Congenital ptosis adalah kondisi ketika kelopak mata atas bayi atau anak tampak turun sejak lahir atau dalam beberapa bulan pertama kehidupan. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga berisiko mengganggu penglihatan jika tidak ditangani dengan tepat.
Kelopak mata yang tampak turun pada anak sering membuat orang tua khawatir akan kesehatan mata Si Kecil. Congenital ptosis merupakan salah satu penyebab paling umum kelopak mata turun sejak lahir. Namun, kondisi ini berbeda dari penurunan kelopak mata akibat cedera atau kelainan lain pada otot pengangkat kelopak mata.

Congenital ptosis bisa terjadi pada satu atau kedua mata, dengan derajat keparahan bervariasi. Pada beberapa anak, ptosis sangat ringan hingga hampir tidak tampak, sedangkan pada kasus lain, kelopak mata bisa menutupi sebagian besar atau seluruh pupil sehingga menghalangi penglihatan.
Ciri-Ciri dan Gejala Congenital Ptosis pada Anak
Berikut adalah tanda dan gejala congenital ptosis yang perlu diperhatikan oleh orang tua:
- Kelopak mata atas tampak lebih turun dibandingkan mata sebelahnya, terlihat sejak lahir atau pada bulan-bulan awal kehidupan
- Posisi alis sering kali tampak lebih tinggi sebagai upaya kompensasi agar penglihatan tetap optimal
- Anak tampak sering menengadahkan kepala atau mengangkat dagu untuk melihat dengan jelas
- Mata mudah lelah, terutama saat membaca atau melihat sesuatu dalam waktu lama
- Pada kasus berat, pupil dapat tertutup sebagian atau seluruhnya sehingga membatasi pandangan.
- Tanda ambliopia (mata malas), seperti satu mata tampak jarang digunakan atau respons visual pada satu mata berkurang.
- Risiko terjadinya strabismus (juling) meningkat akibat ketidakseimbangan otot dan gangguan visual.
Penyebab dan Faktor Risiko Congenital Ptosis
Congenital ptosis umumnya disebabkan oleh gangguan pada otot atau saraf yang mengatur gerakan kelopak mata atas. Agar lebih jelas, berikut adalah beberapa penyebab dan faktor risiko utama congenital ptosis yang perlu Anda ketahui:
1. Kegagalan perkembangan otot levator
Kegagalan perkembangan otot levator palpebrae superioris sejak bayi dalam kandungan adalah penyebab paling sering congenital ptosis. Otot ini berfungsi mengangkat kelopak mata atas. Jika perkembangan otot ini terganggu, kelopak mata akan sulit terbuka normal sejak lahir.
2. Faktor keturunan atau riwayat keluarga
Beberapa kasus congenital ptosis berkaitan dengan faktor keturunan. Jika ada anggota keluarga, seperti orang tua atau saudara kandung, yang mengalami ptosis sejak kecil, kemungkinan risiko ini juga muncul pada anak.
3. Cedera atau trauma saat lahir
Walaupun jarang, proses persalinan yang sulit dapat menyebabkan cedera pada area otot atau saraf pengangkat kelopak mata. Akibatnya, fungsi otot bisa terganggu dan menyebabkan kelopak mata turun.
4. Kelainan saraf atau sindrom tertentu
Beberapa kelainan saraf bawaan atau sindrom genetik juga dapat menjadi penyebab congenital ptosis. Contohnya, sindrom Horner kongenital (kelainan pada saraf yang mengatur mata) atau sindrom Marcus Gunn (gerakan abnormal kelopak mata bersamaan dengan gerakan mulut).
Penanganan Congenital Ptosis pada Anak
Penanganan congenital ptosis bertujuan untuk menjaga fungsi penglihatan dan memperbaiki penampilan anak. Berikut beberapa metode yang dapat dilakukan dokter:
- Observasi secara rutin pada kasus ringan tanpa gangguan penglihatan atau kelainan pada mata.
- Penggunaan kacamata khusus dan penutup mata (patching) untuk mencegah terjadinya ambliopia jika ditemukan gangguan visual.
- Tindakan operasi korektif otot kelopak mata, terutama jika ptosis cukup berat hingga menutupi pupil atau berisiko menyebabkan ambliopia.
- Prosedur operasi terdiri dari pembedahan otot levator atau penggunaan sling (penghubung kelopak mata dengan otot dahi) agar kelopak mata dapat terbuka lebih baik.
- Penanganan tambahan dilakukan jika ditemukan kondisi lain, seperti strabismus atau gangguan mata lain.
Orang tua sebaiknya memperhatikan perkembangan visual Si Kecil dan segera berkonsultasi ke dokter jika terdapat kecurigaan kelopak mata turun atau congenital ptosis.
Konsultasi bisa dilakukan melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran penanganan awal. Bila perlu, Anda juga bisa memanfaatkan fitur Buat Janji Dokter untuk memeriksakan Si Kecil ke rumah sakit.
Penanganan sejak dini dapat mencegah anak mengalami hambatan belajar, keterlambatan perkembangan visual, hingga gangguan kepercayaan diri akibat bentuk kelopak mata.