Memiliki pasangan yang workaholic bisa membuatmu merasa sedih, kecewa, marah, hingga kesepian karena kerap dinomorduakan. Hal ini bisa saja memicu prahara dalam hubunganmu dengan pasangan, lho. Agar hubunganmu tetap terjalin harmonis, cari tahu di sini cara menyikapi pasangan yang workaholic.

Workaholic atau kecanduan kerja adalah istilah untuk mengambarkan seseorang yang mementingkan pekerjaannya secara berlebihan, hingga mengesampingkan aspek kehidupan lainnya. Tidak hanya lebih sering ribut dan berkonflik, pasangan yang salah satunya workaholic diketahui berisiko mengalami perceraian 2 kali lipat lebih tinggi.

Cara Jitu Menghadapi Pasangan yang Workaholic - Alodokter

Hadapi Pasangan yang Workaholic dengan Cara Ini

Meluapkan kesedihan dan amarah kepada pasangan bukanlah cara tepat untuk menghadapi pasangan yang workaholic. Cara ini hanya akan memicu keributan dan menambah konflik. Agar hal tersebut tidak terjadi, yuk, terapkan cara jitu menghadapi pasangan workaholic berikut ini:

1. Bicara dari hati ke hati dengan pasangan

Bicarakan dengan pasanganmu secara jujur perihal sikap workaholic-nya, tentunya dengan kata-kata yang baik dan nada yang lembut, ya. Katakan kepadanya jika kamu bangga dengan kerja keras yang ia lakukan, tetapi katakan pula bahwa kamu juga membutuhkan perhatian dan waktu bersamanya.

Kamu juga bisa mengingatkannya mengenai dampak buruk terlalu sering bekerja, misalnya sakit kepala, gangguan pencernaan, gangguan kecemasan, depresi, bahkan sakit jantung. Bilang kepadanya bahwa kamu akan merasa sangat sedih jika ia mengalami efek buruk tersebut.

Pasangan yang workaholic mungkin saja tidak sadar bahwa ia terlalu sibuk dan kamu merasa kesepian. Jadi, kamu tidak bisa berharap ia mengetahui apa yang ada di kepalamu tanpa kamu mengatakannya. Dengan membicarakan apa yang kamu pikirkan, ia mungkin bisa lebih mengerti perasaanmu, kemudian mencari jalan keluar dari permasalahan ini.

2. Manfaatkan waktu luangnya dengan baik

Sesibuk apa pun, ia pasti masih mempunyai waktu luang, kok. Nah, manfaatkanlah waktu luang ini untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama, bukannya untuk ngambek atau mencari kesalahannya. Lakukanlah kegiatan yang menyenangkan, misalnya yang sesuai hobi kalian.

Kamu bisa masak bersama, makan malam romantis, bermain game, menonton film, pergi ke taman, atau berolahraga bersama. Sesekali juga kamu bisa mengatur jadwal berlibur bersama, seperti ke pantai, naik gunung, atau berwisata ke tempat rekreasi untuk mempererat hubunganmu dengan pasangan.

3. Jauhkan ponsel saat sedang bersama

Buat kesepakatan dengan pasangan untuk tidak menggunakan ponsel saat sedang bersama, baik itu untuk pekerjaan atau menjelajah media sosial. Hal ini dilakukan agar momen bersama dengan pasangan bisa lebih intim dan tanpa gangguan. Pastikan juga kamu menaati aturan ini, ya.

4. Pahami situasi pasangan

Wajar saja jika kamu ingin menjadi prioritas pasanganmu. Meski begitu, kamu tidak boleh egois dan memaksakan semua kehendakmu, ya. Mulailah berpikir positif bahwa kerja kerasnya itu juga demi kesejahteraan hubungan kalian di masa depan.

Alih-alih merasa sedih atau kesal, cobalah untuk mengerti kesibukannya dengan memberinya semangat serta dukungan, misalnya dengan membuatkannya bekal makan siang untuk di kantor. Selain itu, tidak terus-terusan meneleponnya saat jam kerja juga bisa menjadi bentuk dukungan, lho.

Menghadapi pasangan yang workaholic memang tidaklah mudah. Diperlukan kesabaran dan pengertian lebih agar hubungan bisa tetap berjalan harmonis.

Jika kamu tidak merasakan adanya perubahan pada dirinya meski sudah melakukan cara-cara di atas, atau jika kamu masih merasa kesepian, marah, atau sedih, cobalah ajak pasanganmu berkonsultasi bersama ke psikolog untuk mendapatkan saran mengenai cara mengelola perasaan dan menjalin hubungan yang ideal.