Asfiksia Dapat Berakibat Fatal, Waspadai Penyebabnya

Asfiksia terjadi ketika seseorang sulit bernapas, sehingga asupan oksigen ke tubuh berkurang. Tak jarang, asfiksia berujung fatal dan menyebabkan kematian.

Mengingat risiko asfiksia, maka kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Mengenali penyebab asfiksia penting untuk mencegahnya terjadi.

asfiksia dapat berakibat fatal, waspadai penyebabnya - alodokter

Beberapa penyebab dari asfiksia, di antaranya:

  • Tersedak
    Tersedak dapat menyebabkan penyumbatan saluran udara seperti faring, laring, trakea dan bronkus sehingga terjadilah asfiksia. Pada bayi, asfiksia mungkin saja terjadi karena bayi tersedak oleh cairan, seperti susu atau cairan yang sempat dimuntahkannya. Selain itu bayi dan anak-anak seringkali memasukkan sesuatu ke mulut yang memungkinkan mereka tersedak. Awasi anak dengan baik agar anak tidak memasukkan barang-barang yang ada di dekatnya seperti koin, kelereng, atau makanan dengan ukuran besar ke dalam mulutnya. Jika anak berusia di bawah 5 tahun, jangan memberikan makanan rebusan yang masih keras, hindari pula memberi camilan yang mungkin membuatnya tersedak, seperti popcorn ataupun permen kenyal kepadanya. Jika ingin memberikan buah kepadanya, pastikan bahwa Anda memotongnya dengan ukuran kecil agar anak tidak tersedak.
  • Menghirup asap atau zat kimia
    Asap pembakaran yang terhirup dapat menyebabkan seseorang mengalami asfiksia, bahkan berisiko fatal. Hal ini terkait produksi karbon dioksida dari pembakaran tersebut yang dapat mengikis lapisan oksigen di sekitarnya, sehingga oksigen yang dibutuhkan tubuh tidak mencukupi. Selain karbon dioksida, zat kimia lain dalam asap juga dapat menyebabkan proses peradangan, yang bahkan bisa merusak saluran pernapasan dan menyebabkan terjadinya asfiksia, di antaranya adalah sulfur dioksida, amonia, HCl, dan klorin.
  • Dibekap
    Jika hidung dan mulut dibekap oleh benda ataupun bagian tubuh tertentu, maka asfiksia bisa saja terjadi. Hal ini kerap terjadi pada banyak kasus kriminal. Sedangkan pada bayi atau anak, asfiksia karena bekap bisa terjadi terutama pada bayi/anak yang masih tidur bersama dengan orang tua karena tertindih bantal atau lengan orang tua saat tidur, sehingga dapat menyebabkan anak sulit bernapas dan mengalami mati lemas.  Selain itu, perhatikan pula penggunaan kasur dan ranjang. Pastikan kasur yang digunakan memiliki permukaan yang rata dan tidak ada sela antara kasur dan ranjang, untuk mencegah bayi/anak tak sengaja terhimpit.
  • Tercekik
    Tercekik secara sengaja ataupun tidak merupakan salah satu penyebab terjadinya asfiksia. Pada anak, kasus tercekik dapat terjadi secara tidak sengaja karena barang-barang di lingkungan sekitar. Jika di rumah Anda terdapat tali tirai jendela yang menjuntai, disarankan untuk menggantinya dengan tirai yang lebih aman atau menjauhkan tali dari jangkauan anak. Sebab, anak bisa saja memainkan tali tersebut di sekitar leher dan tercekik secara tidak sengaja.  Jadi, jauhkan anak dari tali tirai, kabel, ikat pinggang, atau segala sesuatu yang mungkin dapat menyebabkan anak tercekik secara tidak sengaja.

Selain karena beberapa kondisi di atas, asfiksia juga bisa disebabkan karena kondisi medis tertentu. Kondisi medis yang dapat menyebabkan seseorang mengalami asfiksia di antaranya adalah reaksi alergi yang parah berupa anafilaksis, kelainan neurologis seperti multiple sclerosis, penyakit pernapasan seperti bronkitis kronis atau emfisema, dan penyakit tumor.

Asfiksia pada anak atau dewasa perlu diwaspadai. Segera singkirkan benda yang dapat mengganggu pernapasan atau perbaiki posisi tubuh untuk memperoleh oksigen dengan lebih baik, dan kunjungi unit gawat darurat atau dokter yang terdekat.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi