Sebagian orang tentu cemas ketika menemukan adanya benjolan di tubuhnya. Namun, sebenarnya tidak semua benjolan bersifat serius dan perlu penanganan segera. Agar lebih jelas, sebaiknya ketahui perbedaan pembengkakan di tubuh yang berbahaya dan tidak.

Benjolan atau tumor bisa muncul di bagian tubuh mana saja. Benjolan yang muncul bisa disebabkan oleh bawaan lahir, infeksi atau peradangan, cedera, serta pertumbuhan yang abnormal dari sel-sel tubuh. Namun, kebanyakan benjolan tersebut umumnya tidak berbahaya.

Cara Membedakan Benjolan yang Berbahaya dan Tidak - Alodokter

Cara Membedakan Benjolan yang Berbahaya dan Tidak

Ada beberapa kriteria terkait cara membedakan benjolan yang berbahaya dan tidak, yaitu:

1. Waktu munculnya benjolan

Cara pertama untuk membedakan benjolan yang berbahaya dan tidak adalah dengan mengetahui waktu kemunculan benjolan.

Benjolan kongenital atau yang sudah ada sejak lahir biasanya tidak berbahaya, misalnya hemangioma. Benjolan ini umumnya tidak membutuhkan penanganan karena akan mengecil dengan sendirinya seiring pertambahan usia.

2. Penyebab munculnya benjolan

Selain mengetahui waktu kemunculan benjolan, cara membedakan benjolan yang berbahaya dan tidak juga bisa diketahui dari penyebab kemunculannya.

Kebanyakan benjolan akibat cedera hanya berupa memar otot yang muncul karena pecahnya pembuluh darah. Umumnya, benjolan akibat memar akan mengecil dengan sendirinya.

Aktivitas seperti sering mengangkat barang berat dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan munculnya benjolan di paha atau sekitar selangkangan atau dalam medis disebut hernia.

3. Infeksi pada benjolan

Benjolan akibat infeksi biasanya akan muncul dalam bentuk kumpulan nanah. Kondisi ini disebut juga abses atau bisul. Namun, jangan khawatir, karena abses dapat diatasi dengan mengonsumsi obat antibiotik dari dokter atau dengan prosedur pembedahan kecil.

4. Karakteristik benjolan

Anda juga dapat membedakan benjolan yang berbahaya dan tidak berbahaya dari karakteristiknya. Benjolan yang keras, tidak dapat digerakkan, permukaannya tidak rata, dan tumbuh dengan cepat biasanya merupakan benjolan yang berbahaya sehingga perlu segera diperiksakan ke dokter.

5. Gejala yang menyertai benjolan

Jika benjolan disertai dengan gejala lain, seperti penurunan berat badan yang drastis serta demam dan rasa lelah berkepanjangan, Anda perlu waspada dan segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Pasalnya, benjolan yang disertai gejala-gejala di atas bisa jadi menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu, misalnya kanker.

Setelah mengetahui cara membedakan benjolan yang berbahaya dan tidak, Anda diharapkan dapat menyikapi munculnya benjolan. Meski dapat mengidentifikasi secara mandiri dengan berbagai cara di atas, pemeriksaan oleh dokter tetap diperlukan, apalagi jika benjolan tampak tidak normal.

 

Ditulis oleh:

Yohanes Ferdinand, Sp.B

(Dokter Spesialis Bedah)