Apidra Solostar adalah obat berbentuk pen untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2. Penggunaan obat ini dapat menurunkan risiko komplikasi diabetes, seperti gagal ginjal dan serangan jantung.

Apidra Solostar memiliki bahan aktif insulin glulisine. Insulin glulisine merupakan jenis insulin yang bekerja cepat untuk menurunkan kadar gula darah tinggi dengan cara meningkatkan produksi hormon insulin. 

Apidra Solostar

Penggunaan Apidra Solostar biasanya dikombinasikan dengan insulin kerja panjang atau insulin kerja menengah. Apidra Solostar umumnya mulai bekerja sekitar 15 menit setelah disuntikkan, dan mencapai efek puncaknya dalam 1 jam. 

Apa Itu Apidra Solostar

Bahan aktif 100 U/ml insulin glulisine
Golongan Obat resep
Kategori Obat antidiabetes
Manfaat Mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Apidra Solostar untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Apidra Solostar untuk ibu menyusui Apidra Solostar boleh digunakan oleh ibu menyusui. Namun, diskusikan dengan dokter mengenai dosis yang aman digunakan selama menyusui.
Bentuk obat Injeksi (suntik)

Peringatan sebelum Menggunakan Apidra Solostar

Apidra Solostar harus digunakan sesuai dengan saran dari dokter dan aturan pakai pada kemasan. Perhatikan hal-hal berikut sebelum menggunakan obat ini:

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Apidra Solostar tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap insulin.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Apidra Solostar jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit jantung, penyakit liver, penyakit ginjal, penyakit mata, atau kekurangan kalium (hipokalemia).
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Hal ini untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah menggunakan Apidra Solostar. Obat ini dapat menyebabkan penglihatan kabur, pusing, atau kantuk.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Apidra Solostar. Hal ini untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. 
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Apidra Solostar.

Dosis dan Aturan Pakai Apidra Solostar

Dosis dan waktu penyuntikan Apidra Solostar akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kebutuhan individu, hasil pemeriksaan gula darah, pola makan, dan gaya hidup pasien. 

Cara Menggunakan Apidra Solostar dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang tertera pada kemasan obat sebelum menggunakan Apidra Solostar. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.

Agar obat bekerja dengan optimal, ikutilah cara penggunaan Apidra Solostar berikut dengan benar:

  • Apidra Solostar sebaiknya disuntikkan 15 menit sebelum makan. Suntikkan Apidra Solostar ke bawah kulit area perut, paha, atau lengan bagian atas.
  • Apidra Solostar hanya boleh digunakan secara pribadi. Jangan berbagi pen dan jarum obat kepada orang lain untuk mencegah kontaminasi atau infeksi.
  • Cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menggunakan Apidra Solostar.
  • Lepaskan penutup pen, lalu pasang jarum di bagian ujung pen, setelah itu, atur dosis obat yang dianjurkan dokter dengan memutar bagian bawah pen.
  • Gunakan alcohol swab untuk membersihkan area kulit yang akan disuntik obat dan tunggu hingga kering.
  • Tekan tombol di ujung pen untuk memasukkan obat sampai dosis menunjukkan angka nol (0). Tahan selama beberapa detik guna memastikan seluruh obat sudah masuk.
  • Pastikan untuk menyuntikkan obat di area kulit yang berbeda setiap harinya. Gunakanlah jarum baru setiap menyuntikkan obat.
  • Setelah Apidra Solostar disuntikkan, pasang penutup jarumnya, lalu putar untuk melepaskan seluruh bagian jarum. Selanjutnya, buang jarum ke tempat sampah khusus.
  • Simpan Apidra Solostar di dalam kulkas. Setelah digunakan, letakkan pen di tempat bersuhu ruangan selama 28 hari. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak. 

Interaksi Apidra Solostar dengan Obat Lain

Berikut ini adalah efek interaksi obat yang bisa terjadi jika Apidra Solostar digunakan bersama obat lain:

  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping serius berupa pembengkakan atau gagal jantung bila Apidra Solostar digunakan bersama pioglitazone
  • Peningkatan risiko terjadinya hipoglikemia jika digunakan dengan obat antidiabetes bentuk minum, ACE inhibitor, fluoxetine, pentoxifylline, atau antibiotik sulfonamida
  • Penurunan efektivitas Apidra Solostar dalam menurunkan kadar gula darah jika digunakan bersama danazol, hormon tiroid, atau pil KB
  • Peningkatan risiko tersamarnya gejala hipoglikemia bila digunakan dengan obat golongan penghambat beta

Untuk menghindari risiko terjadinya efek interaksi yang tidak diinginkan, pastikan untuk berkonsultasi melalui Chat Bersama Dokter jika hendak menggunakan Aprida Solostar bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Apidra Solostar

Beberapa efek samping yang dapat timbul setelah menggunakan Apidra Solostar adalah:

  • Nyeri, kemerahan, gatal, atau bengkak pada area yang disuntik obat
  • Penebalan kulit pada area kulit yang disuntik obat 

Konsultasikan dengan dokter melalui chat jika muncul keluhan di atas, apalagi bila makin parah. Dokter akan memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi efek samping tersebut.

Segera periksakan diri ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius berikut:

  • Gejala hipoglikemia, seperti lapar berat, keringat berlebih, sakit kepala, pusing, mual, denyut jantung cepat, gemetar, cemas, atau mudah marah
  • Penumpukan cairan dalam tubuh, yang ditandai dengan berat badan bertambah, pembengkakan di tangan dan kaki, atau sesak napas
  • Gejala hipokalemia, seperti sembelit, kesemutan, kram otot, jantung berdebar, hilang nafsu makan, atau lemas