Jenis dan penyebab kista sangatlah beragam, mulai dari infeksi hingga faktor keturunan. Karena dapat disebabkan oleh berbagai hal, penanganannnya pun umumnya disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.

Kista adalah benjolan yang muncul di bawah permukaan kulit dan berisi cairan, udara, atau zat padat menyerupai daging tumbuh. Kista dapat tumbuh hampir di seluruh tubuh, seperti wajah, kulit kepala, punggung, selangkangan, atau bahkan di dalam organ tubuh, seperti ovarium.

Cari Tahu Jenis dan Penyebab Kista di Sini - Alodokter

Sebagian besar kista tidak memiliki tanda dan gejala yang khas, sehingga kerap tidak disadari keberadaannya. Meski demikian, beberapa jenis kista dapat ditandai dengan benjolan yang terkadang terasa menyakitkan.

Memahami Beragam Jenis dan Penyebab Kista

Sebagian besar kista belum diketahui penyebabnya hingga kini. Namun, beberapa kondisi diduga dapat memicu terbentuknya kista, seperti penyumbatan saluran cairan tubuh, kerusakan sel, peradangan, efek cedera pada pembuluh darah, infeksi, atau faktor genetik.

Ada beberapa jenis kista yang paling umum ditemui, antara lain:

1. Kista ganglion

Kista ganglion adalah benjolan yang sering muncul di pergelangan tangan, tepatnya bagian atas persendian dan tendon atau jaringan yang menghubungkan otot ke tulang.

Hingga kini, penyebab kista ganglion belum diketahui secara pasti. Namun, sebuah penelitian menyebutkan bahwa kista ganglion terjadi akibat cedera fisik yang mengakibatkan jaringan di bawah kulit mengalami kerusakan.

2. Kista epidermoid

Kista epidermoid merupakan benjolan keras nonkanker yang berkembang di bawah kulit dan sering ditemukan pada wajah, kepala, leher, punggung, atau alat kelamin. Kista epidermoid biasanya disebabkan oleh penumpukan keratin, yaitu protein yang terdapat secara alami di sel-sel kulit.

3. Kista payudara

Kista payudara adalah benjolan nonkanker yang tumbuh di jaringan payudara serta berbentuk bulat dan berisi cairan. Kista payudara umumnya dialami oleh wanita usia 35–50 tahun atau sebelum masa menopause.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab kista payudara. Namun, diduga berkaitan dengan tingginya kadar hormon estrogen dalam tubuh.

4. Kista Bartholin

Kista Bartholin adalah benjolan yang muncul di kedua sisi bibir vagina. Di area tersebut, terdapat kelenjar Bartholin yang berfungsi mengeluarkan cairan pelumas saat berhubungan seksual. Kista Bartholin terbentuk ketika terjadi penyumbatan pada saluran kelenjar tersebut.

5. Kista ovarium

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam atau permukaan ovarium. Kista ovarium terbagi menjadi 2 jenis, yaitu kista yang muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi dan kista yang terbentuk akibat adanya pertumbuhan sel abnormal, seperti kista dermoid, kista adenoma, dan endometriosis.

Cara Pengobatan Kista

Sebagian besar kista, seperti kista epidermoid, kista payudara, dan kista ganglion, tidak memerlukan pengobatan dan umumnya tidak menimbulkan gejala atau keluhan yang mengganggu. Sementara itu, kista ovarium dan Bartholin membutuhkan penanganan langsung oleh dokter.

Akan tetapi, apabila kista disertai gejala seperti nyeri, bengkak, kemerahan, atau perubahan bentuk dan ukuran kista, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat.

Beberapa penanganan medis yang dapat dilakukan dokter untuk mengobati kista meliputi:

Pemberian obat-obatan

Dokter akan memberikan terapi hormon untuk mengatasi kista ovarium dan payudara. Sedangkan, antibiotik diberikan untuk mengobati kista Bartholin atau bila kista mengalami infeksi.

Aspirasi atau penyedotan cairan

Metode aspirasi dilakukan dengan cara menusuk kista menggunakan jarum untuk menyedot dan mengeluarkan cairan di dalam kista.

Operasi

Operasi pengangkatan kista dilakukan jika kondisi kista tergolong lebih berat, berukuran besar, dan menimbulkan rasa sakit atau gejala lain. Prosedur ini dilakukan jika pengobatan lain tidak mampu mengatasi kista.

Terapkan selalu pola hidup sehat untuk mencegah kemungkinan terbentuknya berbagai jenis kista. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika merasakan adanya benjolan atau mengalami gangguan kesehatan akibat terbentuknya kista.