Benjolan di payudara saat menyusui sering kali membuat ibu merasa khawatir. Pasalnya, kondisi ini sering kali dikaitkan dengan gejala kanker payudara. Padahal, munculnya benjolan di payudara saat menyusui tidak selalu berbahaya kok.

Benjolan di payudara saat menyusui bisa muncul dalam berbagai ukuran. Lokasi munculnya benjolan pun bisa terjadi di area payudara atas, tengah, samping, maupun bawah.

Benjolan di Payudara Saat Menyusui, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Pada sebagian besar kasus, benjolan ini umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik seiring berjalannya waktu. Namun, ada beberapa kondisi benjolan yang perlu diwaspadai karena dapat menandakan infeksi atau gangguan lain yang memerlukan penanganan medis.

Dengan memahami penyebab, tanda bahaya, dan penanganan benjolan di payudara saat menyusui, ibu bisa merasa lebih tenang dan proses menyusui pun berjalan lancar. 

Penyebab Benjolan di Payudara Saat Menyusui

Berikut adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan munculnya benjolan di payudara saat menyusui:

1. Saluran ASI tersumbat

Munculnya benjolan di payudara selama masa menyusui bisa terjadi akibat saluran ASI yang tersumbat. Pasalnya, ketika salah satu saluran di payudara tersumbat, hal itu bisa menyebabkan ASI jadi tidak lancar sehingga ASI pun menumpuk dan membentuk benjolan di payudara saat menyusui.

Benjolan ini biasanya kecil dan terletak di bawah kulit. Selain itu, tersumbatnya saluran ASI juga bisa menyebabkan payudara ibu menyusui kemerahan dan terasa nyeri. Namun, Bunda tak perlu cemas ya karena kondisi ini umumnya bisa membaik setelah Si Kecil menyusu secara teratur atau setelah Bunda memerah ASI.

2. Mastitis

Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang cukup umum terjadi pada ibu menyusui. Kondisi ini dapat terjadi jika sumbatan ASI tidak diatasi, sehingga ASI yang tertahan memicu pertumbuhan bakteri yang masuk melalui luka atau celah kecil di puting.

Nah, mastitis biasanya menimbulkan timbulnya keluhan berupa benjolan di payudara saat menyusui yang terasa nyeri dan tampak merah. Selain itu, ibu menyusui juga bisa mengalami demam, menggigil, atau lemas. 

3. Abses payudara

Abses payudara adalah kumpulan nanah yang terbentuk akibat infeksi pada jaringan payudara yang tidak tertangani dengan baik. Ciri utama abses adalah benjolan yang terasa sangat nyeri, tampak merah, serta terasa keras dan hangat saat disentuh dengan tangan. 

Ukuran benjolan di payudara saat menyusui akibat adanya abses biasanya lebih besar dan terasa lebih menonjol dibanding sumbatan ASI biasa. Selain itu, abses juga terkadang menyebabkan keluarnya cairan nanah dari puting atau kulit yang menipis di atas benjolan.

4. Galaktokel 

Galaktokel merupakan kista berisi ASI yang tumbuh di jaringan payudara akibat saluran ASI yang tersumbat dalam waktu lama. Benjolan ini biasanya tidak terasa nyeri, memiliki tekstur kenyal seperti balon berisi cairan, dan bisa digerakkan saat ditekan. 

Galaktokel cenderung membesar secara perlahan. Namun, Bunda tidak perlu khawatir karena benjolan di payudara saat menyusui akibat galaktokel biasanya dapat mengempis sendiri jika ASI di dalamnya terserap kembali atau keluar.

5. Tumor jinak

Benjolan di payudara saat menyusui juga bisa disebabkan oleh pertumbuhan jaringan atau tumor jinak di kelenjar payudara, seperti fibroadenoma dan lipoma. Benjolan ini biasanya terasa padat, memiliki bentuk bulat, tidak menimbulkan nyeri, serta mudah digerakkan di bawah kulit. 

Fibroadenoma atau lipoma sering kali sudah ada sebelum kehamilan, tetapi baru terasa saat payudara menjadi lebih besar atau setelah sering diperiksa saat menyusui.

6. Kanker payudara

Walaupun jarang terjadi pada ibu menyusui, benjolan yang muncul di payudara selama masa menyusui juga mungkin merupakan kanker payudara. Benjolan di payudara saat menyusui akibat kanker biasanya keras, terasa nyeri, bentuknya tidak teratur, dan melekat pada jaringan di sekitarnya sehingga tidak mudah digerakkan. 

Terkadang, benjolan tersebut juga disertai perubahan pada kulit payudara, seperti menjadi cekung layaknya kulit jeruk, puting tertarik ke dalam, atau keluar cairan berdarah dari puting. 

Nah, jika Bunda menemukan benjolan dengan ciri-ciri tersebut, segera periksakan ke dokter ya. Dengan begitu, penanganan yang tepat bisa segera diberikan.

Cara Mengatasi Benjolan di Payudara Saat Menyusui

Kini, Bunda sudah tahu kan bahwa penyebab benjolan di payudara saat menyusui ada beragam. Nah, bila tidak disertai dengan gejala lain, benjolan di payudara saat menyusui biasanya dapat sembuh dan hilang dengan melakukan beberapa perawatan mandiri di rumah berikut ini:

  • Susui Si Kecil secara teratur.
  • Pijat payudara dengan lembut ke arah puting untuk bantuk melancarkan aliran dan mengeluarkan sumbatan ASI.
  • Kompres hangat payudara yang terasa nyeri dan memiliki benjolan.
  • Pastikan posisi pelekatan bayi ke payudara sudah benar dan tepat. 

Bila setelah melakukan beberapa cara mengatasi benjolan di payudara saat menyusui di atas, tetapi benjolan tidak mengecil dalam waktu 1–2 minggu, bertambah besar, atau bahkan disertai dengan keluhan tidak biasa, seperti:

  • Payudara terasa sangat nyeri, hangat, dan kaku, serta tampak memerah
  • Demam tinggi disertai menggigil.
  • Keluar cairan nanah, darah, atau cairan berbau tidak sedap dari puting.
  • Kulit payudara berubah seperti kulit jeruk atau puting tertarik ke dalam.

Jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Dengan melakukan pemeriksaan, dokter dapat menentukan penyebab dan memberikan penanganan yang sesuai untuk benjolan di payudara saat menyusui yang Busui alami.