Kehamilan dapat memicu berbagai keluhan yang tidak menyenangkan bagi para ibu hamil. Pijat ibu hamil dapat dilakukan sebagai salah satu cara meringankan rasa tidak nyaman dan membuat ibu hamil merasa rileks.

Saat seorang wanita mengandung, akan terjadi beberapa tekanan yang dapat dirasakan terutama di area otot perut, leher, punggung, dan bahu. Tak hanya itu,  berat badan yang semakin bertambah, membuat banyak ibu hamil mengeluhkan rasa sakit di bagian punggung bawah dan terjadi perubahan postur karena posisi panggul semakin maju ke depan.

Fakta Tentang Manfaat Pijat Ibu Hamil - Alodokter

Berdasarkan Bukti Ilmiah

Secara umum, penelitian menunjukkan manfaat pijat untuk orang pada umumnya, antara lain meredakan rasa sakit dan kemungkinan meningkatkan kinerja sistem kekebalan tubuh. Penelitian lain menemukan adanya kemungkinan pijat bermanfaat mengurangi nyeri punggung, sakit kepala, mengurangi stres, dan membantu relaksasi.

Sementara itu, penelitian yang ditujukan khusus untuk mengetahui manfaat pijat ibu hamil masih sangat terbatas. Meski demikian, sebuah studi menyebutkan bahwa pijat ibu hamil kemungkinan memiliki beragam manfaat positif termasuk menurunkan ketegangan dan tingkat hormon stres, meringankan nyeri punggung dan kaki, memperbaiki mood sekaligus meningkatkan rasa bahagia, serta membuat tidur lebih nyenyak.

Hanya saja, ketika ingin melakukan pijat ibu hamil sebaiknya memperhatikan usia kehamilan terlebih dahulu. Untuk ibu hamil yang masih mengalami mual dan muntah, sebaiknya menghindari dulu perawatan ini.

Disarankan pijat ibu hamil dimulai setelah usia kehamilan 12 minggu atau memasuki trimester kedua. Lalu, hindari kembali pijat ibu hamil saat usia kehamilan sudah semakin mendekati waktu persalinan, yaitu 32 minggu ke atas.

Teknik Memijat yang Sesuai

Umumnya pijat ibu hamil akan berlangsung kurang lebih selama satu jam. Sebagian spa atau tempat pijat khusus ibu hamil memiliki kursi atau tempat tidur khusus. Sebab, pijat ibu hamil biasanya akan dilakukan dalam berbagai posisi, seperti duduk, setengah berbaring, atau berbaring ke samping.

Pemijat ibu hamil biasanya sudah dilatih untuk memahami bagian tubuh mana yang seringkali terasa tidak nyaman. Meski demikian, jika ibu hamil merasa tidak nyaman atau merasa bagian tubuh tertentu perlu pijatan ekstra, dianjurkan untuk langsung memberitahu pemijat.

Terdapat beragam jenis tipe pijat ibu hamil, seperti pijat tradisional yang menekan dalam hingga ke otot, atau pijat Swedia dengan tekanan yang cukup panjang ke arah otot dan sendi yang aktif. Selain itu, teknik pijat hamil yang juga umum ditemukan adalah Shiatsu, dengan penekanan dan pijatan pada titik akupresur untuk menstimulasi energi alami.

Berbagai teknik ini dimaksudkan untuk memperbaiki kondisi tubuh ibu hamil, seperti mencegah sumbatan darah di bagian kaki karena peningkatan aliran darah yang dialami ibu hamil. Sebagian pemijat, hanya akan menyentuh bagian perut dengan sangat ringan atau tidak sama sekali.

Meski tergolong aman, ada beberapa hal yang perlu diingat saat pijat ibu hamil:

  • Ibu hamil perlu segera memberitahu pemijat jika merasa nyeri atau tidak nyaman. Bantal ekstra kemungkinan dapat membantu posisi ibu hamil agar lebih nyaman.
  • Perhatikan minyak esensial atau aromaterapi yang digunakan selama pemijatan. Pilih sesuai selera dan tanyakan ulang mengenai keamanan minyak esensial yang digunakan.
  • Sedapat mungkin hindari perawatan yang memanfaatkan panas, seperti sauna, kolam air panas, atau mandi uap. Jika tetap ingin, pastikan suhu air atau ruangan tidak lebih dari 32 derajat Celcius untuk menghindari pemanasan berlebihan.

Perhatikan usia kehamilan sebelum melakukan pijat ibu hamil. Kemudian, pilih lokasi dan pemijat yang kompeten dan berpengalaman. Jika memiliki kondisi medis khusus saat hamil, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan.