Fatigue adalah kondisi ketika seseorang merasa lelah, kurang bertenaga, atau kehabisan energi sehingga sulit melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat berlangsung sementara atau kronis, dan tidak selalu membaik meski sudah beristirahat. Fatigue bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan fisik maupun mental yang perlu diwaspadai.

Fatigue dapat disebabkan oleh berbagai faktor dan tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap orang. Kondisi ini bisa berupa kelelahan ringan akibat aktivitas yang padat, tetapi juga dapat menjadi tanda awal berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi, gangguan hormon, atau penyakit kronis.

Fatigue

Selain itu, fatigue juga kerap disalahartikan dengan rasa kantuk biasa atau kurang tidur. Padahal, fatigue memiliki spektrum yang lebih luas dan bisa menimbulkan dampak signifikan pada kualitas hidup, konsentrasi, hingga emosi seseorang. Memahami penyebab dan gejala fatigue penting agar Anda bisa mengenali kapan harus mencari pertolongan medis.

Penyebab Fatigue

Fatigue dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi medis tertentu. Beberapa penyebab yang sering terkait dengan fatigue meliputi:

  • Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk
  • Stres berkepanjangan serta gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi
  • Anemia, terutama akibat kekurangan zat besi
  • Infeksi, seperti flu, COVID-19, hepatitis, atau infeksi saluran kemih
  • Gangguan tiroid, baik hipotiroidisme maupun hipertiroidisme
  • Penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis
  • Penyakit kronis, seperti gagal jantung, diabetes, penyakit ginjal, penyakit paru kronis, atau kanker
  • Kekurangan nutrisi, seperti vitamin B12, folat, atau zat besi
  • Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya antihistamin, obat penenang, atau obat tekanan darah
  • Gaya hidup yang kurang sehat, misalnya jarang berolahraga, mengonsumsi alkohol berlebihan, atau merokok

Gejala Fatigue

Selain rasa lelah yang berlebihan dan tidak membaik setelah beristirahat, fatigue dapat disertai gejala berikut:

  • Tubuh terasa lemas atau kurang bertenaga
  • Mudah lelah saat melakukan aktivitas sehari-hari
  • Sulit berkonsentrasi atau berpikir jernih
  • Daya ingat menurun
  • Mengantuk sepanjang hari
  • Motivasi atau semangat beraktivitas berkurang
  • Mudah tersinggung atau mengalami perubahan suasana hati
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Nyeri otot atau tubuh terasa pegal
  • Kelemahan otot
  • Gangguan tidur, seperti sulit tidur atau tidur tidak nyenyak

Jika Anda mengalami fatigue yang tidak membaik meski sudah cukup beristirahat atau disertai keluhan lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Deteksi dan penanganan dini dapat membantu mengatasi penyebab yang mendasarinya. Anda juga dapat menggunakan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan informasi dan saran medis yang sesuai dengan kondisi Anda.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami kondisi berikut:

  • Tidak membaik meski sudah cukup beristirahat atau tidur yang cukup
  • Berlangsung terus-menerus atau sering kambuh selama lebih dari 2 minggu
  • Disertai gejala lain, seperti penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, demam, nyeri dada, sesak napas, atau jantung berdebar
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan, atau kegiatan belajar
  • Muncul secara tiba-tiba dan terasa berat

Anda bisa menggunakan layanan booking dokter online di Alodokter untuk membuat janji dengan dokter tanpa perlu antre lama di rumah sakit. Namun, Anda perlu segera cari pertolongan medis jika fatigue disertai gejala serius, seperti pingsan, kejang, sesak napas berat, nyeri dada hebat, atau penurunan kesadaran.

Diagnosis Fatigue

Untuk mengetahui penyebab fatigue, dokter akan menanyakan riwayat keluhan, pola tidur, gaya hidup, kondisi kesehatan yang dimiliki, serta obat-obatan yang sedang digunakan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan dapat menyarankan pemeriksaan penunjang sesuai kondisi pasien, seperti:

  • Tes darah lengkap, untuk mendeteksi anemia, infeksi, atau gangguan metabolisme
  • Pemeriksaan fungsi tiroid, untuk mengetahui adanya gangguan pada kelenjar tiroid
  • Tes gula darah puasa dan HbA1c, untuk mendeteksi diabetes
  • Pemeriksaan fungsi hati dan ginjal, untuk menilai kondisi organ-organ tersebut
  • Skrining kesehatan mental, untuk mendeteksi stres, kecemasan, atau depresi

Pengobatan Fatigue

Pengobatan fatigue bertujuan untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya. Oleh karena itu, penanganan yang diberikan dapat berbeda pada setiap orang.

Beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengatasi fatigue meliputi:

  • Memperbaiki pola tidur dan memastikan waktu istirahat yang cukup
  • Mengelola stres melalui relaksasi, meditasi, atau konseling
  • Menerapkan pola makan bergizi seimbang dan mencukupi kebutuhan cairan harian
  • Berolahraga secara teratur sesuai kemampuan
  • Mengurangi konsumsi alkohol dan berhenti merokok
  • Mengonsumsi obat atau menjalani terapi sesuai anjuran dokter untuk mengatasi penyakit yang menjadi penyebab fatigue, seperti anemia, diabetes, gangguan tiroid, atau depresi

Komplikasi Fatigue

Fatigue yang terjadi sesekali umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik dengan istirahat yang cukup. Namun, jika berlangsung dalam jangka panjang atau tidak ditangani dengan baik, fatigue dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti:

  • Penurunan produktivitas dan performa dalam bekerja atau belajar
  • Kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari
  • Gangguan konsentrasi dan daya ingat
  • Peningkatan risiko kecelakaan, misalnya saat berkendara atau mengoperasikan mesin
  • Penurunan kualitas hidup
  • Gangguan kesehatan mental, seperti stres, kecemasan, atau depresi yang semakin memburuk

Selain itu, fatigue yang disebabkan oleh penyakit tertentu dapat menjadi tanda bahwa kondisi yang mendasarinya belum terdiagnosis atau belum tertangani dengan baik.

Pencegahan Fatigue

Fatigue tidak selalu dapat dicegah, terutama jika disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Namun, risiko terjadinya fatigue dapat dikurangi dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti:

  • Tidur yang cukup dan menjaga kualitas tidur
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Minum air putih yang cukup setiap hari
  • Berolahraga secara teratur sesuai kemampuan
  • Mengelola stres dengan baik, misalnya melalui relaksasi, meditasi, atau melakukan hobi yang disukai
  • Membatasi konsumsi alkohol dan menghindari kebiasaan merokok
  • Mengatur waktu kerja dan istirahat secara seimbang
  • Memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala, terutama jika memiliki penyakit kronis