Ferriprox adalah obat yang digunakan untuk mengatasi kelebihan zat besi pada tubuh, terutama pada pasien thalasemia yang sering menerima transfusi darah. Ferriprox tersedia dalam bentuk tablet dan sirop, yang hanya boleh digunakan dengan resep dan di bawah pengawasan dokter.
Ferriprox mengandung deferiprone sebagai bahan aktifnya. Deferiprone bekerja dengan cara mengikat kelebihan zat besi dalam darah, yang kemudian dikeluarkan melalui urine.

Penggunaan Ferriprox sangat penting pada pasien thalasemia atau kelainan darah lain yang mendapat transfusi secara rutin. Hal ini karena penumpukan zat besi di dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan hati, gagal jantung, atau diabetes.
Produk Ferriprox
Ferriprox terdiri dari 3 varian, yaitu:
- Ferriprox 500 mg Tablet Salut Selaput, yang berisi 500 mg deferiprone tiap tabletnya
- Ferriprox 1000 mg Tablet Salut Enterik Lepas Lambat, dengan bahan aktif 1000 mg deferiprone tiap tablet
- Ferriprox 100 mg Sirop, yang mengandung 100 mg deferiprone per ml sirop
Apa Itu Ferriprox
| Bahan aktif | Deferiprone |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Pengikat (kelasi) besi |
| Manfaat | Mengatasi kelebihan zat besi pada penderita thalasemia yang rutin menjalani transfusi darah |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Ferriprox untuk ibu hamil | Kategori X: Studi pada binatang percobaan dan manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas terhadap janin atau adanya risiko terhadap janin. |
| Obat dalam kategori ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil atau wanita yang memiliki kemungkinan untuk hamil. | |
| Ferriprox untuk ibu menyusui | Jangan menggunakan Ferriprox selama menyusui dan sampai 2 minggu setelah mengonsumsi dosis terakhir obat ini. |
| Apabila diperlukan, konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan obat yang lebih aman digunakan selama menyusui. | |
| Bentuk obat | Tablet salut selaput, tablet lepas lambat, dan sirop |
Peringatan sebelum Menggunakan Ferriprox
Sebelum menjalani pengobatan Ferriprox, pastikan Anda memperhatikan hal-hal berikut:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Ferriprox tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap deferiprone.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang memiliki jumlah sel darah putih rendah, seperti neutropenia atau agranulositosis. Ferriprox sebaiknya tidak digunakan bila Anda mengalami kondisi tersebut.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami penyakit infeksi, gangguan elektrolit, penyakit ginjal, penyakit hati, atau memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya akibat HIV.
- Diskusikan dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau obat herbal. Tujuannya adalah untuk mencegah interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. Gunakan alat kontrasepsi yang efektif selama, dan hingga 3–6 bulan setelah menjalani pengobatan dengan Ferriprox.
- Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius selama menggunakan Ferriprox.
Dosis dan Aturan Pakai Ferriprox
Dosis Ferriprox disesuaikan dengan berat badan, kadar zat besi dalam tubuh, dan respon pasien terhadap pengobatan. Dosis umum Ferriprox untuk dewasa berdasarkan sediaannya adalah:
Ferriprox tablet salut selaput dan sirop
- 75 mg/kgBB, 1 kali sehari, yang dikonsumsi dalam 3 dosis terbagi. Dosis bisa ditambah sampai 100 mg/kgBB, 1 kali sehari.
Ferriprox tablet lepas lambat
- 75 mg/kgBB, 1 kali sehari, yang diberikan dalam 2 dosis terbagi. Dosis maksimal 99 mg/kgBB per hari.
Dosis dan Aturan Pakai Ferriprox
Gunakan Ferriprox sesuai anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang terdapat pada kemasan obat. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa izin dokter.
Untuk mendapatkan hasil pengobatan yang optimal, ikutilah cara mengonsumsi Ferriprox berikut ini:
- Ferriprox bisa dikonsumsi sebelum atau setelah makan. Untuk mengurangi rasa mual, Anda dapat mengonsumsinya setelah makan.
- Telan tablet Ferriprox secara utuh dengan air putih tanpa mengunyah atau menghancurkannya terlebih dahulu.
- Apabila diresepkan Ferriprox sirop, gunakan alat takar yang tersedia di kemasan obat atau yang diberikan dokter. Jangan menggunakan alat takar lain atau sendok makan, karena dosis bisa jadi tidak sesuai dengan yang diresepkan.
- Bila lupa mengonsumsi Ferriprox, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, jika waktu konsumsi obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Jika akan mengonsumsi antasida atau suplemen yang mengandung zat besi, aluminium, atau zinc, sebaiknya konsumsi 4 jam sebelum atau setelah mengonsumsi Ferriprox.
- Sebisa mungkin hindari kontak erat dengan penderita penyakit infeksi yang mudah menular, seperti flu. Ferriprox dapat menyebabkan penggunanya lebih mudah terkena infeksi.
- Simpan Ferriprox di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan menggunakan Ferriprox yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Ferriprox dengan Obat Lain
Berikut ini adalah beberapa efek interaksi antarobat yang dapat terjadi apabila Ferriprox digunakan bersamaan dengan obat lain:
- Penurunan efektivitas Ferriprox jika digunakan bersama fenilbuzaton, antasida, atau suplemen maupun produk yang mengandung aluminium, zinc, dan zat besi
- Peningkatan risiko terjadinya infeksi parah bila dikombinasikan dengan obat yang dapat menurunkan sel darah putih, seperti allopurinol, everolimus, azathioprine, clozapine, atau cisplatin
Konsultasikan dengan dokter bila hendak menggunakan Ferriprox dengan obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Ferriprox
Beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah mengonsumsi Ferriprox adalah:
- Mual, muntah, atau sakit perut
- Urine berwarna kecokelatan
- Diare
- Nyeri sendi
- Sakit kepala
Sampaikan ke dokter lewat chat jika efek samping di atas tidak segera mereda atau justru memberat. Penggunaan Ferriprox juga bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi, karena obat ini bisa menyebabkan rendahnya jumlah sel darah putih.
Periksakan ke dokter jika Anda mengalami keluhan yang bisa menandakan terjadinya penyakit infeksi, seperti demam, menggigil, atau sakit tenggorokan yang tidak kunjung mereda.
Selain itu, Anda juga harus segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Pusing yang parah atau rasa melayang
- Ruam atau bercak ungu kemerahan
- Jantung berdebar-debar atau denyut jantung yang cepat
- Pingsan atau kejang