Apakah Anda sering atau gemar makan es batu, baik yang diambil langsung dari lemari pendingin atau sisa dari minuman yang dikonsumsi? Jika iya, sebaiknya batasi mulai sekarang, karena makan es batu terlalu sering bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

Saat cuaca sedang panas terik, mengonsusi makanan atau minuman dingin yang ditambahkan es batu tentu menjadi hal yang menyegarkan dan dapat melepas dahaga. Makan es batu memang bukan lagi hal baru. Baik anak-anak maupun orang dewasa banyak yang suka melakukannya.

Gemar Makan Es Batu? Sebaiknya Hati-hati - Alodokter

Namun, alih-alih menyegarkan, memiliki kebiasaan makan es batu bisa menimbulkan sejumlah masalah kesehatan.

Bahaya Makan Es Batu

Salah satu bagian tubuh yang dapat terganggu akibat kebiasaan Anda makan es batu adalah gigi. Gigi memang bagian terkuat tubuh, tapi bukan berarti menghancurkan atau menggigit es batu setiap harinya aman bagi gigi Anda.

Makan es batu secara berlebihan dapat mengikis lapisan pelindung atau email gigi. Email gigi yang tipis bisa menyebabkan gigi sensitif, sehingga gigi mudah terasa ngilu dan nyeri.

Selain itu, masalah lain dari terlalu sering mengonsumsi es batu juga terkait dengan pengolahan dan penyimpanan es batu yang kurang bersih atau tidak higienis.

Jika es batu yang dimakan tidak bersih, dapat terjadi penularan berbagai kuman, virus, dan parasit pembawa penyakit, seperti gastroenteritis atau diare, demam tifoid, shigellosis, hepatitis A, dan kolera.

Oleh karena itu, jika ingin mengonsumsi es batu, pastikan bahwa es tersebut dibuat menggunakan air yang bersih dan disimpan atau diproduksi secara higienis.

Makan Es Batu Dapat Menjadi Tanda Penyakit  

Selain karena faktor kebiasaan, gemar makan es batu juga dapat menjadi tanda seseorang menderita anemia defisiensi besi. Ada teori yang menyatakah bahwa mengonsumsi es batu dapat meningkatkan pasokan darah ke otak, sehingga gejala anemia yang dirasakan penderitanya berkurang.

Itulah sebabnya, banyak orang dengan anemia jenis ini gemar mengonsumsi es batu, baik secara sadar maupun tidak.

Jika Anda sering makan es batu dan mengalami gejala anemia defisiensi besi, seperti kuku mudah rapuh, mulut kering, kulit pucat, dan pembengkakan pada lidah, segera periksakan diri ke dokter.

Tanpa penanganan yang tepat, anemia defisiensi besi dapat menimbulkan komplikasi berupa:

Gangguan pada jantung

Saat menderita anemia defisiensi besi, pasokan oksigen dalam darah berkurang. Akibatnya, jantung harus memompa darah lebih cepat dari biasanya agar kebutuhan oksigen organ tubuh terpenuhi.

Detak jantung yang tidak normal atau terlalu cepat itulah yang lama kelamaan dapat menyebabkan pembesaran jantung atau bahkan gagal jantung.

Pertumbuhan terhambat

Pada bayi dan anak-anak, anemia defisiensi besi dapat menyebabkan gangguan pada tumbuh kembangnya. Selain itu, kondisi ini juga dapat membuat anak lebih rentan terkena infeksi karena daya tahan tubuhnya yang melemah.

Masalah kehamilan

Wanita hamil yang menderita anemia defisiensi besi berisiko tinggi mengalami kelahiran prematur dan melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Apabila Anda sedang mengandung, pastikan untuk melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin.

Selain karena kemungkinan adanya anemia defisiensi besi, gemar makan es batu juga mungkin disebabkan oleh masalah psikologis yang disebut pica. Pica adalah kondisi di mana seseorang gemar memakan sesuatu yang tidak wajar, seperti tanah, kertas, puntung rokok, kapur, uang logam, hingga es batu secara berlebihan.

Menghentikan Kebiasaan Makan Es Batu

Penanganan kebiasaan makan es batu harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika kebiasaan ini disebabkan karena anemia defisiensi besi, maka penanganannya bisa dengan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi atau suplemen zat besi jika diperlukan.

Namun, penggunaan suplemen zat besi harus dengan resep serta pengawasan dokter. Jika dosisnya terlalu tinggi, Anda bisa mengalami kelebihan asupan zat besi yang juga tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Sementara bila kebiasaan makan es batu disebabkan karena pica, penanganannya bisa dengan psikoterapi atau pemberian obat-obatan antipsikotik jika gejalanya berkaitan dengan gangguan psikotik.

Meski demikian, tidak semua orang yang hobi makan es batu menandakan bahwa mereka mengalami masalah kesehatan tertentu. Pada kebanyakan kasus, makan es batu dilakukan untuk menyegarkan dan mendinginkan tubuh saat cuaca sedang panas.

Namun apabila kebiasaan makan es batu disertai gejala penyakit lain, seperti anemia defisiensi besi atau pica, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar dapat diberikan penanganan.