Behel ceramic adalah salah satu jenis kawat gigi yang banyak dipilih karena tampilannya lebih estetik dibandingkan behel metal. Soalnya, bracket pada behel ini terbuat dari bahan keramik berwarna bening atau menyerupai warna gigi sehingga tidak terlalu mencolok saat digunakan.
Behel ceramic adalah alat ortodonti yang digunakan untuk merapikan posisi gigi yang awalnya gingsul, renggang, atau tonggos, serta memperbaiki gigitan.

Cara kerja behel ini sebenarnya sama seperti behel metal, yaitu dengan memberikan tekanan secara bertahap agar gigi bergeser ke posisi yang diinginkan. Namun, bedanya behel ceramic memakai bahan keramik yang memiliki warna menyerupai gigi, sehingga tidak terlalu terlihat saat tersenyum atau berbicara.
Kelebihan Behel Ceramic
Behel ceramic memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menjadi pilihan favorit bagi banyak orang yang ingin merapikan gigi. Berikut beberapa kelebihannya:
1. Tampilan lebih estetik
Salah satu keunggulan dari behel ceramic adalah tampilannya yang lebih estetik dibandingkan behel metal. Pasalnya, bracket behel ceramic memiliki warna yang hampir sama dengan warna gigi, sehingga behel ini tampak lebih samar dan tidak terlalu mencolok saat Anda berbicara atau tersenyum. Hal ini tentu sangat membantu bagi orang-orang yang ingin tetap percaya diri meski memakai behel.
2. Rasa nyeri lebih minim
Behel ceramic biasanya memberikan tekanan yang tidak terlalu kuat ke gigi bila dibandingkan behel metal. Hal ini dapat membuat proses penyesuaian terasa lebih nyaman dengan nyeri yang cenderung lebih ringan, terutama di minggu-minggu awal pemasangan.
Namun, tingkat kenyamanan ini bisa berbeda pada setiap orang, tergantung pada tingkat sensitivitas gigi dan mulut serta teknik pemasangan behel ceramic oleh dokter gigi.
3. Permukaan bracket lebih halus
Bracket yang terbuat dari bahan keramik cenderung memiliki permukaan yang lebih halus dan rata dibandingkan bracket metal. Permukaan yang halus ini membuat behel ceramic lebih nyaman digunakan karena tidak mudah melukai bagian dalam bibir atau pipi.
Nah, karena itu, risiko terjadinya sariawan akibat gesekan behel dengan bibir atau pipi bagian dalam juga biasanya lebih sedikit, sehingga aktivitas makan maupun berbicara sehari-hari tetap terasa nyaman.
4. Tidak menyebabkan alergi logam
Seperti namanya, behel ceramic terbuat dari bahan keramik yang bersifat nonlogam. Nah, karena itu, behel jenis ini cocok untuk Anda yang memiliki riwayat alergi. Dengan begitu, Anda bisa menjalani perawatan ortodonti dengan aman dan risiko terjadinya alergi logam pun bisa dicegah.
Kekurangan Behel Ceramic
Behel ceramic memang memiliki banyak keunggulan, tetapi perawatan ortodonti ini tetap memiliki kelemahan. Berikut ini adalah beberapa kekurangan dari behel ceramic:
1. Lebih mudah retak atau pecah
Bracket keramik memiliki struktur yang lebih rapuh dibandingkan bracket metal. Jika Anda tidak hati-hati saat mengunyah makanan keras, seperti es batu, permen keras, atau kacang, bracket bisa retak bahkan pecah sehingga harus diganti.
Kerusakan seperti ini bisa membuat perawatan berjalan lebih lama dan menambah biaya perbaikan. Karena itu, penggunaan behel ceramic menuntut kehati-hatian ekstra dalam memilih makanan.
2. Biaya pemasangan lebih tinggi
Kekurangan behel ceramic lainnya adalah biayanya yang lebih mahal dibandingkan behel metal. Ini terjadi karena bahan keramik cenderung lebih mahal dan pemasangannya memerlukan keterampilan khusus dari dokter. Selain itu, jika terjadi kerusakan pada bracket, biaya penggantian juga lebih tinggi.
3. Dapat berubah warna
Sama seperti behel metal, behel ceramic, terutama pada bagian karet pengikatnya, juga dapat mengalami perubahan warna jika sering terpapar makanan atau minuman berwarna pekat, seperti kopi, teh, kari, atau minuman bersoda.
Namun, karena bracket behel ceramic berwarna putih sehingga perubahan warna pada karet pengikatnya ini biasanya lebih terlihat dibandingkan behel metal. Akibatnya, tampilan behel pun jadi kurang estetik.
4. Proses perawatan cenderung lebih lama
Karena bracket keramik lebih rapuh, dokter biasanya menerapkan gaya atau tekanan yang lebih ringan untuk mencegah bracket pecah. Nah, hal ini menyebabkan proses perataan gigi dengan behel ceramic bisa membutuhkan waktu sedikit lebih lama dibandingkan behel metal. Jadi, Anda perlu bersabar dan rutin kontrol agar hasil akhirnya tetap maksimal.
Perawatan dan Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan Behel Ceramic
Agar hasil perawatan dari behel ceramic optimal dan bracket ceramic tetap awet, berikut beberapa hal penting yang perlu Anda lakukan:
- Sikat gigi minimal 2 kali sehari menggunakan sikat khusus ortodonti atau behel.
- Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss) khusus ortodonti atau interdental brush.
- Kurangi konsumsi makanan atau minuman yang mudah menimbulkan noda, seperti kopi, teh, minuman berwarna pekat, atau kari.
- Hindari menggigit makanan yang terlalu keras, seperti es batu, permen keras, kerupuk, kacang, atau bakwan keras.
- Rutin kontrol sesuai jadwal yang telah ditentukan dokter gigi agar pergerakan gigi tetap berjalan optimal.
Itulah beberapa kelebihan, kekurangan, serta perawatan dan beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan behel ceramic. Jika Anda memiliki gigi yang tidak rapi, gigi tonggos, gigi berjejal, atau gangguan gigitan yang mengganggu fungsi mengunyah maupun rasa percaya diri dan ingin menggunakan behel ceramic, sebaiknya konsultasikan ke dokter gigi terlebih dahulu.
Dengan begitu, dokter dapat menentukan apakah behel ceramic merupakan pilihan terbaik untuk kondisi Anda atau tidak, sekaligus menyusun rencana perawatan yang sesuai agar susunan gigi menjadi lebih rapi dan sehat.