Duviral adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi HIV pada orang dewasa dan anak-anak. Obat ini mengandung kombinasi lamivudine dan zidovudine. Duviral tersedia dalam bentuk tablet dan hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

Tiap tablet Duviral mengandung 150 mg lamivudine dan 300 mg zidovudine. Kombinasi dua jenis antivirus tersebut bekerja dengan cara menghambat perkembangan HIV di dalam tubuh sehingga jumlah virus ini dapat berkurang. Dengan begitu, perburukan penyakit HIV dapat diperlambat.

Duviral

Perlu diketahui bahwa Duviral tidak dapat menyembuhkan HIV sepenuhnya. Namun, obat ini bermanfaat untuk membantu menjaga kualitas hidup penderita dan mencegah terjadinya komplikasi. 

Apa Itu Duviral

Bahan aktif Lamivudine dan zidovudine
Golongan Obat resep
Kategori Antivirus dan antiretroviral
Manfaat Memperlambat perkembangan HIV
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Duviral untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Duviral untuk ibu menyusui Jangan menggunakan Duviral tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Bentuk obat Kaplet 

Peringatan sebelum Menggunakan Duviral

Duviral tidak boleh digunakan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan obat ini, yaitu:

  • Sampaikan kepada dokter mengenai riwayat alergi yang dimiliki. Individu yang alergi terhadap lamivudine dan zidovudine tidak boleh mengonsumsi Duviral.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami penyakit liver, hepatitis B, penyakit ginjal, gangguan pada pankreas, atau hepatitis C.
  • Diskusikan ke dokter terkait risiko terjadinya asidosis laktat, yaitu penumpukan asam laktat di dalam tubuh. Konsumsi Duviral berisiko menyebabkan kondisi tersebut, terutama pada wanita, penderita kondisi medis lain, atau orang yang minum obat HIV dalam jangka panjang.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi suplemen, produk herbal, atau obat tertentu, termasuk ribavirin. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi antar obat.
  • Bicarakan dengan dokter bahwa Anda sedang menggunakan Duviral jika direncanakan untuk menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, mungkin hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah mengonsumsi Duviral.

Dosis dan Aturan Pakai Duviral

Duviral hanya diberikan berdasarkan anjuran dokter. Berikut adalah dosis Duviral untuk mengobati infeksi HIV berdasarkan usia pasien:

  • Dewasa: 1 tablet, 2 kali sehari
  • Anak dengan BB 14–21 kg: ½ tablet, 2 kali sehari
  • Anak dengan BB 22–30 kg: ½ tablet pada pagi hari, 1 tablet pada malam hari, atau ½ tablet, 3 kali sehari
  • Anak dengan BB >30 kg: 1 tablet, 2 kali sehari

Cara Menggunakan Duviral dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk pada kemasan obat sebelum minum Duviral. Jangan mengurangi atau menambah dosis yang dikonsumsi.

Agar pengobatan berjalan optimal, ikuti cara menggunakan Duviral berikut:

  • Konsumsilah Duviral sebelum atau sesudah makan. Telan tablet secara utuh dengan bantuan air putih.
  • Jika Anda lupa mengonsumsi Duviral, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Jangan berhenti menggunakan Duviral tanpa seizin dokter. Menghentikan pengobatan terlalu cepat dapat menyebabkan infeksi tidak terkontrol dengan baik.
  • Lakukan kontrol secara rutin sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh dokter. Anda mungkin perlu menjalani pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk tes viral load HIV, tes fungsi hati, atau pemeriksaan jumlah virus hepatitis B.
  • Simpan Duviral di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Duviral dengan Obat Lain

Efek interaksi antarobat yang dapat terjadi jika Duviral digunakan bersama obat lain meliputi:

  • Peningkatan risiko terjadinya kelainan darah (anemia, trombositopenia, atau leukopenia) jika digunakan bersama ganciclovir atau vinblastin
  • Peningkatan risiko terjadinya anemia bila digunakan bersama ribavirin pada pasien yang menderita hepatitis C
  • Penurunan efektivitas Duviral apabila digunakan bersama rifampicin

Guna mencegah interaksi di atas, selalu konsultasikan ke dokter bila hendak menggunakan Duviral bersama obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.

Efek Samping dan Bahaya Duviral

Penggunaan Duviral mungkin dapat menimbulkan sejumlah efek samping antara lain:

  • Mual muntah
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Tubuh mudah lelah
  • Keluhan pilek, seperti hidung tersumbat, bersin, nyeri sinus, atau batuk
  • Lengan, kaki, wajah, dan bokong terlihat lebih kecil karena kehilangan lemak

Lakukan konsultasi lewat Chat Bersama Dokter jika efek samping di atas tidak kunjung reda atau memburuk. 

Penggunaan Duviral juga dapat menyebabkan reaksi alergi obat atau efek samping serius berikut:

  • Gangguan hati, yang ditandai dengan nyeri perut bagian kanan atas, hilang nafsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna pucat seperti tanah liat, atau penyakit kuning
  • Gejala anemia, seperti kulit pucat, mudah lelah, pusing, sesak napas, serta tangan dan kaki terasa dingin
  • Jumlah sel darah putih rendah, dengan keluhan demam, sariawan, luka pada kulit, sakit tenggorokan, batuk, atau sesak napas
  • Keluhan pankreatitis, yang meliputi nyeri hebat pada perut bagian atas yang menjalar ke punggung, mual, dan muntah
  • Tanda-tanda infeksi baru, seperti demam, berkeringat pada malam hari, pembengkakan kelenjar getah bening, herpes di mulut, batuk, mengi, diare, atau berat badan turun
  • Kesulitan berbicara atau menelan, gangguan keseimbangan atau gerakan mata, tubuh lemah, atau kesemutan
  • Pembengkakan pada leher atau tenggorokan (pembesaran kelenjar tiroid), perubahan siklus menstruasi, atau impotensi

Jika terjadi gejala-gejala di atas segera temui dokter atau ke IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan yang tepat.