Sembelit pada bayi memang umum terjadi. Namun, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap remeh atau dibiarkan berlarut-larut, karena bisa membuat bayi tidak nyaman, rewel, bahkan mengalami komplikasi yang serius. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi sembelit pada bayi sedini mungkin.

Gejala susah buang air besar pada bayi umumnya ditandai dengan bayi tidak BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu, tinja keras dan sulit keluar, atau tinja terlihat seperti bongkahan kecil.4 Penyebab Sembelit pada Bayi dan Cara Efektif Mengatasinya - Alodokter

Kondisi sembelit pada bayi pun bisa menimbulkan rasa tidak nyaman baginya, sehingga membuat bayi rewel dan menangis terus-menerus.

Berbagai Penyebab Sembelit pada Bayi

Untuk mengetahui cara mengatasi sembelit pada bayi, orang tua perlu tahu apa saja faktor penyebabnya. Berikut ini adalah beberapa penyebab sembelit pada bayi yang paling umum terjadi:

1. Baru dikenalkan dengan makanan padat

Sembelit biasanya dialami bayi yang mengalami transisi dari konsumsi cairan atau ASI ke makanan padat. Hal ini dapat terjadi karena sistem pencernaannya belum terbiasa dengan kehadiran makanan padat.

2. Kekurangan cairan

Kekurangan cairan bisa menyebabkan kotoran bayi menjadi kering atau keras, sehingga susah dikeluarkan. Selain itu, bayi terkadang susah menerima makanan dan minuman karena memiliki masalah di mulutnya, seperti pertumbuhan gigi susu atau adanya sariawan.

3. Pemilihan susu formula yang kurang tepat

Susu formula memiliki komposisi nutrisi yang berbeda dengan ASI, sehingga lebih sulit dicerna. Hal ini dapat menyebabkan tinja bayi menjadi lebih keras dan sedikit lebih besar, sehingga bayi segan buang air besar dan mengalami sembelit.

4. Kondisi medis tertentu

Kondisi medis tertentu juga bisa menyebabkan terjadinya sembelit pada bayi. Pada bayi di bawah usia 6 bulan, ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab umum bayi mengalami sembelit, yaitu penyakit Celiac, hiperkalsemia, hipotiroid, penyakit Hirschprung, dan kelainan sumsum tulang belakang.

Beberapa kondisi medis lain yang juga bisa menyebabkan bayi mengalami sembelit adalah keracunan makanan dan alergi makanan atau alergi susu sapi. Faktor psikologis juga bisa memengaruhi bayi mengalami sembelit, misalnya karena berada di lingkungan asing atau saat bepergian jauh.

Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi

Untuk mengatasi sembelit pada bayi, Anda perlu menyesuaikan dengan usia Si Kecil. Hal ini karena kondisi fisik bayi berbeda-beda di tiap perkembangan usianya. Contohnya, sembelit pada bayi yang berusia kurang dari 6 bulan lebih sering disebabkan oleh konsumsi susu formula.

Namun, bila Anda ingin mengganti jenis susu formula atau kembali memberikan ASI untuk Si Kecil, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter lebih dulu guna menentukan keamanannya dan mengetahui jenis susu formula yang sesuai dengan kondisi Si Kecil.

Sembelit pada bayi kurang dari 6 bulan juga bisa diatasi dengan cara mengayunkan kedua kakinya. Gerakan ini bisa mendukung pergerakan di saluran cerna, sehingga kotoran akan lebih mudah dikeluarkan.

Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu meletakkan Si Kecil di kasur dalam posisi terlentang, lalu ayunkan kedua kakinya seperti mengayuh sepeda.

Sedangkan untuk mengatasi sembelit pada bayi usia 6–24 bulan, Anda dapat melakukan berbagai cara berikut ini:

Berikan makanan tinggi serat

Tambahkan asupan serat dari sayuran dan buah ke dalam menu MPASI Si Kecil setiap harinya. Utamakan memberinya makan berserat yang berasal dari buah-buahan berkulit dan bisa langsung dikonsumsi, seperti buah plum, aprikot, persik, atau kismis.

Berikan cairan tambahan

Bila Si Kecil mengonsumsi susu formula, Anda bisa memberikan asupan cairan tambahan di luar waktu makan utama. Berbagai asupan cairan tersebut bisa diperoleh dari air putih, sup, atau jus buah.

Jus buah juga bisa melancarkan sistem pencernaan bayi dan mengatasi susah BAB. Anda bisa memberikan Si Kecil jus buah segar dari apel atau pir selama 1 minggu, tetapi pastikan untuk tidak memberinya lebih dari 120 ml per hari.

Batasi pemberian susu sapi

Bila Si Kecil sudah berusia lebih dari 18 bulan, disarankan untuk tidak memberinya susu sapi lebih dari 500 ml per hari. Hindari pula memberinya minuman manis sebelum waktu makan utama.

Jika Anda sudah melakukan berbagai cara mengatasi sembelit pada bayi di atas, tetapi kondisi Si Kecil tak kunjung membaik atau disertai keluhan lainnya, seperti BAB berdarah, demam, atau muntah terus-menerus, segera bawa ia ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.