Cara memijat anak muntah masuk angin sering menjadi solusi untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada Si Kecil setelah muntah akibat masuk angin. Dengan cara memijat yang tepat, tubuh Si Kecil bisa lebih rileks dan gas dalam perutnya bisa cepat keluar.

Masuk angin pada anak sering kali terjadi, terutama saat cuaca berubah-ubah atau anak beraktivitas padat seharian. Selain muntah, gejala masuk angin bisa berupa perut kembung, anak tampak lemas, hingga nafsu makan menurun. 

Cara Memijat Anak Muntah Masuk Angin agar Perut Cepat Nyaman - Alodokter

Banyak orang tua memilih cara memijat anak muntah masuk angin sebagai langkah awal untuk mengurangi keluhan sebelum memutuskan membawa anak ke dokter. Namun, perlu diketahui, pijat ini hanya bisa mengurangi ketidaknyamanan pada anak, bukan sebagai pengganti pengobatan medis. 

Mengetahui Cara Memijat Anak Muntah Masuk Angin

Untuk membuat Si Kecil merasa lebih nyaman setelah muntah akibat masuk angin, ada beberapa cara memijat anak muntah masuk angin yang bisa Bunda lakukan di rumah:

1. Pilih waktu yang tepat 

Agar pijat pada anak efektif untuk mengurangi rasa tidak nyaman, sebaiknya lakukan ketika anak berada dalam keadaan tenang, misalnya setelah mandi atau menjelang tidur, serta tidak sedang menangis kencang atau kelelahan. 

Hindari memijat segera setelah anak makan atau baru saja muntah. Beri jeda minimal 30–60 menit setelah anak makan atau muntah, agar tidak memicu muntah ulang atau menambah rasa tidak nyaman. Pastikan juga ruangan cukup hangat agar anak tidak kedinginan saat beberapa bagian tubuhnya dibuka.

2. Gunakan minyak telon atau minyak kayu putih 

Sebelum mulai memijat, oleskan sedikit minyak telon atau minyak kayu putih ke telapak tangan, lalu usapkan ke area perut, dada, dan punggung anak. Gunakan secukupnya agar kulit tidak iritasi. Minyak ini bisa memudahkan tangan memijat, serta memberikan rasa hangat. Pilih minyak yang sudah biasa digunakan Si Kecil dan tidak menyebabkan iritasi atau alergi.

3. Pijat perut dengan gerakan melingkar 

Letakkan ujung jari secara lembut di sekitar pusar anak dan lakukan gerakan memutar searah jarum jam. Mulailah dari kanan bawah perut, naik ke kanan atas, geser ke kiri atas, lalu turun ke kiri bawah. Gerakan ini mengikuti jalur usus besar supaya gas bisa lebih mudah keluar dari perut. Selalu gunakan tekanan sangat lembut, terutama jika perut anak terasa tegang atau kembung.

4. Pijat dada dan punggung secara perlahan 

Setelah memijat perut, lanjutkan dengan pijatan lembut di area dada. Letakkan telapak tangan di tengah dada anak, usap perlahan ke arah samping kanan dan kiri, layaknya membuka buku. 

Setelah itu, baringkan anak tengkurap dan usap punggungnya dari bahu ke arah pinggang, baik memanjang maupun memutar kecil mengikuti tulang belakang. Tujuannya agar anak lebih rileks, pernapasan lebih lega, dan tubuh tetap hangat.

5. Lakukan pijatan “ILU” di area perut 

Teknik pijat “ILU” bisa mengatasi masuk angin dan kembung. Huruf “I” dilakukan dengan mengusap lurus dari kiri atas perut ke bawah, “L” dengan usapan dari kanan atas ke kiri dan turun ke bawah membentuk L terbalik, dan “U” dengan gerakan dari kanan bawah, memutar ke atas, ke kiri atas, lalu turun ke kiri bawah membentuk U terbalik. Pola ini mengikuti jalur usus besar, sehingga pergerakan gas dan makanan di usus bisa berjalan lebih lancar.

6. Hindari tekanan berlebihan 

Selalu perhatikan tekanan tangan saat memijat. Struktur tubuh dan kulit anak masih sensitif dan mudah iritasi. Jika anak tampak meringis, menghindar, atau menangis saat dipijat, segera hentikan. Jika anak terlihat nyaman dan rileks, lanjutkan perlahan hingga anak tampak lebih tenang.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memijat Anak Muntah Masuk Angin

Berikut ini beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan sebelum dan selama melakukan cara memijat anak muntah masuk angin:

  • Jangan memijat jika anak baru muntah, sedang demam tinggi, diare berat, atau tampak sangat lemas.
  • Pastikan tangan dalam keadaan bersih dan kuku dipotong pendek agar kulit anak tidak tergores.
  • Hindari menambah bahan, ramuan, atau minyak yang belum jelas keamanannya ke dalam minyak pijat.
  • Hentikan pijatan apabila muncul gejala seperti ruam di kulit, kemerahan, atau anak makin rewel.

Pijat memang bisa mengurangi ketidaknyamanan pada anak muntah masuk angin. Namun, tetap utamakan pemberian cairan yang cukup dan istirahat. Hindari memberikan makanan berat sampai kondisi anak membaik dan perhatikan setiap perubahan gejalanya. 

Jika muntah terus-menerus, anak terlihat dehidrasi, tidak mau minum, lemas, atau muncul gejala seperti kejang atau demam tinggi, segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut dan sesuai.

Melakukan cara memijat anak muntah masuk angin dengan benar bisa menjadi bagian dari perawatan rumahan untuk mempercepat pemulihan Si Kecil. Namun, tidak semua keluhan muntah dan masuk angin pada anak bisa diatasi hanya dengan pijatan. 

Apabila Bunda ragu dengan kondisi anak atau muncul keluhan yang berat, sebaiknya Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, Bunda bisa mendapatkan panduan medis yang tepat dan aman untuk Si Kecil.