjing dalmatian bersosialisasi sejak kecil

Mulai biasakan anjing dalmatian dengan suara kendaraan, orang asing, dan anjing lain sejak kecil. Hal ini penting dilakukan agar anjing dalmatian kesayangan Anda tidak takut atau agresif saat bertemu orang, lingkungan, atau situasi baru. 

Selain itu, Anda juga bisa mengajarkan anjing dalmatian Anda beberapa perintah dasar, seperti duduk, diam, atau datang. Pelatihan ini dapat mencegah anjing dalmatian memiliki sifat keras kepala. 

5. Rawat bulu dan jaga kebersihan tubuhnya 

Meski bulunya pendek, bulu anjing dalmatian tetap rentan mengalami kerontokan. Oleh karena itu, penting untuk menyisir bulu anjing dalmatian seminggu 2–3 kali untuk mengangkat bulu yang rontok dan menjaga bulu tetap bersih serta sehat.

Selain itu, mandikan anjing dalmatian kesayangan Anda setiap 1–2 bulan sekali, atau lebih sering jika ia banyak bermain di luar dan cenderung kotor menggunakan sampo khusus anjing yang lembut. Setelah itu, keringkan bulunya secara menyeluruh hingga kering dengan handuk, terutama di lipatan dan area yang rentan mengalami masalah kulit.

Jangan lupa, bersihkan juga area mata, telinga, kuku, dan sikat giginya minimal 2–3 kali seminggu dengan pasta khusus anjing untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan pada anjing dalmatian Anda. 

6. Periksa kesehatan anjing dalmatian secara rutin

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, anjing dalmatian rentan mengalami beberapa masalah kesehatan. Karena itu, jadwalkan kunjungan ke dokter hewan minimal 1–2 kali setahun untuk melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk pemeriksaan pendengaran. Dengan begitu, jika ditemukan masalah kesehatan tertentu, anjing dalmatian kesayangan Anda bisa segera ditangani.

Selain itu, lakukan vaksinasi lengkap dan pemberian obat cacing secara berkala agar kesehatan anjing dalmatian kesayangan Anda terjaga secara menyeluruh.

Anjing dalmatian bisa menjadi teman setia dan menyenangkan bila perawatannya tepat. Ras ini paling cocok untuk pemilik yang punya waktu, perhatian, dan komitmen tinggi untuk mengajaknya bergerak dan berinteraksi setiap hari. Karena itu, sebelum memutuskan memelihara anjing dalmatian, pertimbangkan waktu luang yang Anda miliki agar kebutuhan fisik dan mentalnya terpenuhi dengan baik. 

Selain itu, pertimbangkan juga kondisi rumah, biaya perawatan, serta kemudahan akses ke dokter hewan. Karena memelihara anjing bukan hanya soal suka pada tampilannya, tetapi juga kesiapan merawatnya dalam jangka panjang.

Jika Anda menemukan kendala dalam merawat anjing dalmatian milik Anda atau khawatir dengan kesehatannya, manfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran yang tepat dan cepat. Anda juga bisa melakukan Booking Dokter Hewan atau mencari Klinik Hewan terdekat untuk konsultasi langsung jika ia menunjukkan ciri-ciri sakit melalui aplikasi ALODOKTER lho.