Mandi air hangat saat hamil adalah salah satu cara yang bisa Bumil lakukan untuk membuat tubuh lebih rileks sekaligus meredakan nyeri otot. Meski demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar aktivitas ini tidak menimbulkan bahaya bagi Bumil dan janin dalam kandungan.

Selain untuk mengatasi nyeri otot, mandi air hangat saat hamil juga bermanfaat untuk meredakan nyeri punggung bawah dan menenangkan pikiran, sehingga cocok bagi ibu hamil yang ingin melepas penat dan mengatasi stres. Namun, manfaat ini baru bisa didapat bila Bumil melakukannya dengan cara yang tepat.

Mandi Air Hangat Saat Hamil, Sehat atau Berbahaya? - Alodokter

Fakta Mengenai Mandi Air Hangat saat Hamil

Secara umum, mandi air hangat aman untuk ibu hamil asalkan suhu airnya tidak melebihi 38°C. Hindari mandi dengan air yang terlalu panas, sebab bisa meningkatkan suhu tubuh ibu secara drastis dan memicu hipertemia, terutama pada trimester pertama.

Mandi dengan air yang terlalu panas berlama-lama juga bisa menurunkan tekanan darah dan membuat Bumil pusing, lemas, dan mudah lelah. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko janin mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi.

Selain itu, apabila Bumil terlalu sering mandi air panas, maka ada beberapa risiko yang dapat terjadi pada janin di dalam rahim, yaitu:

  • Keguguran.
  • Gangguan pada proses pembentukan otak dan saraf janin.
  • Hernia pada bayi.

Selain mandi dengan air yang terlalu panas, sebaiknya Bumil juga tidak berendam di kolam atau bak air panas, mandi uap, atau sauna, untuk menghindari risiko-risiko di atas.

Tips Aman Mandi Air Hangat Saat Hamil

Supaya Bumil bisa mendapatkan berbagai manfaat dari mandi air hangat, ikuti panduan berikut ini:

1. Perhatikan suhu dan durasinya

Telah disebutkan sebelumnya bahwa suhu air yang tepat adalah tidak lebih dari 38°C. Bumil juga disarankan untuk tidak mandi terlalu lama, yaitu cukup sekitar 10 menit saja.

Sebelum mandi, Bumil bisa menggunakan termometer untuk memeriksa suhu air atau mengukur kehangatannya dengan siku atau ujung jari. Bila suhu air masin tinggi atau terasa terlalu panas, diamkan beberapa menit atau tambahkan air dingin secukupnya.

2. Hindari berendam air panas di bathtub

Mandi air hangat dengan menggunakan gayung untuk menyiram tubuh lebih disarankan dibandingkan berendam di bathtub. Hal ini karena Bumil bisa saja bablas mandi terlalu lama di dalam bathtub. Terlalu lama berendam air hangat dapat menyebabkan suhu tubuh Bumil meningkat.

Selain itu, bakteri yang ada di dalam air rendaman tersebut juga bisa membahayakan kesehatan janin, terlebih bila Bumil berendam di tempat umum.

3. Hindari mandi dengan aromaterapi atau mandi busa

Berendam dalam air hangat yang ditambah minyak aromaterapi atau mandi busa memang bisa membuat tubuh lebih rileks. Namun, hal ini justru sebaiknya dihindari oleh Bumil, sebab bisa meningkatkan risiko vagina terinfeksi jamur Candida albicans.

Infeksi jamur ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada area vagina, dan bila tidak diobati, bisa menular ke bayi ketika dilahirkan.

Sebagai alternatif, Bumil bisa menambahkan garam Epsom pada air hangat ketika mandi. Mandi air garam Epsom diketahui baik untuk meredakan nyeri, membersihkan kulit, serta membantu Bumil merasa lebih rileks.

4. Hati-hati selama berada di kamar mandi

Bumil perlu berhati-hati saat hendak masuk, keluar, dan selama berada di dalam kamar mandi. Lantai yang licin bisa membuat Bumil terpeleset dan mengalami cedera. Bahkan, janin dalam kandungan Bumil juga bisa ikut cedera.

Untuk menghindarinya, letakkan alas kaki karet antiselip di lantai sebelum masuk ke kamar mandi. Bila perlu, letakkan tempat duduk di bawah shower atau dekat bak air supaya Bumil bisa mandi sambil duduk.

Jika memenuhi beberapa persyaratan di atas, mandi air hangat saat hamil cukup aman dilakukan dan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Namun, bila masih ragu atau memiliki pertanyaan seputar mandi air hangat saat hamil, Bumil bisa bertanya kepada dokter kandungan saat menjalani pemeriksaan kehamilan rutin.