Vaksin rotavirus dapat melindungi anak dari diare akibat infeksi rotavirus. Penyakit tersebut bisa berbahaya karena berisiko tinggi menyebabkan anak terkena dehidrasi. Oleh karena itu, berikanlah Si Kecil vaksin rotavirus sesuai jadwal, agar ia terhindar dari diare berat.

Rotavirus merupakan virus yang menyerang saluran pencernaan dan dapat menyebabkan penyakit gastroenteritis. Rotavirus bisa menular melalui kontak fisik terhadap tinja yang mengandung rotavirus atau melalui makanan dan minuman yang diolah secara tidak higienis.

Bunda, Ketahui Manfaat Vaksin Rotavirus untuk Anak di Sini! - Alodokter

Virus ini sering kali menyerang bayi dan anak-anak dan menyebabkan diare pada anak. Jika tidak diobati dengan tepat, diare akibat infeksi rotavirus bisa menyebabkan dehidrasi berat yang berbahaya.

Untuk mencegah Si Kecil terkena diare akibat infeksi rotavirus, Bunda perlu selalu menjaga kebersihan dan higienitas makanan dan minuman yang dikonsumsi Si Kecil, membiasakannya cuci tangan, dan melengkapi imunisasinya, termasuk pemberian vaksin rotavirus.

Vaksin rotavirus adalah salah satu jenis vaksin yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk diberikan bagi bayi di bawah usia 6 bulan. Vaksin rotavirus diberikan melalui tetes mulut (oral), bukan dengan suntikan.

Jadwal Pemberian Vaksin Rotavirus

Vaksin rotavirus terdiri dari dua jenis, yaitu:

Vaksin rotavirus monovalen

Vaksin rotavirus monovalen diberikan sebanyak dua kali. Dosis pertama saat anak berusia 6–14 minggu dan dosis kedua diberikan setidaknya 4 minggu berikutnya. Meski demikian, dosis kedua juga bisa diberikan saat anak berusia 16 minggu atau paling lambat ketika usianya 24 minggu.

Vaksin rotavirus pentavalen

Berbeda dengan vaksin rotavirus monovalen, vaksin rotavirus pentavalen diberikan sebanyak tiga kali.

Dosis pertama diberikan pada saat usia anak 2 bulan atau sekitar 6–10 minggu, sedangkan dosis kedua dan ketiga diberikan dengan jarak 4–10 minggu setelah vaksin sebelumnya. Batas akhir pemberian dosis ketiga untuk vaksin rotavirus pentavalen adalah ketika usia anak mencapai 32 minggu.

Berikut ini adalah ilustrasi jadwal pemberian vaksin rotavirus sesuai tabel yang dirilis IDAI:

Vaksin

Dosis I Dosis II Dosis III
Rotavirus monovalen 8 minggu (2 bulan) 16 minggu (4 bulan) -
Rotavirus pentavalen 8 minggu (2 bulan) 16 minggu (4 bulan)

24 minggu

Kedua jenis vaksin rotavirus sama-sama baik dan efektif dalam memberikan perlindungan terhadap rotavirus pada anak. Biasanya, keputusan pemberian vaksin rotavirus jenis monovalen atau pentavalen tergantung pada harga ketersediaan vaksin di fasilitas kesehatan tempat imunisasi dilakukan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Vaksin Rotavirus

Jika Si Kecil belum mendapat vaksin rotavirus dosis pertama saat ia berusia 15 minggu, konsultasikanlah dengan dokter apakah ia masih bisa menerima vaksin ini.

Vaksin rotavirus tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi yang berusia lebih dari 8 bulan, karena belum ada bukti yang menunjukkan efektivitas vaksin ini di usia tersebut.

Tak hanya itu, ada beberapa kondisi lain yang menyebabkan anak tidak dapat menerima vaksin rotavirus, yaitu:

  • Berusia kurang dari 6 minggu, atau berusia 8 bulan atau lebih.
  •  Sedang sakit atau demam.
  • Memiliki alergi terhadap vaksin rotavirus yang telah diberikan sebelumnya.
  • Menderita intususepsi atau gangguan usus yang membuat sebagian usus terlipat dan tersumbat.
  • Menderita severe combined immunodeficiency (SCID), yaitu suatu penyakit keturunan yang dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.
  • Menderita gangguan sistem imun dan penyakit pencernaan.
  • Bayi dengan spina bifida dan bladder exstrophy, yaitu cacat lahir yang menyebabkan kelainan pada kandung kemih.
    Pada anak dengan gangguan sistem imun yang ringan, vaksin rotavirus masih bisa diberikan. Namun, konsultasikan dulu ke dokter anak.

Kemungkinan Efek Samping Vaksin Rotavirus

Vaksin rotavirus jarang menimbulkan efek samping. Meski demikian, sebagian kecil bayi yang diberikan vaksin rotavirus dapat mengalami reaksi alergi dan efek samping berupa muntah, mual, lebih rewel, dan diare. Namun, efek samping tersebut biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari dan akan hilang dengan sendirinya.

Meski sangat jarang terjadi, vaksin rotavirus dapat menyebabkan reaksi alergi berat, seperti sulit bernapas, mengi, wajah terlihat pucat, detak jantung cepat, dan bahkan tinja berdarah. Jika Si Kecil mengalami efek samping tersebut setelah mendapatkan vaksin rotavirus, segeralah bawa ia ke dokter.

Menimbang manfaat dan risikonya, pemberian vaksin rotavirus tetap disarankan karena terbukti dapat mencegah anak dari diare akibat infeksi rotavirus. Oleh karena itu, jangan lupa bawa Si Kecil ke dokter atau fasilitas kesehatan untuk memperoleh vaksin rotavirus ya, Bun.