Anda mungkin pernah mendengar chiropractic. Ini adalah sebuah prosedur yang bisa jadi efektif untuk mengatasi sakit di area punggung, tepatnya di tulang belakang.

Selain kondisi tersebut, chiropractic juga mungkin efektif untuk mengatasi nyeri leher dan sakit kepala. Metode pengobatan ini dilakukan oleh dokter atau ahli terlatih, yang disebut chiropractor.

Terapi Chiropractic untuk Nyeri Punggung - Alodokter

Seperti Apa Prosedur Chiropractic?

Dalam menjalani prosedur chiropractic, seorang chiropractor akan melakukan penekanan pada sendi tulang belakang (manipulasi tulang belakang) menggunakan tangan atau alat bantu khusus. Tekanan yang dilakukan harus terkontrol dengan baik, misalnya cepat-lambatnya dan keras-lembutnya, sesuai kebutuhan pasien.

Manipulasi tulang belakang digunakan sebagai cara untuk mengembalikan kelenturan sendi yang berkurang akibat cedera fisik. Contohnya terjatuh, salah duduk, atau gerakan fisik yang berulang. Intinya, tujuan chiropractic adalah membuat otot-otot rileks dan membuat sendi bergerak dengan baik.

Chiropractic menjadi salah satu metode alternatif atau pengobatan pelengkap yang digunakan untuk menangani berbagai jenis penyakit, seperti sakit leher dan cedera akibat olahraga. Walau telah diajarkan di berbagai universitas dan negara, namun studi mengenai efektivitas dan keamanan metode ini masih terbilang minim, sehingga tidak dapat mendukung klaim bahwa melalui chiropractic, tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri tanpa harus diberikan obat atau dilakukan operasi.

Sebelum menjalani metode ini, chiropractor akan bertanya mengenai riwayat kesehatan Anda. Setelah itu, chiropractor juga akan mengecek kondisi tubuh Anda guna melihat apakah ada postur yang tidak normal. Pengecekan fisik ini bisa berupa penekanan pada area tertentu, melihat cara berjalan Anda, atau bisa juga  menggunakan bantuan foto Rontgen.

Apakah Metode Chiropractic Berisiko?

Pada dasarnya chiropractic aman dilakukan, tapi dengan catatan dilakukan oleh tenaga terlatih dan memiliki lisensi terpercaya. Namun, ada sebagian orang yang mengalami efek samping ringan selama beberapa hari usai menjalani chiropractic, seperti kelelahan, nyeri pada bagian tubuh yang dirawat, atau sakit kepala.

Meski jarang terjadi, kemungkinan komplikasi serius juga bisa menimpa Anda. Komplikasi tersebut antara lain:

  • Tulang belakang mengalami cedera.
  • Terjadi herniated disk, yaitu kondisi di mana salah satu bantalan saraf yang berada di antara tulang belakang Anda keluar dari tempat seharusnya. Kondisi ini disebut juga saraf terjepit.
  • Setelah menjalani tindakan pada leher, mungkin Anda bisa mengalami stroke akibat gangguan pembuluh darah pada tulang belakang. Namun risiko ini jarang terjadi.

Tidak semua orang bisa menjalani chiropractic. Ada beberapa kondisi yang tidak disarankan melakukan perawatan ini, yaitu jika sering mengalami mati rasa, kesemutan, atau kehilangan kekuatan pada lengan atau kaki, osteoporosis parah, kanker pada tulang belakang, dan terdapat risiko tinggi untuk terjadi stroke.

Meski telah dinyatakan efektif mengatasi sakit punggung bagian bawah, dan mungkin efektif untuk mengatasi sakit leher serta sakit kepala, metode ini tidak selalu menampakkan hasil positif pada semua orang. Semua tergantung pada kondisi individu masing-masing.

Jika rasa sakit belum juga membaik setelah menjalani chiropractic selama beberapa minggu, bisa jadi itu merupakan pertanda perawatan ini tidak cocok untuk Anda.

Sebelum menjalani chiropractic, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Selalu periksa latar belakang dan sertifikat kompetensi yang dimiliki oleh penyedia layanan kesehatan untuk memastikan Anda ditangani oleh tenaga ahli.