Efek samping captopril bisa berupa keluhan ringan hingga reaksi serius yang memengaruhi kesehatan, sehingga penting untuk dikenali sejak awal. Meski bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung, penggunaannya tetap harus diawasi dengan baik agar lebih aman.
Captopril adalah obat antihipertensi yang membantu menurunkan tekanan darah dengan melebarkan pembuluh darah dan melindungi fungsi jantung. Namun, efek samping captopril tetap bisa terjadi pada sebagian pengguna, mulai dari keluhan ringan hingga kondisi yang lebih serius.

Dengan mengenali gejala sejak dini, Anda dapat menentukan apakah cukup melakukan pemantauan mandiri atau perlu segera mencari pertolongan medis. Pemahaman ini penting untuk menjaga keamanan sekaligus memastikan manfaat captopril tetap optimal bagi kesehatan.
Efek Samping Captopril yang Umum Terjadi
Efek samping captopril biasanya bersifat ringan dan dapat hilang dengan sendirinya seiring tubuh menyesuaikan diri terhadap obat. Berikut ini beberapa efek samping yang umum terjadi:
- Pusing, terutama saat berdiri terlalu cepat dari posisi duduk atau tidur.
- Batuk kering yang menetap dan biasanya tanpa dahak.
- Perasaan lelah atau lemas tanpa sebab jelas.
- Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, atau diare.
- Sakit kepala atau sensasi ringan di kepala.
- Perubahan rasa pada mulut, seperti rasa logam.
- Ruam pada kulit atau gatal ringan.
Selain keluhan ringan, captopril juga dapat menimbulkan efek samping serius. Jika Anda mengalami salah satu dari gejala di bawah ini, segera konsultasikan ke dokter:
- Reaksi alergi berat, seperti pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, serta sesak napas.
- Penurunan jumlah urine atau urine berwarna gelap.
- Detak jantung cepat, tidak teratur, atau terasa berdebar secara tidak biasa.
- Pusing berat sampai hampir pingsan.
- Memar atau perdarahan yang muncul tanpa sebab jelas.
- Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau tangan.
- Gejala penyakit kuning, seperti kulit dan mata menguning.
Tidak semua pengguna captopril akan mengalami efek samping di atas, tetapi penting untuk selalu waspada. Selain efek samping captopril yang telah dijelaskan, interaksi dengan obat lain juga harus diperhatikan karena dapat menurunkan efektivitas atau justru meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
Misalnya, penggunaan captopril bersamaan dengan obat diuretik, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen, suplemen kalium, atau obat diabetes tertentu dapat memengaruhi keamanan dan cara kerja obat ini.
Oleh karena itu, penting untuk memberi tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi obat, gangguan kesehatan tertentu, maupun sedang mengonsumsi obat lain sebelum menggunakan captopril sebagai pengobatan.
Cara Mengatasi atau Mencegah Efek Samping Captopril
Untuk mengatasi atau menghindari efek samping captopril, Anda perlu perhatikan beberapa hal berikut ini:
- Minum captopril sesuai anjuran dokter dan aturan pakai di kemasan.
- Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
- Segera informasikan pada dokter jika mengalami reaksi alergi atau efek samping berat.
- Lakukan pemeriksaan rutin sesuai jadwal dokter untuk memantau kondisi kesehatan.
- Simpan obat di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari jangkauan anak-anak.
Selalu pantau reaksi tubuh setelah mengonsumsi captopril, terutama di awal penggunaan atau saat dosis baru dimulai. Jika muncul efek samping ringan, tetap tenang dan lanjutkan pemantauan. Namun, jika keluhan makin parah atau tidak membaik, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter.
Konsultasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER mendapatkan saran dan penanganan yang tepat sesuai kondisi.
Namun, jika timbul efek samping berat, segera pergi ke dokter atau IGD rumah sakit terdekat guna menghindari komplikasi serius.