Ciri-ciri kaki diabetes kerap tidak disadari oleh penderitanya. Padahal, mengenali tanda awal sangat penting untuk mencegah komplikasi serius, seperti infeksi hingga amputasi. Dengan deteksi dini, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

Salah satu komplikasi diabetes yang paling sering terabaikan adalah gangguan pada kaki. Cirinya dapat muncul secara bertahap karena kadar gula darah yang tidak terkontrol berisiko merusak saraf (neuropati) dan pembuluh darah di area kaki. Kondisi ini membuat kaki menjadi kurang sensitif dan aliran darah tidak optimal, sehingga cedera kecil pun dapat berkembang menjadi luka yang sulit sembuh.

Ciri-Ciri Kaki Diabetes yang Harus Diwaspadai - Alodokter

Oleh karena itu, mengenali ciri-ciri kaki diabetes bukan hanya penting bagi penderita, tetapi juga bagi keluarga agar dapat mengambil tindakan lebih dini.

Ciri-Ciri Kaki Diabetes

Ada beberapa tanda yang dapat muncul pada kaki penderita diabetes. Berikut ini ciri-ciri kaki diabetes yang perlu Anda waspadai:

1. Mati rasa atau kebas pada kaki

Mati rasa atau kebas pada kaki merupakan tanda awal neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf akibat kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat kaki terasa kebas atau kurang sensitif, sehingga penderita sulit merasakan sentuhan, tekanan, suhu panas, maupun dingin. Akibatnya, luka kecil atau lecet sering tidak disadari dan berisiko berkembang menjadi infeksi.

2. Kaki terasa nyeri

Selain mati rasa, kaki penderita diabetes juga dapat terasa nyeri atau perih seperti terbakar. Ciri-ciri kaki diabetes ini umumnya lebih terasa pada malam hari dan berkaitan dengan gangguan fungsi saraf. Sensasi tidak nyaman tersebut dapat mengganggu tidur dan menjadi tanda bahwa kerusakan saraf sudah mulai terjadi.

3. Perubahan warna kulit pada kaki

Perubahan warna kulit kaki, seperti menjadi lebih gelap, kemerahan, kebiruan, atau justru pucat, dapat menjadi tanda gangguan sirkulasi darah. Pada penderita diabetes, kulit kaki juga sering menjadi sangat kering dan mudah pecah-pecah, sehingga meningkatkan risiko masuknya kuman penyebab infeksi.

4. Kaki bengkak

Pembengkakan pada kaki dapat terjadi akibat peradangan, infeksi, atau gangguan aliran darah. Ciri-ciri kaki diabetes ini terkadang disertai juga rasa hangat atau berat, sehingga kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda infeksi atau komplikasi lain yang memerlukan penanganan medis.

5. Kulit kaki menjadi lebih tipis atau mengkilap

Kulit kaki yang tampak lebih tipis, halus, dan mengkilap merupakan salah satu ciri-ciri kaki diabetes akibat berkurangnya aliran darah ke jaringan kaki. Gangguan sirkulasi ini membuat kulit menjadi lebih rapuh dan mudah terluka, sehingga risiko terjadinya borok kaki diabetik pun meningkat.

6. Luka pada kaki sulit sembuh

Luka pada kaki penderita diabetes cenderung sulit sembuh karena aliran darah yang kurang lancar dan kemampuan tubuh melawan infeksi yang menurun. Luka ini bisa berupa goresan kecil, lecet, atau luka terbuka yang tidak kunjung membaik dalam waktu lama, bahkan sering kali tidak terasa nyeri sehingga terlambat ditangani.

7. Rambut di kaki rontok

Rontoknya rambut pada tungkai atau punggung kaki dapat menjadi tanda aliran darah ke area tersebut tidak optimal. Kurangnya suplai darah dan nutrisi ke jaringan kulit menyebabkan pertumbuhan rambut terganggu sekaligus menandakan adanya masalah sirkulasi yang perlu diperhatikan.

8. Perubahan bentuk kaki

Kerusakan saraf dan otot akibat diabetes dapat menyebabkan perubahan bentuk kaki, seperti jari-jari menekuk menyerupai cakar atau telapak kaki berubah lengkungannya. Perubahan ini dapat meningkatkan titik tekanan pada kaki, sehingga meningkatkan risiko kapalan dan luka yang sulit sembuh.

Cara Mencegah Kaki Diabetes

Kaki diabetes dapat menimbulkan komplikasi serius bila tidak dirawat dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi penderita diabetes untuk melakukan langkah pencegahan sejak dini, di antaranya:

  • Periksa kondisi kaki setiap hari untuk melihat adanya luka, lecet, kemerahan, atau pembengkakan.
  • Jaga kebersihan kaki dengan mencuci menggunakan air hangat dan sabun lembut, lalu keringkan secara menyeluruh.
  • Gunakan pelembap secara rutin untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah. Hindari mengoleskannya di sela-sela jari kaki karena area tersebut mudah lembap dan dapat memicu pertumbuhan jamur serta infeksi.
  • Gunakan sepatu yang nyaman, tertutup, dan sesuai ukuran kaki untuk menghindari tekanan dan gesekan.
  • Hindari berjalan tanpa alas kaki, baik di dalam maupun di luar rumah.
  • Potong kuku kaki secara lurus dan tidak terlalu pendek untuk mencegah luka.
  • Kontrol kadar gula darah secara rutin sesuai anjuran dokter.

Beragam ciri-ciri kaki diabetes tersebut sering kali tampak ringan dan tidak mengganggu pada awalnya. Namun, justru karena muncul perlahan dan minim keluhan, masalah pada kaki kerap terlewat hingga kondisinya memburuk.

Jika Anda atau keluarga mengalami ciri-ciri kaki diabetes, segeralah konsultasi ke dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER atau kunjungi dokter secara langsung, khususnya jika ada tanda infeksi berat.