Berbagai Penyebab Munculnya Benjolan di Dubur

Benjolan di dubur tidak dapat disepelekan. Sebab, selain menimbulkan rasa tidak nyaman, benjolan di dubur mungkin merupakan tanda adanya penyakit tertentu. Tanpa penanganan yang tepat, bisa jadi keluhan ini bertambah berat, dan semakin sulit untuk ditangani.

Sebagian dari Anda mungkin mengira bahwa munculnya benjolan di dubur karena bisul. Padahal bukan hanya itu yang dapat menjadi penyebabnya. Penting untuk mengetahui apa saja penyebab benjolan di dubur agar dapat segera diatasi dengan tepat.

berbagai penyebab munculnya benjolan di dubur - alodokter

Mencermati Benjolan di Dubur dan Gejala yang Mengiringi

Munculnya benjolan di dubur bisa disebabkan berbagai macam penyakit, di antaranya:

  • Wasir

Salah satu penyebab benjolan di dubur yang banyak terjadi yaitu wasir atau hemoroid. Kondisi ini terjadi karena peningkatan tekanan dalam pembuluh darah di sekitar anus, sehingga menimbulkan pembengkakan yang terlihat seperti benjolan. Pemicu wasir termasuk kebiasaan mengejan terlalu lama saat buang air besar, kelebihan berat badan, kebiasaan mengangkat beban berat atau kebiasaan duduk yang terlalu lama.

Pada kasus yang masih ringan, wasir dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perlu adanya pengobatan. Penderita dapat meredakan rasa sakit dengan melakukan perawatan sederhana di rumah seperti meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi, mengoleskan krim khusus untuk mengatasi wasir, mengonsumsi obat pereda nyeri, dan menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Namun, jika rasa sakit terus berlanjut dan mengganggu aktivitas, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk penanganan yang tepat.

  • Abses anus

Salah satu tanda abses anus atau abses perianal adalah munculnya benjolan berisi nanah dan pembengkakan di sekitar anus. Umumnya benjolan menyerupai luka lepuh, terasa hangat dan berwarna merah. Selain itu, abses anus juga dapat menimbulkan gejala berupa nyeri berdenyut di area sekitar anus (terutama dirasakan saat duduk) dan perdarahan dari dubur.

Penyebab kondisi ini termasuk infeksi yang menyertai fistula ani atau luka di anus pada fisura ani, bisa juga akibat infeksi menular seksual. Selain itu, beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya abses anus adalah radang usus besar, radang panggul, melakukan seks anal dan diabetes.

  • Kanker anus

Benjolan di dubur juga bisa disebabkan kanker anus. Tapi, keluhan ini bukanlah pertanda satu-satunya. Kanker anus juga dapat dikenali dengan gejala lain, seperti terjadinya perdarahan di dubur, gatal atau nyeri di daerah anus, keluarnya cairan yang tidak biasa dari anus, hingga sulit menahan buang air besar.

Untuk menghindari kanker anus, sebaiknya mulai menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan hubungan seks yang aman. Selain menerapkan kedua hal tersebut, disarankan untuk melakukan vaksinasi HPV, sebab infeksi HPV dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker anus.

Jangan segan untuk memeriksakan diri ke dokter, terutama jika benjolan di dubur terjadi berlarut-larut dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya, dan memberikan penanganan yang sesuai untuk mengatasi keluhan benjolan di dubur yang Anda alami.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi