Tulang dada atau sternum merupakan tulang yang berada di tengah-tengah dada dan berfungsi melindungi organ-organ penting dalam rongga dada, yaitu jantung dan paru-paru. Namun, seperti juga tulang lainnya dalam tubuh, tulang dada bisa mengalami cedera, hingga retak atau patah.

Cedera tulang dada dapat menyebabkan rasa sakit saat bernapas, terutama saat menarik napas dalam, batuk, atau tertawa. Selain membuat tidak nyaman, keluhan ini juga dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Agar pemulihannya berlangsung dengan baik dan cepat, cedera tulang dada perlu diatasi dengan cara yang tepat.

Berbagai Kemungkinan Penyebab Cedera Tulang Dada dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Memahami Penyebab Cedera Tulang Dada

Meski kecelakaan kendaraan bermotor merupakan penyebab terbanyak untuk cedera tulang dada, ada juga beberapa penyebab lainnya yang perlu Anda ketahui.

Cedera tulang dada dapat terjadi ketika seseorang jatuh dari ketinggian, atau mengalami kecelakaan saat melakukan olahraga high-impact. Tidak hanya itu, cedera tulang dada juga bisa dialami sebagai komplikasi dari bantuan pernapasan buatan atau resusitasi jantung paru (RJP).

Cedera tulang dada lebih rentan terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut, wanita pascamenopause, penderita osteoporosis, serta orang yang mengonsumsi obat golongan steroid dalam jangka panjang.

Cara Mengatasi Cedera Tulang Dada

Cedera tulang dada umumnya akan pulih dalam waktu beberapa minggu. Namun, masa pemulihannya bisa lebih lama jika cedera yang dialami cukup parah. Misalnya ketika tulang dada patah, sehingga membutuhkan tirah baring, pembidaian, atau operasi.

Selama masa pemulihan, beberapa hal berikut ini dapat Anda lakukan untuk mengurangi nyeri dan menurunkan risiko infeksi dada:

  • Dari waktu ke waktu, ambillah napas dalam secara perlahan dan teratur.
  • Jangan menahan batuk atau minum obat batuk, agar dahak tidak menumpuk di paru-paru.
  • Pegang dada ketika batuk untuk mengurangi rasa sakit.
  • Batasi luas gerakan dan hindari melakukan aktivitas berat.
  • Berikan kompres dingin pada area tulang dada yang mengalami cedera untuk mengurangi nyeri.
  • Minum obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter.

Cedera tulang dada umumnya memerlukan rawat inap di rumah sakit, agar dokter dapat memantau kondisi Anda. Setelah dinilai aman, Anda baru diperbolehkan pulang.

Meski begitu, Anda perlu segera kembali memeriksakan diri ke dokter bila mengalami sesak napas, demam, jantung berdebar, atau batuk dengan dahak berwarna kuning, hijau, atau bernoda darah. Demikian juga jika nyeri tidak kunjung reda setelah delapan minggu. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya komplikasi yang berbahaya.