Manfaat Es Batu untuk Kesehatan dan Penanganan Penyakit

Selain nikmat dicampur dengan teh manis, es batu juga memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan atau penanganan sejumlah penyakit, seperti nyeri tumit, gigitan serangga, keracunan makanan, hingga radang sendi. Simak ulasan manfaat es batu dalam artikel berikut ini!

Di tengah terik dan gersangnya udara di musim kemarau, tidak ada yang lebih nikmat selain menenggak minuman dingin yang dicampur es batu. Tahukan Anda jika si dingin pembawa kesegaran ini ternyata juga berguna untuk “mendinginkan” alias meredakan berbagai kondisi kesehatan?

es batu si dingin dengan banyak kegunaan - alodokter

Berbagai Manfaat Es Batu bagi Tubuh

Berikut ini adalah berbagai manfaat es batu dalam meredakan atau meringankan gejala maupun penyakit yang Anda rasakan, yaitu:

  • Nyeri tumit (plantar fasciitis)

Istirahat dan kompres es batu dapat membantu mencegah nyeri tumit menjadi lebih berat. Es batu dapat mengontrol peradangan akibat aktivitas atau tekanan berlebihan pada plantar fascia (jaringan ikat atau ligamen yang menghubungkan tulang tumit ke jari-jari kaki dan menopang lengkung kaki). “Terapi” es batu untuk meredakan nyeri tumit dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:

  1. Kompres. Bungkus kantong plastik atau botol berisi es batu yang sudah dihancurkan dengan handuk. Lalu kompreskan pada tumit selama 15 sampai 20 menit, sebanyak 3 hingga 4 kali dalam sehari.
  2. Isi baskom ukuran dangkal dengan air dan es batu. Lalu rendam tumit Anda selama 10 sampai 15 menit. Lakukan ini beberapa kali dalam sehari. Dan pastikan jari-jari kaki tidak ikut terendam air es.
  3. Bisa juga dengan mengisi cangkir stereofoam dengan air, lalu masukan ke freezer hingga membeku. Setelah beku, Anda bisa mengusapkannya ke tumit selama 5-10 menit. Intinya, jangan pernah menempelkan es batu secara langsung pada tumit Anda.
  • Keracunan makanan karena bakteri Salmonella

Keracunan makanan ini terjadi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi oleh bakteri Salmonella, biasanya makanan yang mentah, tidak dimasak dengan benar, atau minuman dan makanan yang tidak dipasteurisasi (sterilisasi kuman melalui pemanasan pada suhu 71 derajat Celcius selama 15 detik atau 63 derajat Celcius selama 30 detik).

Salah satu tanda keracunan makanan akibat bakteri Salmonella adalah sering buang air besar atau diare. Pengobatan utamanya adalah dengan mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare. Orang dewasa disarankan untuk banyak minum air atau mengisap es batu.

  • Gigitan atau sengatan serangga

Gatal, bengkak kemerahan, atau nyeri di kulit akibat gigitan nyamuk bisa diredakan dengan menaruh es batu pada benjolan. Atau jika Anda disengat serangga, kompres bagian yang sakit dengan handuk basah atau ice pack selama beberapa menit.

Namun, jika tersengat lebah atau binatang berbahaya lain dan muncul gejala berat seperti sesak napas dan pusing, disarankan untuk pergi ke rumah sakit segera guna mendapatkan penanganan yang lebih bak.

  • Gusi bengkak

Rasa sakit atau bengkak pada gusi atau jaringan mulut dapat dikurangi dengan memanfaatkan es batu. Setidaknya hingga Anda sampai ke lokasi praktik dokter gigi. Caranya dengan meletakkan es batu di dalam mulut (tepatnya di atas daerah yang sakit) atau pada pipi, tepat di bagian yang sakit.

  • Cedera atau radang sendi

Es batu dapat bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit, pembengkakan, dan peradangan akibat cedera atau kondisi lain, seperti radang sendi. Caranya? Kompres daerah yang bengkak atau sakit dengan handuk basah atau es yang sudah dibungkus dengan handuk selama 15–10 menit. Lakukan pengompresan beberapa kali dalam sehari.

Bagi Anda yang ingin memanfaatkan es batu untuk berbagai keperluan di atas, selalu ingat untuk tidak menaruh es batu secara langsung pada kulit, terutama pada luka terbuka. Dianjurkan untuk meletakkan kain bersih di antara kulit dan es batu. Selain itu, jangan menaruh es batu pada kulit selama lebih dari 15-20 menit, dan jangan tertidur dengan es batu masih melekat pada kulit. Disarankan untuk segera pergi ke rumah sakit atau dokter jika peradangan atau pembengkakan tidak membaik dengan kompres es.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi