Child grooming adalah salah satu bentuk pelecehan seksual pada anak yang kerap terjadi secara perlahan dan sulit dikenali. Dalam banyak kasus, anak bahkan tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi oleh orang dewasa dengan tujuan eksploitasi seksual. 

Child grooming bisa terjadi secara langsung melalui hubungan pertemanan atau aktivitas sehari-hari. Selain itu, modus ini juga kerap dilakukan secara online lewat media sosial dan aplikasi pesan. Pelaku child grooming umumnya akan terus membujuk, memperhatikan, hingga membuat anak merasa istimewa atau “dilindungi”.

Child Grooming, Modus Pelecehan pada Anak yang Jarang Disadari - Alodokter

Tidak jarang, pelaku bersikap sebagai teman, guru, mentor, bahkan figur pelindung yang dipercaya anak maupun keluarga. Modus child grooming tidak hanya dilakukan oleh orang asing, tetapi bisa saja dari lingkungan terdekat, termasuk anggota keluarga, guru, tetangga, atau orang yang selama ini dipercaya. 

Manipulasi yang pelaku lakukan membuat anak sulit membedakan mana perhatian tulus dan niat jahat. Efeknya, korban child grooming menjadi patuh,bahkan tidak menyadari dirinya sedang disakiti. 

Ciri Anak Mengalami Child Grooming

Setiap anak dapat menunjukkan tanda yang berbeda saat mengalami child grooming. Meski begitu, ada beberapa ciri umum yang sering muncul dan perlu diwaspadai oleh orang tua maupun orang terdekat, yaitu:

  • Anak tiba-tiba memiliki hubungan sangat dekat dengan orang dewasa yang berbeda usia cukup jauh
  • Sering membela, membicarakan, atau memuji sosok dewasa tertentu, baik di dalam maupun di luar konteks wajar
  • Lebih sering menghabiskan waktu bersama pelaku, sampai mengabaikan tanggung jawab atau kegiatan yang biasanya rutin dijalani
  • Jarang bermain atau menjauh dari teman sebaya dan memilih lebih banyak bersama orang dewasa tersebut
  • Sering mendapatkan hadiah, uang, atau perlakuan khusus dari seseorang yang tidak lazim
  • Mulai tertutup, jarang bercerita tentang aktivitas atau perasaannya kepada keluarga
  • Alami perubahan perilaku, seperti mudah marah, lebih sensitif, atau tampak menarik diri dari lingkungan sekitar

Jika Anda menemukan satu atau beberapa tanda ini pada anak, jangan ragu untuk menaruh perhatian lebih dan menggali informasi secara tenang agar anak merasa aman untuk bercerita.

Dampak Child Grooming pada Kesehatan Anak

Child grooming bukan sekadar ancaman fisik, melainkan juga berdampak berat pada kesehatan mental dan tumbuh kembang anak. Dampak yang bisa muncul di antaranya:

  • Gangguan tidur, seperti insomnia atau mimpi buruk
  • Penurunan prestasi belajar karena sulit konsentrasi di sekolah
  • Muncul gejala kecemasan, depresi, hingga stres pascatrauma (PTSD)
  • Gangguan pola makan, baik kehilangan nafsu makan maupun makan berlebihan
  • Perubahan perilaku, seperti mudah takut, menarik diri, atau menjadi lebih agresif
  • Risiko infeksi menular seksual jika terjadi pelecehan fisik
  • Dalam kasus tertentu, pelaku memberikan alkohol atau narkoba yang membahayakan masa depan anak

Dampak psikologis akibat child grooming bisa berlangsung jangka panjang, bahkan hingga anak beranjak dewasa. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua dan lingkungan terdekat untuk peka terhadap perubahan perilaku anak, serta segera mengambil langkah jika mencurigai adanya grooming.

Cara Orang Tua Menghadapi Chat Grooming

Chat grooming adalah salah satu modus child grooming yang dilakukan secara online lewat pesan teks, media sosial, atau aplikasi chat. Pelaku biasanya menggunakan kata-kata yang memancing rasa ingin tahu anak, membuat anak merasa dipahami, atau bahkan mengancam jika anak tidak menuruti permintaannya.

Berikut langkah yang bisa Anda lakukan saat menghadapi chat grooming:

  • Awasi penggunaan gadget dan aktivitas anak di media sosial secara bijak, namun tetap menjaga privasi dan kepercayaan anak.
  • Edukasi anak tentang bahaya berkomunikasi dengan orang asing di dunia maya dan pentingnya menjaga informasi pribadi.
  • Ajarkan anak untuk berani menolak atau menghentikan percakapan yang terasa tidak nyaman, serta segera melapor kepada orang tua.
  • Jika menemukan pesan mencurigakan atau mengarah ke pelecehan, simpan bukti chat sebagai dokumentasi, jangan langsung menghapusnya.
  • Segera diskusikan situasi tersebut dengan anak secara terbuka, tanpa menghakimi, lalu dampingi proses pelaporan ke pihak berwajib atau konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional.
  • Berikan dukungan emosional penuh agar anak tidak merasa bersalah atau malu.

Konsistensi komunikasi dan sikap terbuka sangat membantu anak merasa aman. Ingatlah untuk tidak menyalahkan anak jika terjadi sesuatu, karena korban grooming membutuhkan dukungan dan rasa percaya dari keluarga.

Cara Melindungi Anak dari Child Grooming

Menciptakan ruang aman dan kepercayaan antara anak dan orang tua menjadi langkah pencegahan utama child grooming. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk melindungi anak dari child grooming:

  • Bangun komunikasi terbuka dan jalin kepercayaan sejak dini, sehingga anak tidak ragu bercerita jika mengalami hal yang tidak nyaman.
  • Ajarkan tentang batasan pribadi dan pentingnya berkata “tidak” pada hal yang membuat anak tidak nyaman, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
  • Pantau aktivitas anak di media sosial secara wajar, serta beri edukasi tentang bahaya berinteraksi dengan orang asing di internet.
  • Hindari menyalahkan atau memarahi anak jika mereka melapor sesuatu yang buruk, karena dukungan keluarga adalah kunci pemulihan.
  • Ajak anak membahas contoh situasi berbahaya dengan bahasa sederhana dan sesuai usia, tanpa menakut-nakuti, tetapi tetap menegaskan mana perilaku yang tidak wajar dan harus dilaporkan.

Jika Anda mendapati anak menunjukkan tanda child grooming atau perubahan perilaku yang mencurigakan, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan psikolog atau dokter. 

Tenaga profesional akan membantu menelusuri penyebabnya, mendampingi proses pemulihan mental, serta memberikan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Ingat, child grooming bisa terjadi kapan saja, baik secara langsung maupun online. Lindungi anak dengan pengetahuan serta pendampingan yang tepat. Jika masih ragu atau membutuhkan diskusi lebih lanjut, Anda juga dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk berkonsultasi.