Biseksual adalah salah satu jenis orientasi seksual yang masih sering disalahpahami oleh masyarakat dan dianggap sebagai kelainan sehingga tidak jarang kaum biseksual mengalami diskriminasi. Padahal, biseksual bukanlah suatu gangguan mental atau penyakit kejiwaan, melainkan orientasi seksual yang ditandai ketertarikan dengan dua jenis kelamin atau lebih.

Orientasi seksual adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan pola ketertarikan seseorang, baik secara seksual, romantis, maupun emosional, kepada individu lainnya dengan jenis kelamin tertentu. Umumnya, orientasi seksual terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah biseksual.

Biseksual, Ketertarikan Terhadap Lebih Dari Satu Jenis Kelamin - Alodokter

Apa Itu Biseksual dan Penyebabnya?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, biseksual atau yang sering disebut dengan “bi” adalah orientasi seksual di mana seseorang bisa merasa tertarik secara emosional, romantis, atau seksual kepada lebih dari satu jenis kelamin. Misalnya, seorang pria tertarik secara emosional, romantis, atau seksual kepada wanita sekaligus juga pria. 

Kendati demikian, seorang biseksual juga bisa mengalami ketertarikan emosional, romantis, atau seksual terhadap orang dengan gender di luar wanita dan pria atau semua gender. Ini menyebabkan biseksual sering disamakan dengan panseksual. Padahal, keduanya memiliki perbedaan.

Sama seperti jenis orientasi seksual lainnya, penyebab seseorang menjadi biseksual belum sepenuhnya diketahui dan dimengerti. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik, hormonal, lingkungan, serta pengalaman masa hidup seseorang diduga berperan dalam membentuk identitas seksual.

Ciri-Ciri Biseksual

Biseksualitas tidak selalu bisa dikenali dari penampilan atau perilaku. Namun, berikut beberapa tanda atau pengalaman yang mungkin dirasakan oleh orang dengan identitas biseksual:

  • Merasa tertarik secara seksual, romantis, atau emosional pada pria, wanita, maupun orang dengan identitas gender lainnya.
  • Nyaman menjalani hubungan romantis atau seksual dengan orang dari dua gender berbeda, baik secara bersamaan maupun tidak.
  • Tidak sepenuhnya merasa sebagai heteroseksual atau homoseksual.
  • Ketertarikan pada lawan jenis atau sesama jenis bisa berubah seiring waktu.
  • Sering kali, kepribadian menjadi faktor utama dalam ketertarikan, bukan hanya gender.

Perlu diketahui bahwa setiap individu itu unik. Jadi, pengalaman mengenai orientasi seksual seseorang bisa sangat beragam. Tidak semua orang biseksual mengalami “ciri-ciri” yang sama dan perubahan ketertarikan merupakan hal yang normal.

Tips Berinteraksi dengan Orang Biseksual

Ada beberapa tips yang sebaiknya Anda lakukan saat berinteraksi dengan orang biseksual. Ini sangat penting untuk kesehatan mental dan sosial individu biseksual. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

1. Dengarkan tanpa menghakimi

Salah satu bentuk penghormatan terbesar bagi orang biseksual adalah didengar tanpa dihakimi. Oleh karena itu, berikan kesempatan bagi seseorang untuk berbagi perasaannya tentang orientasi seksualnya tanpa interupsi, komentar negatif, atau prasangka. 

Dengan mendengarkan, hal itu membantu mereka merasa diterima dan dihargai. Anda tidak perlu memberi solusi langsung, cukup menjadi pendengar yang hadir dan menunjukkan empati. Sikap netral dan terbuka bisa membuat orang merasa aman untuk bercerita tanpa takut akan penolakan atau penghakiman.

2. Hindari komentar stereotip atau merendahkan

Jangan membuat candaan, kritikan, atau ucapan yang mengandung stigma terhadap biseksual, seperti “biseksual cuma bingung” atau “itu cuma fase.” Soalnya, ucapan seperti ini justru bisa menambah tekanan psikologis dan memperkuat rasa tidak aman pada individu biseksual. 

Sebaliknya, bersikap netrallah, hormati mereka, dan hindari memperkuat mitos atau prasangka yang keliru tentang orientasi seksual.

3. Hormati privasi dan pilihan

Tidak setiap orang merasa nyaman membagikan detail tentang orientasi atau hubungan pribadinya. Jadi, jangan memaksa seseorang untuk mengungkapkan, memilih, atau membuktikan orientasinya. 

Jika mereka belum siap terbuka, hormati keputusannya dan jangan sebarkan informasi yang telah mereka percayakan kepada Anda. Memberi ruang privasi adalah bentuk dukungan yang sangat berarti.

4. Tingkatkan pengetahuan tentang orientasi seksual

Luangkan waktu untuk membaca, mengikuti seminar, atau mencari informasi kredibel tentang biseksual dan spektrum orientasi seksual lainnya. Pasalnya, pemahaman yang benar seputar orientasi seksual, termasuk biseksual, bisa membantu Anda menghindari kesalahan persepsi serta memperkuat toleransi kepada orang lain. 

Dengan membekali diri dengan pengetahuan, Anda juga bisa membantu meluruskan informasi seputar orientasi seksual yang salah di lingkungan sekitar.

Setiap orang berhak mendapat ruang aman dan dukungan untuk menjalani identitasnya tanpa takut diskriminasi. Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk bisa menghormati orientasi seksual orang lain. Bukan hanya bermanfaat bagi individu biseksual, hal itu juga dapat menciptakan masyarakat yang saling menghargai.

Jika Anda mengenal seseorang yang mengalami kebingungan atau kesulitan untuk menerima atau mengakui orientasi seksualnya, atau mungkin Anda sendiri yang mengalaminya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog. Dukungan dari tenaga ahli akan sangat membantu perjalanan Anda maupun orang terdekat dalam mengenal dan menerima dirinya sendiri.