Anak tentu bisa merasakan berbagai emosi saat orang tuanya bercerai, mulai dari dari terkejut, sedih, marah, khawatir, bahkan hingga perasaan bersalah. Oleh sebab itu, meski kalian sepakat bercerai, sangat penting untuk tetap bekerja sama dalam mendampingi anak melalui masa ini.

Reaksi anak-anak terhadap perceraian orang tuanya dapat berbeda-beda. Si Adik mungkin tampak lebih mudah menerima, sementara Si Kakak bisa saja berontak, atau sebaliknya. Semua tergantung pada kepribadian dan usia anak, serta proses perceraian dan kondisi yang terjadi selama masa perpisahan.

Cara Mendampingi Anak Menghadapi Perceraian Orang Tua - Alodokter

Berusaha Meminimalkan Efek Negatif dari Perceraian

Pada dasarnya, perceraian memang bukanlah hal yang ideal. Namun, rumah yang di dalamnya selalu ada pertengkaran antara kedua orang tua juga tidak baik untuk perkembangan dan kondisi psikis anak. Dalam jangka panjang, hal ini justru dapat menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan mentalnya.

Jika memang perceraian adalah jalan keluar satu-satunya, jelaskan hal ini kepada anak dan jalanilah prosesnya secara baik-baik.

Dengan proses perceraian secara baik-baik, anak bisa lebih tenang dan bisa lebih menerima dengan pikiran yang positif. Setidaknya, ia tahu bahwa cara ini memang jalan yang terbaik untuk kebahagiaan masing-masing orang tuanya, juga untuk dirinya.

Perlu diketahui bahwa anak-anak yang orang tuanya bercerai secara baik-baik justru dapat menjadi anak yang lebih fleksibel, toleran, dan lebih mampu menangani stres, asalkan kedua orang tuanya tetap memperhatikan kebutuhannya dan menjalin hubungan yang baik dengannya.

Tetap Kompak Mengasuh Anak meski Sudah Bercerai

Meski Anda resmi bercerai, perlu disepakati bahwa sebenarnya Anda dan mantan pasangan masih memiliki tanggung jawab dalam mengasuh anak. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk mendampingi anak selama dan setelah perceraian:

1. Dengarkan ungkapan perasaan anak

Anda perlu mendengarkan pendapat dan ungkapan perasaan buah hati dengan serius, agar ia merasa dihargai dan dianggap penting. Jadilah pendengar yang baik, meski ucapan yang dilontarkan anak membuat Anda sedih. Bantu ia untuk menyadari bahwa tidak ada yang salah dengan perasaannya.

2. Jujur kepada anak

Anda juga tidak boleh menyangkal atau menyembunyikan perceraian. Informasi ini tentu perlu disampaikan dalam situasi yang tepat. Namun, ceritakanlah informasi yang sesuai dengan kenyataan dan jangan menjelek-jelekkan mantan pasangan.

3. Dorong anak untuk menelepon orang tuanya

Anak pasti akan tinggal dengan salah satu orang tuanya, baik itu dengan Anda atau mantan pasangan Anda. Dorong ia untuk menelepon kalian berdua walau sekadar untuk bertanya kabar dan bercerita. Hal ini penting agar anak tetap merasa memiliki orang tua yang lengkap, meski kalian tidak lagi bersama.

4. Jangan enggan untuk meminta maaf kepada anak

Meski merupakan jalan yang dirasa terbaik, perceraian adalah situasi yang mengecewakan. Disadari atau tidak, mungkin ada saja kata-kata, tindakan, atau situasi yang membuat anak sedih atau marah, sehingga ia menjaga jarak dengan Anda.

Jadi, jangan enggan untuk meminta maaf dan ingat bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk ini. Katakan padanya bahwa Anda akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengulang kesalahan lagi.

5. Tunda kehadiran pihak ketiga

Jika memang Anda sudah memiliki calon pasangan baru, jangan langsung mengenalkannya kepada anak. Tentu butuh waktu sampai buah hati benar-benar terbiasa dengan kondisi setelah perceraian. Coba lihat dulu bagaimana respons anak ketika Anda menyinggung soal pasangan baru.

Selain itu, Anda juga harus meyakinkan anak bahwa perceraian Anda sama sekali bukan kesalahannya. Hal ini penting untuk disampaikan secara berulang, apalagi jika ia terlihat murung dan suka menyalahkan dirinya sendiri.

Perceraian adalah proses yang sangat menyita waktu, tenaga, dan pikiran. Wajar jika awalnya Anda merasa kewalahan untuk mencurahkan perhatian kepada anak. Namun, pada situasi seperti ini, Anda tetap jangan sampai mengesampingkan kepentingan anak.

Jika Anda butuh bantuan terkait cara mendampingi anak dalam situasi perceraian dan cara membuat anak menerima hal tersebut dengan pikiran positif, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog.