Kini semakin banyak informasi yang diperoleh Bunda yang sedang menyusui. Sayangnya, tidak semua informasi tersebut benar. Tidak sedikit hal seputar menyusui yang Bunda khawatirkan itu sebenarnya cuma mitos. Yuk, ketahui informasi apa saja yang tidak lebih dari mitos dan tidak perlu dipercayai.

Informasi dapat diperoleh dari berbagai tempat dan orang di sekitar Bunda. Termasuk saat kerabat dan teman berkunjung dan memberikan informasi seputar menyusui. Kadang ada yang menenangkan, tapi banyak juga yang justru membuat Bunda bingung dan khawatir.

Fakta Di Balik 10 Mitos Menyusui yang Penting Bunda Ketahui - Alodokter

Tenang, Bun, tidak semua hal perlu ditelan bulat-bulat. Telaah dan pilah kembali berbagai informasi tentang menyusui yang Bunda terima. Jangan-jangan, hal itu hanya sekadar mitos.

Mitos Seputar Menyusui yang Tidak Benar

Agar bisa menyusui dengan nyaman, penting untuk terus mencari informasi yang tepat. Nah, daripada bingung, yuk simak hal-hal yang sering Bunda dengar, berikut dengan faktanya:

  • Bunda yang baru melahirkan tidak bisa memproduksi ASI yang cukup

Faktanya wajar kok, jika sebagai ibu baru sulit memproduksi air susu ibu (ASI) hingga 3-5 hari setelah melahirkan. Produksi ASI akan diawali dengan keluarnya kolostrum, yaitu cairan pekat dengan kandungan yang penting bagi bayi baru lahir. Selain itu, pada masa awal kelahiran, bayi memang hanya butuh tidak lebih dari 2 sendok teh ASI setiap kali minum kok, Bun.

  • Menyusui itu terasa menyakitkan.

Pada beberapa minggu pertama, puting payudara memang masih terasa keras dan sangat sensitif sehingga menyusui dapat terasa sakit. Tetapi, jika posisi menyusui dan mulut bayi melekat dengan tepat, maka tidak akan terasa sakit lagi. Jika Bunda kesulitan, jangan segan meminta bantuan pada perawat pro-ASI, konselor ASI, ataupun teman yang sudah lebih dulu menyusui, ya.

  • Anak yang diberi ASI lebih montok dan cerdas

Satu hal yang pasti, ASI kaya akan nutrisi dan mengandung antibodi yang mampu melindungi Si Kecil dari infeksi. Tetapi menurut penelitian, tidak ada yang menunjukkan bahwa anak yang mendapat ASI pasti punya berat badan lebih atau lebih cerdas daripada yang tidak. Yang penting kebutuhan nutrisi Si Kecil tetap terpenuhi dengan baik. Jadi normal kok, jika anak ASI tidak terlalu montok, bahkan cenderung lebih kurus daripada anak yang diberikan susu formula.

  • Payudara perlu istirahat agar ASI terisi kembali

Semakin sering menyusui atau memompa ASI, payudara akan makin banyak memproduksi ASI. Mengistirahatkan payudara justru akan membuat pasokan ASI berkurang. Agar produksi ASI berjalan lancar, rajinlah memberikan ASI bagi Si Kecil. Bila sedang tidak bersama Si Kecil dan payudara terasa penuh, Bunda juga bisa memerah dan menyimpan ASI sebagai cadangan.

  • Hindari memberikan ASI perah (ASIP) lewat botol karena dapat membuat anak bingung puting

Tidak perlu khawatir jika Bunda tidak selalu bisa memberikan ASI secara langsung, sehingga bayi minum ASIP dari botol. Bunda bisa memperkenalkan botol pada bayi di usia 2-6 minggu secara bergantian. Sehari disusui langsung, dan sehari dengan botol. Ia akan belajar menyusu dari botol tanpa kehilangan kemampuan menyusu dari payudara. Jangan lupa untuk tetap menggendong dan memeluk bayi meski ASIP diberikan dengan botol ya, Bun.

  • Payudara kecil tidak menghasilkan ASI yang cukup

Umumnya ukuran payudara akan berubah saat hamil. Tetapi kalaupun tidak berubah secara signifikan, sebenarnya ukuran payudara tidak berhubungan dengan banyak tidaknya ASI yang dihasilkan lho. Wanita dengan payudara berukuran besar juga bisa mengalami kesulitan saat menyusui. Jadi, berapapun ukuran payudara Bunda, tetap upayakan untuk meningkatkan persediaan ASI bagi Si Kecil.

  • Minum susu formula membuat bayi tidur lebih nyenyak

Bayi yang mengonsumsi susu formula mungkin cenderung tidur lebih lama, tapi bukan berarti lebih nyenyak. Ini karena susu formula lebih sulit dan lebih lama dicerna dibanding ASI. Tapi jangan khawatir, rata-rata setelah 4 minggu, bayi yang baru lahir bisa tidur sama lamanya dengan yang minum susu formula.

  • Bunda harus berhenti menyusui jika bayi sedang diare

ASI justru sangat tepat untuk melindungi sistem pencernaan bayi. Pemberian ASI selama Si Kecil diare dapat membantu melawan infeksi, dan mencegah bayi dari dehidrasi. Sebagai tambahan, menyusui membantu menenangkan bayi.

  • Menyusui akan membuat payudara menjadi kendur

Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, sebab dalam masa menyusui, payudara dipenuhi oleh ASI, sehingga jaringan payudara cenderung membesar. Setelah melewati masa menyusui, jaringan payudara yang meregang mungkin tampak mengendur pada sebagian orang.

Akan tetapi, pada dasarnya payudara memang mengalami perubahan bentuk sepanjang hidup. Selain menyusui, faktor genetik, berat badan, aktivitas fisik, usia dan perubahan hormon juga dapat memengaruhi perubahan bentuk payudara.

  • Bunda tidak bisa menyusui jika puting sedang berdarah

Mengalami luka pada puting, terutama di masa awal menyusui, merupakan hal yang normal, kok. Bunda bisa tetap menyusui bahkan jika puting masih berdarah dan terasa sakit. Umumnya, kondisi ini tetap aman untuk bayi. Jika khawatir, Bunda bisa berkonsultasi ke dokter yang akan memberikan salep untuk menyembuhkan puting, yang aman untuk bayi.

Nah, mulai sekarang, Bunda tidak perlu terganggu lagi dengan informasi-informasi yang belum tentu benar. Untuk menjaga ASI tetap lancar, Bunda disarankan mengonsumsi berbagai makanan sehat bernutrisi, istirahat cukup dan tetap relaks. Selamat menyusui dengan nyaman, Bunda.