Ketiak basah akibat keringat berlebih tentu sangat mengganggu aktivitas dan mengurangi rasa percaya diri. Apabila Anda mengalami kondisi tersebut, ada beberapa cara mengatasi ketiak basah yang dapat Anda lakukan.

Ketiak basah sebenarnya bukanlah suatu kondisi yang dianggap berbahaya. Namun mungkin menyita perhatian khusus karena dapat mengganggu kegiatan sehari-hari, termasuk membuat Anda merasa kurang percaya diri dalam bersosialisasi.

Berbagai Cara Mengatasi Ketiak Basah yang Mengganggu - Alodokter

Faktor Umum Penyebab Ketiak Basah

Mengeluarkan keringat merupakan upaya tubuh untuk menurunkan suhu secara alami. Misalnya, saat sedang berolahraga atau gugup, suhu tubuh akan meningkat sehingga perlu didinginkan.

Timbulnya keringat yang berlebih tanpa pemicu disebut hyperhidrosis. Umumnya kondisi ini disebabkan oleh kelenjar keringat yang terlalu aktif. Hal ini tentu dapat mengganggu kenyamanan, baik secara fisik maupun emosional.

Keringat berlebih di sekitar ketiak disebut axillary hyperhidrosis. Kondisi ini sering membuat penderitanya tidak percaya diri menggunakan pakaian berwarna terang, karena noda keringat dapat tampak jelas dan dapat membuat pakaian cepat rusak, terutama yang berbahan sutera.

Berbagai Cara Mengatasi Ketiak Basah

Untuk mengatasi dan mencegah ketiak basah akibat keringat yang berlebih, berikut berbagai cara yang perlu Anda lakukan:

1. Antiperspirant

Umumnya produk antiperspirant dijual bebas dan dapat digunakan untuk mengatasi keringat berlebih di tangan, kaki, serta ketiak. Selain siang hari saat beraktivitas, produk ini juga dapat digunakan pada malam hari sebelum tidur.

Produk antiperspirant banyak yang mengandung aluminium klorida heksahidrat yang dapat menghambat kelenjar keringat. Namun, ada pula produk antiperspirant yang harus dibeli dengan resep dokter, dan umumnya produk ini mengandung bahan dasar garam aluminium yang lebih kuat.

2. Obat-obatan

Obat-obatan yang dimaksud di sini adalah jenis obat dari resep dokter untuk mengatasi kondisi tertentu, seperti mengatasi ketiak basah akibat keringat berlebih.

Obat dari resep dokter biasanya dapat dikonsumsi untuk mencegah stimulasi dari kelenjar keringat. Tidak semua orang bisa mengonsumsi obat ini, sehingga Anda perlu konsultasi lebih lanjut pada dokter.

3. Terapi iontophoresis

Prosedur ini menggunakan mesin khusus yang menggunakan tenaga listrik untuk menurunkan aktivitas kelenjar keringat. Terapi ini lebih sering digunakan pada kaki atau tangan yang berkeringat, dibandingkan pemakaian pada ketiak.

Pada terapi iontophoresis, bagian tubuh yang berkeringat akan direndam pada air lalu arus listrik daya rendah akan dialirkan hingga terasa sensasi geli. Terapi dilakukan selama 10 hingga 20 menit. Terapi ini tergolong efektif untuk mengurangi keringat berlebih.

4. Botox

Botox yang biasa digunakan untuk mengatasi kerutan juga dianggap efektif untuk mengatasi keringat berlebih, bahkan lebih efektif daripada obat-obatan. Suntik botox umumnya digunakan pada kondisi keringat berlebih yang cukup parah.

Botox yang disuntik di ketiak akan menghambat saraf yang menstimulasi produksi keringat. Hanya saja, ada efek samping berupa rasa nyeri sementara di lokasi suntikan, serta berisiko memicu peningkatan suhu tubuh atau demam.

5. Operasi pada ketiak

Apabila cara-cara di atas tidak berhasil mengatasi ketiak basah, operasi bisa menjadi pilihan terakhir. Operasi dilakukan untuk menghilangkan kelenjar keringat pada ketiak. Prosedur ini bisa dilakukan dengan bius lokal.

Tindakan operasi ini hanya dilakukan bila tidak ada cara lain yang dapat mengatasi ketiak basah, atau jika kondisi ketiak basah memang dianggap sebagai masalah kesehatan yang sangat mengganggu.

Pada umumnya, ketiak basah akibat keringat berlebih tidak disebabkan oleh gangguan kesehatan yang serius. Namun, Anda tetap perlu mewaspadai kemungkinan keringat berlebih yang disebabkan oleh suatu penyakit, seperti diabetes, serangan jantung, hipoglikemia, gangguan sistem saraf, dan jenis kanker tertentu.

Oleh karena itu, jika ketiak basah terasa sangat mengganggu, sebaiknya periksakanlah diri dokter agar dapat diberikan penanganan yang tepat, sehingga keluhan ini tidak lagi mengganggu aktivitas serta rasa percaya diri Anda.