Sama seperti anak-anak dan orang dewasa, bayi yang sudah makan MPASI juga membutuhkan asupan serat melalui makanan. Namun, jumlah serat yang dibutuhkan bayi tentunya lebih sedikit. Meski dibutuhkan hanya dalam jumlah yang sedikit, peran serat tetap penting untuk kesehatan bayi.

Serat dibagi menjadi dua jenis, yakni serat larut dan tidak. Serat larut adalah jenis serat yang dapat larut dalam air. Serat jenis ini mampu menurunkan kadar kolesterol dan mengontrol kadar gula darah. Sedangkan, serat tidak larut dalam air adalah jenis serat yang bisa membantu mengatasi sembelit.

Bun, Ketahui Pentingnya Serat untuk Bayi, Yuk! - Alodokter

Ini Jumlah dan Manfaat Serat untuk Bayi

Memasuki usia 6 bulan, bayi sudah diperbolehkan untuk makan makanan pendamping ASI (MPASI). Dalam menu hariannya, Bunda dianjurkan untuk menyertakan serat karena dapat memberikan sejumlah manfaat berikut:

  • Membuat bayi kenyang lebih lama, sehingga dapat mengontrol berat badannya
  • Membantu mencegah dan meredakan sembelit
  • Menurunkan risiko terjadinya hemoroid
  • Menjaga kesehatan saluran cerna berkat kandungan prebiotik yang umumnya terdapat di makanan kaya serat
  • Membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung dan diabetes di kemudian hari

Walaupun serat penting bagi kesehatannya, bayi tidak membutuhkan serat dalam jumlah yang banyak. Bayi berusia 6–11 bulan hanya memerlukan 11 gram serat per hari atau setara dengan setengah sendok makan saja.

Seiring bertambah usianya, kebutuhan serat bayi pun akan meningkat. Pada anak usia 1–3 tahun, kebutuhan seratnya adalah sebanyak 19 gram atau setara dengan satu sendok makan lebih. Sedangkan, pada anak usia 4–6 tahun, kebutuhan seratnya adalah 20 gram atau sekitar 2 sendok makan.

Jenis dan Sumber Serat yang Baik untuk Bayi

Serat hanya bisa Bunda temukan dari tanaman atau produk makanan nabati. Berikut ini adalah sumber serat yang bisa Bunda pilih untuk diberikan kepada Si Kecil:

Buah dan sayuran

Buah dan sayuran sangat baik untuk pencernaan bayi. Selain mengandung serat, buah dan sayuran, seperti apel, pisang, wortel, dan brokoli, juga mengandung vitamin dan asam folat. Bunda bisa mengolah buah dan sayuran menjadi puree, sayur kukus, atau disajikan langsung sebagai camilan Si Kecil.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan, seperti kacang tanah, mete, dan almond, juga bisa menjadi camilan sehat sumber serat untuk bayi. Namun, sebelum memberikan kacang kepada Si Kecil, pastikan ia tidak alergi terhadap kacang. Selain mengandung serat, kacang-kacangan juga diperkaya dengan protein, magnesium, dan vitamin E.

Untuk memperkenalkan kacang kepada Si Kecil, Bunda bisa memulainya dengan memberikan makanan lunak, seperti selai kacang. Tambahkan selai kacang pada roti atau pisang saat Si Kecil nyemil. Namun, Bunda harus hati-hati, karena selai kacang biasanya kental dan lengket sehingga dapat membuat Si Kecil tersedak.

Biji-bijian

Biji-bijian, gandum utuh, dan beras merah bisa menjadi pilihan sumber serat untuk menu harian Si Kecil. Tidak hanya mengandung serat, makanan jenis ini juga kaya akan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuhnya.

Bunda bisa membuatkan berbagai makanan dengan bahan dasar biji-bijian yang mudah dikunyah Si Kecil, misalnya oatmeal cookies, bubur beras merah, roti gandum, atau bubur kacang.

Setelah mengetahui pentingnya serat bagi kesehatan Si Kecil, kini Bunda tidak perlu ragu lagi untuk memberikan makanan yang banyak mengandung serat. Namun, jangan memberikan serat terlalu banyak dan pastikan Bunda mengolahnya menjadi makanan yang mudah ditelan Si Kecil, ya.

Bila Si Kecil mengalami reaksi alergi atau keluhan pada pencernaannya setelah mengonsumsi makanan sumber serat, segera periksakan ia ke dokter.