Clindion adalah obat oles untuk mengatasi jerawat parah yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Obat dengan kandungan clindamycin ini dapat mengurangi mempercepat penyembuhan jerawat yang mengalami peradangan berat. 

Kandungan clindamycin phosphate dalam Clindion masuk dalam kelompok obat antibiotik. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan protein bakteri Cutibacterium acnes, yang menjadi penyebab munculnya jerawat. Berkat cara kerjanya tersebut, bakteri bisa mati dan jerawat tidak mudah muncul. 

Clindion

Clindion juga bersifat antiradang. Artinya, penggunaannya juga efektif dalam mengatasi jerawat yang meradang. 

Apa Itu Clindion

Bahan aktif Clindamycin phosphate 10 mg/gram
Golongan Obat resep
Kategori Antibiotik topikal
Manfaat Mengatasi jerawat
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥12 tahun
Clindion untuk ibu hamil Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Jika Anda sedang hamil, konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat jerawat ini.
Clindion untuk ibu menyusui Clindion aman digunakan oleh ibu menyusui selama sesuai dengan anjuran dokter. Namun, jangan mengoleskan Clindion di puting atau payudara agar obat ini tidak tertelan oleh bayi saat menyusu.
Jika Clindion perlu digunakan pada area puting atau payudara, oleskan gel ini setelah menyusui dan pastikan area tersebut sudah bersih dari Clindion sebelum menyusui kembali.
Bentuk obat Krim

Peringatan sebelum Menggunakan Clindion

Penggunaan Clindion perlu dilakukan dengan hati-hati karena pemakaian yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Oleh sebab itu, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan Clindion:

  • Informasikan kepada dokter perihal riwayat alergi yang dimiliki. Jangan gunakan obat ini jika Anda alergi terhadap kandungan clindamycin atau lincomycin.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang atau pernah memiliki riwayat dermatitis atopik atau masalah kulit lain. 
  • Bicarakan dengan dokter apabila Anda pernah atau sedang menderita radang usus atau diare parah akibat penggunaan antibiotik. Clindion umumnya tidak boleh digunakan oleh orang dengan kondisi tersebut. 
  • Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memakai Clindion, jika kulit Anda sedang mengalami sunburn, kering, iritasi, atau terdapat luka terbuka maupun luka bakar yang cukup luas.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Konsultasikan dengan dokter apabila ada obat atau produk perawatan kulit lain yang akan dioleskan ke kulit. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya interaksi obat.
  • Pastikan untuk tidak mengoleskan produk perawatan kulit yang mengandung alkohol atau astringent ke area kulit yang diobati dengan Clindion. Hal tersebut bisa memicu terjadinya iritasi. 
  • Segera hubungi dokter ketika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Clindion.

Dosis dan Aturan Pakai Clindion

Dosis Clindion dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada kondisi kulit dan respons terhadap pengobatan. Untuk mengatasi jerawat, Clindion umumnya dioleskan secara merata pada area berjerawat 1–2 kali sehari atau sesuai anjuran dokter.

Cara Menggunakan Clindion dengan Benar

Penggunaan Clindion perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar hasil pengobatan optimal dan risiko efek samping dapat diminimalkan. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan Clindion secara benar dengan mengikuti panduan berikut ini: 

  • Cucilah tangan Anda dan bersihkan area yang ingin diobati sebelum kulit tersebut dioleskan dengan Clindion.
  • Oleskan krim Clindion secara tipis ke area kulit yang berjerawat.
  • Pastikan untuk tidak mengenai area mata, hidung, dan mulut. Jika tidak sengaja terkena, segera bilas dengan air bersih.
  • Biasakan untuk mencuci tangan kembali setiap usai menggunakan Clindion.
  • Hindari langsung mandi atau berenang setelah Clindion dioleskan ke kulit. Beri jeda minimal 1 jam.
  • Pastikan untuk menggunakan obat ini secara rutin sesuai arahan dokter. Agar tidak lupa, pasang alarm sebagai pengingat. 
  • Jika Anda lupa mengoleskan Clindion sesuai jadwal, segera oleskan begitu teringat. Namun, bila jadwal dosis berikutnya sudah dekat, abaikan jadwal yang terlewat dan jangan mengoleskan obat ini lebih banyak pada pemakaian selanjutnya.
  • Simpan Clindion di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan gunakan obat yang belum habis apabila sudah dibuka lebih dari 1 bulan.

Hasil pemakaian Clindion dalam mengobati jerawat umumnya akan terlihat setelah pemaikan rutin selama 6–8 minggu. Oleh karena itu, jangan menghentikan pengobatan kurang dari waktu tersebut atau sesuai arahan dokter. 

Interaksi Clindion dengan Obat Lain

Berikut adalah beberapa efek interaksi obat yang dapat muncul ketika Clindion digunakan bersama dengan obat tertentu, terutama yang juga dioleskan ke kulit:

  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari vecuronium, atracurium, atau rocuronium
  • Penurunan efektivitas Clindion, saat dipakai bersama dengan antibiotik erythromycin

Efek interaksi obat Clindion dapat dicegah dengan memakai obat ini secara hati-hati. Jadi, jika Anda berencana untuk menggunakan Clindion bersama dengan ada obat lain atau produk perawatan kulit tertentu, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. 

Efek Samping dan Bahaya Clindion

Penggunaan obat yang mengandung clindamycin phosphate mungkin untuk memicu terjadinya efek samping, seperti: 

  • Iritasi kulit ringan
  • Kulit gatal atau sensasi seperti terbakar
  • Kemerahan
  • Kulit kering atau berminyak

Hubungi dokter lewat Chat Bersama Dokter jika efek samping tersebut tidak membaik atau makin parah. Segera kunjungi dokter apabila muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, misalnya: