Campylobacter adalah kelompok bakteri utama penyebab diare. Bakteri ini biasanya menyebar melalui makanan atau minuman yang kurang matang atau tidak higienis. Memahami infeksi bakteri Campylobacter penting agar Anda bisa melindungi kesehatan keluarga.
Campylobacter terdiri atas beberapa spesies, antara lain Campylobacter jejuni, Campylobacter coli, Campylobacter lari, dan Campylobacter fetus. Dari keempatnya, C. jejuni merupakan penyebab tersering kasus diare.

Di Indonesia, infeksi Campylobacter cukup banyak dijumpai, khususnya pada musim hujan ketika kualitas air menurun. Selain menimbulkan diare, infeksi ini juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius pada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
Cara Penularan Campylobacter
Campylobacter umumnya menyebar lewat makanan, minuman, maupun kontak langsung dengan sumber yang terkontaminasi. Berikut ini adalah beberapa cara penularan Campylobacter yang perlu diwaspadai:
- Mengonsumsi daging ayam, telur, atau susu yang tidak dimasak hingga matang
- Meminum air yang kotor atau belum dimasak terlebih dahulu
- Menyentuh hewan peliharaan, terutama anak anjing atau anak kucing, lalu tidak mencuci tangan setelahnya
- Menggunakan peralatan dapur atau talenan yang terkontaminasi daging mentah untuk makanan lain tanpa dibersihkan
- Melakukan kontak langsung dengan orang yang sedang diare akibat infeksi Campylobacter, misalnya saat merawat anak sakit tanpa menjaga kebersihan tangan
Gejala Infeksi Campylobacter
Infeksi bakteri Campylobacter, yang juga dikenal sebagai campylobacteriosis, biasanya menimbulkan gejala dalam waktu 2–5 hari setelah terpapar. Berikut adalah gejala yang perlu diwaspadai:
- Diare, sering kali disertai lendir atau darah
- Sakit perut dan kram hebat
- Mual dan muntah
- Demam ringan hingga sedang
- Lemas dan kehilangan nafsu makan
Sebagian besar kasus akan membaik dalam beberapa hari. Namun, infeksi bakteri ini bisa berisiko menyebabkan dehidrasi berat, kelemahan otot, bakteremia, bahkan infeksi menyebar ke organ lain.
Cara Pencegahan Infeksi Campylobacter
Untuk mencegah infeksi bakteri penyebab diare ini, penting untuk memahami cara penularannya dan menerapkan langkah-langkah pencegahan sehari-hari. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:
- Memastikan daging ayam dan telur dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.
- Menghindari konsumsi susu mentah atau produk susu yang belum dipasteurisasi.
- Mencuci tangan dengan sabun setelah memegang daging mentah atau bersentuhan dengan hewan peliharaan.
- Menggunakan alat masak dan talenan terpisah untuk daging mentah dan bahan makanan lain.
- Memastikan air minum berasal dari sumber yang bersih dan sudah dimasak.
Meskipun infeksi bakteri Campylobacter umumnya bisa sembuh dengan sendirinya, risiko komplikasi tetap ada. Oleh karena itu, jika Anda atau keluarga mengalami gejala yang mengarah pada infeksi Campylobacter, konsultasikan dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.
Dokter akan membantu memberikan penjelasan mengenai kondisi Anda, menyarankan pemeriksaan yang diperlukan, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar pemulihan berjalan optimal.