Cara menghangatkan ASI dari kulkas penting diketahui agar kualitas dan kandungan nutrisi ASI tetap terjaga saat diberikan kepada bayi. Pasalnya, ASI perah tidak boleh dihangatkan sembarangan karena suhu yang terlalu tinggi dapat merusak sebagian kandungan di dalamnya dan membuat ASI menjadi kurang aman dikonsumsi.
Menyimpan ASI perah di kulkas memang menjadi solusi praktis bagi ibu menyusui yang harus beraktivitas di luar rumah atau ingin menyiapkan stok ASI. Namun, selain memperhatikan cara penyimpanannya, ibu juga perlu memahami cara menghangatkan ASI dari kulkas dengan benar agar kualitas dan kandungan nutrisinya tetap terjaga. Dengan begitu, si Kecil bisa memperoleh manfaat ASI secara optimal.
Begini Cara Menghangatkan ASI dari Kulkas yang Benar
Agar ASI perah tetap aman diberikan kepada bayi, berikut ini adalah cara menghangatkan ASI dari kulkas yang bisa Bunda lakukan:
1. Gunakan ASI sesuai urutan penyimpanan
Saat akan memberikan ASI perah, Bunda perlu memilih stok ASI yang disimpan lebih dulu atau yang tanggal penyimpanannya paling lama terlebih dahulu. Cara ini penting sebagai bagian dari cara menghangatkan ASI dari kulkas yang tepat, karena membantu mencegah ASI tersimpan terlalu lama sekaligus menjaga kualitas stok ASI tetap baik.
2. Cairkan ASI beku terlebih dahulu bila disimpan di freezer
Dalam cara menghangatkan ASI dari kulkas, ASI yang disimpan dalam keadaan beku sebaiknya tidak langsung dipanaskan. Bunda perlu memindahkan ASI terlebih dahulu ke chiller atau bagian bawah kulkas semalaman hingga mencair perlahan.
Jika Bunda ingin ASI beku mencair lebih cepat, wadah ASI dapat direndam dalam air dingin terlebih dahulu, lalu suhu air dinaikkan secara bertahap menjadi hangat. Namun, Bunda tidak dianjurkan mencairkan ASI dengan suhu tinggi atau air panas langsung karena dapat merusak kualitas ASI dan nutrisinya.
3. Hangatkan dengan air hangat
Untuk ASI yang disimpan di kulkas, Bunda dapat menghangatkannya dengan merendam botol atau kantong ASI dalam wadah berisi air hangat selama beberapa menit.
Cara menghangatkan ASI dari kulkas berikutnya yaitu mengalirkan air hangat pada bagian luar wadah ASI hingga suhu ASI perlahan naik. Hindari menggunakan air mendidih atau memanaskan ASI langsung di atas kompor karena suhu yang terlalu tinggi dapat merusak kandungan nutrisi ASI.
4. Jangan panaskan ASI dengan microwave
Dalam cara menghangatkan ASI dari kulkas, penggunaan microwave tidak dianjurkan untuk menghangatkan ASI lho, Bunda. Alasannya karena microwave dapat membuat suhu ASI tidak merata, sehingga ada bagian yang terlalu panas dan berisiko melukai mulut bayi.
Selain itu, panas dari microwave juga bisa merusak sebagian kandungan penting dalam ASI, sehingga kualitas nutrisinya tidak lagi optimal untuk si Kecil.
5. Goyangkan perlahan wadah ASI
Setelah ASI hangat, Bunda perlu menggoyangkan botol susu secara perlahan agar lapisan lemak yang mengendap dapat tercampur kembali dengan baik. Hindari mengocok ASI terlalu kuat karena dapat merusak kandungan penting dalam ASI, seperti protein, antibodi, dan enzim, sehingga kualitas nutrisinya dapat berkurang.
6. Cek suhu ASI sebelum diberikan kepada bayi
Sebelum ASI diberikan kepada bayi, teteskan sedikit ASI ke bagian dalam pergelangan tangan Bunda untuk memastikan suhunya. Suhu ASI yang tepat sebaiknya terasa hangat, tidak panas. ASI sebenarnya juga boleh diberikan dalam kondisi dingin atau suhu ruang selama bayi bersedia menerimanya dan tidak menolak.
7. Habiskan ASI yang sudah dihangatkan dalam waktu tertentu
ASI yang sudah dihangatkan sebaiknya segera diberikan kepada bayi dan dihabiskan dalam waktu maksimal 2 jam. Jika masih ada sisa ASI yang tidak diminum bayi setelah waktu tersebut, sebaiknya Bunda membuang sisa ASI tersebut dan tidak menyimpannya kembali karena berisiko menurunkan kualitas serta kebersihannya.
Selain cara di atas, Bunda juga dapat menggunakan milk warmer atau breastmilk warmer untuk menghangatkan ASI. Alat ini kini banyak digunakan oleh ibu menyusui dan mudah ditemukan di toko perlengkapan bayi maupun marketplace dengan beragam pilihan merek dan harga.
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menghangatkan ASI dari Kulkas
Selain mengetahui cara menghangatkan ASI dari kulkas, ada beberapa hal lain yang juga perlu Bunda perhatikan, yaitu:
- Cuci tangan sebelum memegang botol atau kantong ASI.
- Simpan ASI dalam wadah khusus ASI yang bersih, tertutup rapat, dan berbahan food grade.
- Hindari menyimpan ASI di bagian pintu kulkas karena suhu di area ini cenderung berubah-ubah saat kulkas sering dibuka dan ditutup.
- Jangan membekukan kembali ASI yang sudah dicairkan atau dihangatkan.
- Jangan mencampur ASI hangat dengan ASI dingin atau ASI perah baru yang belum didinginkan.
- Periksa warna, bau, dan kondisi ASI sebelum diberikan.
- Buang ASI yang sudah berbau tidak biasa, berubah warna secara mencolok, atau jika Bunda ragu dengan kualitasnya, karena ASI tersebut sebaiknya tidak diberikan kepada bayi.
Cara menghangatkan ASI dari kulkas yang tepat perlu diketahui oleh para ibu. Sebab, ASI yang terjaga kualitasnya dapat mendukung pemenuhan nutrisi si Kecil secara optimal.
Jika Bunda masih bingung mengenai cara menyimpan, mencairkan, menghangatkan ASI perah, atau bila bayi menolak ASI yang sudah dihangatkan, Bunda bisa bertanya ke dokter melalui chat online di aplikasi ALODOKTER untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang sesuai.
