Diseksi Aorta Perlu Diwaspadai, Kenali Gejala dan Faktor Penyebabnya

Diseksi aorta adalah kondisi serius berupa robeknya lapisan dalam pembuluh darah aorta. Darah kemudian mengalir melalui robekan tersebut sehingga menyebabkan lapisan dalam dan tengah aorta mengalami pemisahan (diseksi). Kondisi ini wajib diwaspadai, terutama oleh para lanjut usia (lansia) yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Diseksi aorta yang tidak ditangani dengan tepat, bisa memicu sejumlah komplikasi yang berbahaya, antara lain perdarahan hebat, stroke, kerusakan katup aorta, kerusakan organ lain seperti usus dan ginjal, bahkan bisa berujung pada kematian.

diseksi aorta

Mengenali Gejala dan Faktor Penyebab

Aorta adalah pembuluh darah arteri besar utama yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Jika terjadi perdarahan dari lapisan dalam aorta, darah dapat mengalir di sela-sela dinding pembuluh darah dan menyebabkan terpisahnya lapisan pembuluh darah aorta. Bila perdarahan terjadi secara terus menerus, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan pada aorta dan juga penurunan suplai darah ke organ-organ tubuh (iskemia).

Gejala diseksi aorta sering sulit dikenali karena mirip dengan gangguan jantung yang lain. Gejala-gejala itu antara lain dada terasa sakit secara tiba-tiba, sesak napas, berkeringat dingin, hingga hilang kesadaran. Selain itu, Anda juga mungkin akan mengalami rasa gelisah atau linglung, kelemahan hingga tidak mampu menggerakkan anggota tubuh, kesulitan bicara, denyut nadi yang lebih lemah pada satu sisi tangan.

Penyebab utama terjadinya diseksi aorta hingga kini belum diketahui secara pasti. Hipertensi diduga menjadi salah satu faktor risiko terjadinya diseksi aorta, terutama jika hipertensi ini dialami oleh orang-orang berusia antara 60-70 tahun.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan diseksi aorta terjadi pada usia di bawah 60 tahun, yaitu pada orang-orang berusia 40-an tahun, terutama jika pernah didiagnosis mengalami aterosklerosis atau penyempitan dan penebalan dinding pembuluh darah arteri.

Selain karena hipertensi dan pengaruh usia, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko diseksi aorta, antara lain penyempitan pembuluh darah aorta, sering merokok, penyalahgunaan obat terlarang atau mengalami cedera di bagian dada.

Di samping itu, beberapa faktor risiko diseksi aorta yaitu pengaruh sindrom Marfan, riwayat operasi yang dilakukan di sekitar jantung, kolesterol tinggi, peradangan pada pembuluh darah arteri, diabetes, serta sindrom Turner.

Upaya Menghindari Diseksi Aorta

Diseksi aorta merupakan kondisi yang berbahaya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko diseksi aorta, yaitu:

  • Berhenti merokok
    Asap rokok bisa memicu terjadinya sejumlah penyakit kardiovaskular, termasuk diseksi aorta.
  • Mengontrol tekanan darah
    Jika Anda didiagnosis mengalami hipertensi, pastikan Anda rutin memantau tekanan darah.
  • Menggunakan sabuk pengaman saat berkendara
    Menggunakan sabuk pengaman bisa mencegah benturan atau trauma di dada jika terjadi kecelakaan.
  • Menjaga berat badan ideal
    Mengonsumsi banyak buah, sayuran, gandum, serta olahraga secara rutin, bisa membuat berat badan Anda ideal.
  • Berkonsultasi dengan dokter
    Jika ada salah satu anggota keluarga yang memiliki riwayat diseksi aorta, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter agar terhindar dari diseksi aorta.

Meski risiko diseksi aorta lebih tinggi pada lansia, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada usia yang lebih muda. Jika terjadi gejala diseksi aorta, segera konsultasi ke dokter.

Referensi