Hipoksemia adalah kondisi di mana kadar oksigen dalam darah rendah. Padahal, oksigen sangat diperlukan untuk menjaga organ dan jaringan tubuh tetap berfungsi dengan baik. Hipoksemia bisa terdeteksi melalui pemeriksaan fisik serta tes darah.

Hipoksemia merupakan kondisi serius yang memerlukan penanganan medis segera. Tanpa oksigen yang cukup (meski hanya dalam waktu beberapa menit), organ-organ di dalam tubuh, seperti jantung, otak, ginjal, dan organ penting lainnya bisa rusak dan tidak berfungsi dengan baik. Yuk, cari tahu lebih banyak tentang hipoksemia, penyebab, gejala, dan cara penanganannya.

Hipoksemia, Ketika Darah Kekurangan Oksigen - Alodokter

Beberapa Penyebab Hipoksemia

Hipoksemia dapat disebabkan oleh beberapa penyakit atau kondisi medis tertentu meliputi:

Selain penyakit atau kondisi medis, faktor lingkungan juga dapat menyebabkan jumlah oksigen dalam darah berkurang. Beberapa faktor lingkungan tersebut termasuk:

  • Berada di ketinggian lebih dari 2.400 meter di atas permukaan laut atau lebih, misalnya saat mendaki gunung.
  • Berada di lingkungan penuh asap rokok atau menjadi perokok pasif.
  • Terpapar polusi udara yang parah.
  • Menghirup gas beracun yang menyebabkan paru-paru sulit bekerja.

Tanda dan Gejala Hipoksemia

Gejala hipoksemia dapat berbeda dari satu orang ke orang lain, tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Meski begitu, gejala yang paling umum terjadi adalah:

  • Sesak napas atau napas berat.
  • Batuk-batuk.
  • Sakit kepala.
  • Linglung.
  • Jantung berdetak cepat.
  • Kulit, kuku, dan bibir membiru (sianosis) .
  • Penurunan kesadaran atau koma.

Untuk mengetahui apakah gejala yang muncul tersebut mengacu pada hipoksemia, dibutuhkan pemeriksaan oleh dokter. Dalam menentukan diagnosis dan mencari penyebabnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap, serta penunjang, seperti tes darah dan Rontgen dada.

Untuk menentukan kadar oksigen di dalam tubuh, dapat dilakukan beberapa pemeriksaan berikut:

  • Oksimetri nadi (pulse oximetry)
    Oksimetri nadi adalah tes untuk mengukur level oksigen dalam darah. Tes ini juga dapat mendeteksi seberapa efisien oksigen dialirkan ke seluruh tubuh. Tes dilakukan dengan menjepit jari tangan, jari kaki, atau daun telinga dengan alat oksimetri nadi.
  • Analisis gas darah
    Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur kadar oksigen dan gas lainnya dalam darah, serta tingkat keasaman atau pH darah. Analisis gas darah dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dari pembuluh darah arteri pada area pergelangan tangan.
  • Tes pernapasan (spirometry)
    Tes spirometri dilakukan untuk mengetahui seberapa optimal fungsi pernapasan Anda dan seberapa baik paru-paru membawa oksigen ke seluruh tubuh. Anda diharuskan menghembuskan napas dalam-dalam ke dalam tabung yang terhubung ke komputer atau mesin lain.

Langkah Penanganan untuk Mengatasi Hipoksemia

Penanganan hipoksemia bertujuan untuk meningkatan kadar oksigen dalam darah. Langkah pengobatan yang diambil pun akan tergantung pada seberapa parah hipoksemia yang dialami dan penyebab yang mendasarinya.

Beberapa penanganan yang dapat dilakukan adalah:

  • Terapi oksigen
    Terapi oksigen menggunakan masker atau selang yang dialiri oksigen (kanul nasal). Jika pasien tidak dapat bernapas sendiri, mungkin akan dibutuhkan tindakan intubasi untuk memasang alat bantu napas berupa pipa pada saluran napas pasien.
    Setelah pipa alat bantu napas terpasang, dokter dapat memompa oksigen melalui kantong khusus yang dialiri oksigen (ambu bag), atau menggunakan bantuan mesin ventilator.
  • Pemberian obat-obatan
    Pemilihan obat-obatan bisa sangat beragam, tergantung faktor penyebab hipoksemia pada pasien. Jika disebabkan oleh asma atau penyempitan jalan napas, dokter dapat memberikan obat bronkodilator dan kortikosteroid. Untuk hipoksemia yang disebabkan oleh infeksi, misalnya karena sepsis atau pneumonia, maka dokter dapat memberikan antibiotik.

Untuk hipoksemia yang disebabkan oleh anemia atau perdarahan berat, maka dokter dapat memberikan penanganan berupa transfusi darah. Karena merupakan kondisi berat yang membutuhkan pemantauan medis ketat dan pengobatan yang tepat, maka pasien hipoksemia umumnya akan membutuhkan perawatan di ruang ICU.

Seperti disebutkan di atas, hipoksemia perlu ditangani secepatnya oleh dokter di rumah sakit. Jika tidak, hipoksemia dapat menyebabkan jaringan dan organ tubuh mengalami kerusakan berat yang dapat mengakibatkan kegagalan fungsi organ, kerusakan organ secara permanan, bahkan kematian.