Ciri pengguna narkoba bisa dikenali dari sejumlah perubahan fisik, perilaku, maupun kebiasaan sehari-hari. Mengenali tanda-tandanya sejak dini sangat penting, karena Anda dapat membantu memberikan dukungan atau pertolongan yang tepat bagi mereka yang membutuhkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, siapa pun bisa menghadapi tekanan, masalah, atau situasi sulit. Hanya saja, masing-masing orang memiliki cara yang berbeda dalam mengatasi masalah. Sebagian mungkin melampiaskannya ke kegiatan positif, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ada juga yang memilih pelarian ke hal yang kurang baik, seperti menggunakan narkoba.

Ciri Pengguna Narkoba, Tanda Awal yang Sering Tidak Disadari - Alodokter

Narkoba merupakan zat atau obat yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan menyebabkan perubahan perilaku, perasaan, serta pikiran seseorang. Penggunaan narkoba yang tidak sesuai aturan dapat menimbulkan adiksi atau kecanduan, gangguan kesehatan fisik dan mental, hingga kematian.

Oleh karena itu, penting mengenali ciri pengguna narkoba sehingga Anda dapat lebih waspada terhadap risiko yang mungkin ada di lingkungan sekitar, serta sigap memberikan dukungan atau bantuan dengan cara yang tepat.

Ciri-Ciri Pengguna Narkoba yang Perlu Diwaspadai

Beberapa ciri pengguna narkoba memang biasanya berbeda-beda, tergantung jenis zat yang dikonsumsi dan lamanya seseorang memakai narkoba. Namun, ada sejumlah perubahan umum yang kerap terlihat, baik pada remaja maupun orang dewasa. 

Ciri Pengguna Narkoba dari Perubahan Fisik

Berikut adalah ciri-ciri pengguna narkoba dari perubahan fisik yang sebaiknya Anda perhatikan.

  • Mata jadi merah, sayu, sering tampak mengantuk, atau berkaca-kaca
  • Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas
  • Tubuh tampak lemah dan tidak bertenaga
  • Muncul luka atau bekas suntikan di lengan atau bagian tubuh lain
  • Warna kulit jadi terlihat pucat atau tidak segar
  • Mulut tampak kering dan warna gigi menguning
  • Penurunan kebersihan diri, misal jarang mandi, timbul bau badan, tampilan menjadi berantakan dan tak terawat

Ciri Pengguna Narkoba dari Perubahan Perilaku

Tidak hanya perubahan fisik, ciri pengguna narkoba juga bisa dikenali dari bagaimana mereka berperilaku dan mengatur emosinya. 

Nah, ciri-ciri perilaku pecandu narkoba di bawah ini patut dicurigai, khususnya jika terjadi tiba-tiba:

  • Menjadi mudah marah, cemas berlebih, cepat tersinggung, atau sering murung tanpa alasan
  • Kerap berbicara dengan tidak konsisten, melantur, bahkan sering berbohong
  • Menarik diri dari keluarga dan teman, lebih sering menyendiri
  • Nilai pelajaran anjlok atau kinerja kerja menurun tajam
  • Sering berbohong, mencuri, atau bersikap manipulatif
  • Terlibat pergaulan bebas atau sering berganti teman

Anda juga perlu mengenali beberapa kebiasaan tidak biasa yang mungkin muncul tiba-tiba pada seorang pecandu narkoba. Beberapa kebiasaan ataupun benda yang ditemukan bisa menjadi sebuah ‘red flag’, seperti:

  • Sering keluar rumah tanpa alasan jelas, terutama malam hari
  • Menyimpan alat-alat aneh, seperti pipet, korek gas, plastik kecil, atau jarum suntik
  • Keuangan sering habis tanpa kejelasan dan mulai meminjam uang
  • Napas berbau aneh, seperti bau pelarut, lem, atau asap tajam

Tindakan yang Perlu Dilakukan Jika Menemukan Ciri Pengguna Narkoba

Mendapati ciri pengguna narkoba di lingkungan atau orang terdekat memang dapat membuat Anda khawatir dan bingung. Hanya saja, ada baiknya Anda jangan langsung menuduh atau memarahi mereka ya, tetapi lakukan pendekatan secara hati-hati dan penuh empati. Amati perubahan yang terjadi dan beri dukungan agar orang tersebut mau terbuka dan mencari bantuan.

Nah, berikut langkah-langkah yang disarankan jika Anda mencurigai seseorang sebagai pengguna narkoba:

1. Tetap tenang dan jangan panik

Ketika mengetahui seseorang menunjukkan tanda-tanda penyalahgunaan narkoba, usahakan untuk tidak langsung menunjukkan reaksi emosional, seperti marah atau panik. 

Sikap ini justru bisa membuat orang tersebut merasa tertekan atau semakin menutup diri. Ambil waktu untuk menenangkan diri agar Anda dapat berpikir lebih jernih dalam mengambil tindakan.

2. Kumpulkan informasi secara cermat

Amati perubahan perilaku, fisik, serta kebiasaan orang yang dicurigai tanpa terburu-buru mengambil kesimpulan. Pastikan pengamatan Anda objektif dan tidak hanya berdasarkan prasangka. Hal ini penting agar Anda bisa memberikan dukungan yang tepat dan tidak menuduh tanpa dasar yang kuat.

3. Ajak bicara secara baik-baik

Pilih waktu dan suasana yang tenang untuk berbicara secara pribadi dengan orang tersebut. Sampaikan kekhawatiran Anda dengan lembut dan tidak menghakimi agar ia merasa dihargai dan didengar. Tunjukkan bahwa niat Anda adalah membantu dan mendukung, bukan menyudutkan.

4. Dengarkan dengan empati

Berikan ruang bagi orang tersebut untuk bercerita tentang apa yang sedang dialaminya. Saat mendengarkan, jangan memotong pembicaraan atau langsung memberi nasihat tanpa memahami masalahnya secara utuh. Sikap ini dapat membuatnya merasa lebih nyaman dan tidak sendiri dalam menghadapi masalah.

5. Tawarkan bantuan dan dukungan

Setelah mendengarkan ceritanya, tanyakan apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu dan jangan ragu menawarkan dukungan moral. Anda dapat menyarankan untuk mencari bantuan profesional, seperti dokter, konselor, atau layanan rehabilitasi bila diperlukan. Yakinkan bahwa dukungan keluarga dan teman sangat penting dalam proses pemulihan.

Mengenali ciri pengguna narkoba sedini mungkin dapat membantu mencegah dampak buruk yang lebih parah, baik secara fisik, mental, maupun sosial. Setiap orang yang menghadapi masalah narkoba membutuhkan dukungan dan penanganan secara profesional. Bantuan Anda, bahkan dalam bentuk sekecil apa pun, bisa menjadi awal perubahan positif bagi mereka.

Meski demikian, apabila Anda khawatir dan tidak yakin harus bertindak seperti apa, atau bahkan kondisi pengguna sudah tergolong parah, jangan ragu untuk mencari pertolongan dari tenaga kesehatan atau pihak berwenang ya. 

Anda juga bisa menggunakan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan saran langkah selanjutnya. Tindakan ini dapat membantu menentukan penanganan yang paling sesuai dan aman bagi orang tersebut.