Ciri-ciri tambalan gigi rusak sering kali tidak langsung disadari, padahal kondisi ini bisa menyebabkan keluhan hingga masalah kesehatan mulut yang lebih serius. Dengan mengenali ciri-ciri tambalan gigi rusak sejak dini, Anda dapat segera mengambil langkah yang tepat untuk mencegah komplikasi.

Tambalan gigi dibuat untuk memperbaiki struktur gigi yang berlubang atau rusak, misalnya akibat karies. Meski dapat bertahan bertahun-tahun, tambalan tetap bisa mengalami kerusakan karena tekanan saat mengunyah, kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism), atau terkikis oleh makanan keras.

Ciri-Ciri Tambalan Gigi Rusak dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Oleh karena itu, memahami ciri-ciri tambalan gigi rusak penting agar kondisi tidak semakin parah.

Ciri-Ciri Tambalan Gigi Rusak

Berikut beberapa tanda yang dapat menunjukkan bahwa tambalan gigi Anda mulai rusak:

1. Nyeri atau ngilu pada gigi

Nyeri atau rasa ngilu pada gigi yang sudah ditambal biasanya muncul saat mengunyah atau ketika terkena makanan dan minuman panas maupun dingin. Kondisi ini dapat terjadi karena tambalan mulai renggang, retak, atau tidak lagi melindungi bagian dalam gigi dengan baik, sehingga saraf menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan.

2. Gigi sensitif

Gigi yang menjadi lebih sensitif dari biasanya, terutama terhadap rasa manis, asam, panas, atau dingin, bisa menandakan tambalan tidak lagi menutup permukaan gigi secara sempurna. Akibatnya, lapisan dentin yang lebih sensitif menjadi terbuka dan mudah terpapar rangsangan luar.

3. Permukaan tambalan terasa kasar

Ciri-ciri tambalan gigi rusak lainnya adalah permukaan tambalan yang tidak lagi halus, terasa kasar, cekung, retak, atau bahkan tajam saat disentuh lidah. Kondisi ini dapat menjadi tanda bahwa tambalan sudah mengalami keausan atau kerusakan. Perubahan tersebut juga dapat membuat sisa makanan lebih mudah tersangkut dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

4. Perubahan warna pada tambalan atau gigi sekitarnya

Tambalan yang berubah warna menjadi lebih gelap atau kekuningan, serta adanya perubahan warna pada gigi di sekitarnya, dapat menunjukkan adanya kebocoran pada tambalan. Kebocoran ini memungkinkan bakteri dan sisa makanan masuk ke dalam celah, yang lama-kelamaan dapat menyebabkan kerusakan gigi kembali.

5. Bau mulut

Bau mulut yang tidak kunjung hilang atau munculnya rasa tidak enak di mulut, seperti pahit atau asam, bisa menjadi ciri-ciri tambalan gigi rusak. Area yang terbuka atau tidak rapat dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri, sehingga memicu bau tidak sedap dan meningkatkan risiko infeksi.

Cara Mengatasi Tambalan Gigi Rusak

Jika Anda mengalami ciri-ciri tambalan gigi rusak, berikut langkah yang bisa dilakukan:

1. Penambalan gigi

Penambalan gigi merupakan cara paling umum untuk mengatasi gigi berlubang pada tahap awal hingga sedang. Dokter gigi akan membersihkan bagian gigi yang rusak atau terinfeksi, kemudian menutupnya dengan bahan tambalan seperti resin komposit atau amalgam untuk mengembalikan fungsi dan bentuk gigi serta mencegah kerusakan lebih lanjut.

2. Perawatan saluran akar

Jika lubang gigi sudah mencapai bagian dalam (pulpa) yang berisi saraf dan pembuluh darah, maka diperlukan perawatan saluran akar. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat jaringan yang terinfeksi, membersihkan saluran akar, lalu menutupnya kembali agar infeksi tidak menyebar dan nyeri dapat teratasi.

3. Pemasangan mahkota gigi

Pada kasus kerusakan gigi yang cukup besar, dokter gigi dapat merekomendasikan pemasangan mahkota gigi (crown). Mahkota berfungsi untuk melindungi sisa struktur gigi yang masih ada sekaligus mengembalikan kekuatan dan bentuk gigi agar dapat digunakan secara normal.

4. Pencabutan gigi

Jika kondisi gigi sudah rusak parah dan tidak dapat dipertahankan, pencabutan gigi mungkin menjadi pilihan terakhir. Setelah pencabutan, dokter biasanya akan menyarankan penggantian gigi, seperti dengan implan atau gigi tiruan, untuk menjaga fungsi mengunyah dan mencegah pergeseran gigi lain.

Jika Anda mengalami ciri-ciri tambalan gigi rusak atau memiliki keluhan lain terkait kesehatan gigi, jangan ragu untuk berkonsultasi melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Anda bisa mendapatkan penjelasan awal dan saran penanganan yang sesuai sebelum memutuskan pemeriksaan langsung ke dokter gigi, terutama bila keluhan semakin mengganggu atau tidak kunjung membaik.