Hernia pada bayi biasanya ditandai dengan tonjolan di sekitar pusar atau alat kelamin. Tanda dan gejala hernia pada bayi bisa berbeda, tergantung jenis hernianya. Jika diketahui secara dini, hernia bisa segera ditangani sebelum terjadi komplikasi.

Hernia terjadi ketika otot-otot yang menopang organ tubuh melemah atau mengalami kelainan, sehingga tidak mampu menahan organ pada posisi yang seharusnya. Kondisi ini tidak hanya dapat dialami oleh orang dewasa, tetapi juga bayi.

Kenali Tanda dan Gejala Hernia pada Bayi - Alodokter

Tanda dan Gejala Hernia pada Bayi Berdasarkan Jenisnya

Jenis hernia pada bayi yang paling sering dijumpai adalah hernia umbikalis dan hernia inguinalis. Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda hernia pada bayi berdasarkan jenisnya:

Hernia umbilikalis pada bayi

Hernia umbilikalis ditandai dengan munculnya benjolan lunak di pusar atau sekitar pusar. Kondisi ini dapat terjadi ketika lubang tali pusar tidak tertutup sempurna setelah bayi lahir.

Hernia umbikalis paling sering terjadi pada bayi dengan berat badan lahir rendah dan bayi yang terlahir prematur. Benjolan yang muncul biasanya akan membesar saat bayi batuk, tertawa, dan menangis, tetapi akan mengempis kembali saat diam atau berbaring.

Hernia umbikalis pada bayi umumnya tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala lainnya dan akan hilang dengan sendirinya setelah anak berusia 1–2 tahun.

Namun, bila hernia tetap muncul saat anak berusia 4 tahun atau menimbulkan gejala yang mengganggu, seperti benjolan membesar dan berubah warna atau bayi terlihat rewel dan kesakitan, pemeriksaan dan penanganan langsung oleh dokter sangatlah penting dilakukan.

Hernia inguinalis pada bayi

Hernia inguinalis pada bayi bisa disebabkan oleh kelainan atau cacat pada dinding perut, sehingga sebagian usus masuk ke rongga perut bawah dan mencuat ke selangkangan.

Kondisi ini dapat terjadi pada bayi laki-laki maupun perempuan. Namun, kasus hernia inguinalis lebih banyak ditemukan pada bayi laki-laki, terutama yang terlahir prematur. Selain itu, bayi yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat hernia inguinalis sebelumnya juga berisiko lebih tinggi mengalaminya.

Hernia inguinalis pada bayi dapat dideteksi dengan memperhatikan area sekitar alat kelamin. Jika terdapat benjolan sebesar ibu jari pada selangkangan atau buah zakar bayi, terutama ketika sedang menangis atau aktif bergerak dan kempis saat berbaring, bayi kemungkinan menderita hernia inguinalis.

Sementara itu, hernia inguinalis pada bayi perempuan dapat berupa benjolan berbentuk lonjong di selangkangan atau labia (bibir kemaluan). Selain munculnya benjolan di sekitar alat kelamin, hernia inguinalis juga dapat menyebabkan bayi lebih rewel dan nafsu makannya menurun.

Penanganan Hernia pada Bayi

Telah disebutkan sebelumnya bahwa sebagian besar bayi yang menderita hernia umbikalis dapat sembuh dengan sendirinya setelah berusia 1–2 tahun.

Namun, bila benjolan yang muncul terasa sakit, bertekstur keras, atau tidak mengecil hingga anak berusia 2 tahun, dokter akan merekomendasikan metode operasi. Operasi juga dilakukan bila tonjolan yang muncul tidak hilang sampai anak berusia 4 tahun.

Sementara itu, bayi yang mengalami hernia inguinalis hanya dapat ditangani dengan langkah operasi. Prosedur ini dilakukan guna menghindari tonjolan bertambah besar, mengeras, dan menghitam. Jika dibiarkan, hernia inguinalis bisa merusak jaringan tubuh secara permanen.

Hal lain yang juga perlu Anda perhatikan adalah hindari mengurut atau menekan tonjolan yang muncul, karena tindakan ini dapat memperburuk kondisi bayi.

Agar hernia pada bayi dapat dideteksi sedini mungkin dan ditangani segera, Anda harus mengenali gejalanya. Perhatikan kondisi Si Kecil dengan saksama setiap kali Anda memandikannya atau mengganti pakaiannya. Jika Anda menemukan benjolan di area pusar atau perut bagian bawah, sebaiknya segera periksakan ke dokter.