Fungsi otot mata sangat penting untuk menjaga agar mata dapat bergerak dengan leluasa dan penglihatan tetap jelas. Tanpa otot mata yang sehat, Anda bisa mengalami kesulitan saat mengatur fokus, mata terasa lelah, hingga meningkatkan risiko terjadinya gangguan penglihatan.
Mata manusia bisa bergerak ke berbagai arah dan menyesuaikan fokus dengan cepat berkat fungsi otot mata yang bekerja secara otomatis dan terkoordinasi. Setiap hari, otot-otot ini tanpa disadari membantu Anda membaca, menonton, berkendara, hingga bekerja di depan layar.

Namun, jika fungsi otot mata bermasalah, aktivitas harian bisa terganggu. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali bagaimana fungsi otot mata mendukung kesehatan penglihatan Anda dan memahami tanda-tanda jika kerja otot ini tidak optimal.
Fungsi Otot Mata dan Jenisnya
Setiap bola mata memiliki enam otot utama yang bertugas menggerakkan mata ke segala arah, serta dua otot tambahan untuk mengatur fokus dan cahaya. Berikut adalah fungsi dari setiap otot mata tersebut:
1. Otot lurus atas (superior rectus)
Otot ini membantu Anda melihat ke atas, misalnya saat harus menengok papan tulis, melihat atap, atau mengamati burung di langit. Otot superior rectus juga berperan menjaga posisi bola mata tetap stabil ketika Anda menggerakkan kepala.
2. Otot lurus bawah (inferior rectus)
Fungsi utama otot ini adalah mengarahkan bola mata ke bawah. Anda menggunakan otot inferior rectus saat membaca buku yang diletakkan di meja atau melihat langkah kaki saat menuruni tangga.
3. Otot lurus dalam (medial rectus)
Otot ini memungkinkan kedua mata Anda bergerak ke arah dalam, agar fokus pada satu objek, khususnya saat melihat benda yang dekat di depan wajah. Medial rectus membantu kedua mata bekerja sama, sehingga penglihatan menjadi lebih tajam.
4. Otot lurus luar (lateral rectus)
Tugas utama otot ini adalah menggerakkan mata ke arah luar, menjauhi hidung. Anda memanfaatkan otot lateral rectus jika ingin melirik ke samping, misalnya saat mengamati kendaraan dari arah samping tanpa harus memutar kepala.
5. Otot oblik atas (superior oblique)
Otot ini berbeda dari otot lainnya karena membuat bola mata bisa berputar ke bawah dan ke luar secara diagonal. Superior oblique sangat penting saat Anda harus menatap ke arah bawah sekaligus ke samping, seperti saat naik tangga sambil mengawasi sekitar.
6. Otot oblik bawah (inferior oblique)
Otot inferior oblique berfungsi memutar bola mata ke atas dan ke luar. Dengan otot ini Anda bisa menatap ke atas dan ke samping secara bersamaan, misalnya saat duduk di bawah pohon dan melirik ke atas untuk melihat buah atau burung di dahan.
Selain enam otot utama tersebut, terdapat dua otot tambahan yang tak kalah penting:
Otot Siliaris
Otot ini mengatur bentuk lensa mata agar Anda bisa melihat benda dekat maupun jauh dengan jelas. Contohnya, saat berpindah fokus dari layar ponsel ke panorama di luar ruangan, otot siliaris langsung bekerja menyesuaikan ketajaman penglihatan Anda.
Otot Iris
Otot iris bertugas mengatur besar kecilnya pupil, sehingga jumlah cahaya yang masuk ke mata selalu sesuai kebutuhan. Dengan bantuan otot iris, mata tidak silau saat berada di tempat terang, sekaligus tetap mampu melihat di ruangan yang kurang cahaya.
Kerja sama semua otot mata ini memungkinkan Anda menikmati penglihatan yang jelas, nyaman, dan responsif terhadap berbagai situasi.
Gangguan yang Bisa Terjadi pada Fungsi Otot Mata
Gangguan pada fungsi otot mata tidak hanya membuat penglihatan terasa tidak nyaman, tetapi bisa mengurangi kualitas hidup dan membuat aktivitas harian terganggu. Berikut beberapa gangguan yang perlu diwaspadai:
- Strabismus (mata juling), merupakan kondisi ketika keseimbangan otot terganggu sehingga posisi mata tidak sejajar. Akibatnya, penglihatan bisa terganggu, muncul pandangan ganda, atau sering merasa pusing.
- Diplopia (penglihatan ganda), yaitu gerakan otot mata yang tidak sinkron menyebabkan satu objek tampak menjadi dua. Kondisi ini dapat menyulitkan Anda saat membaca, menyetir, atau melakukan aktivitas yang butuh ketelitian.
- Astenopia (mata lelah), yaitu kondisi yang terjadi akibat otot mata harus bekerja terus-menerus, misalnya saat menatap layar gadget atau membaca terlalu lama. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala, seperti mata pegal, berat, hingga kadang berair atau perih.
- Kesulitan fokus, melemahnya otot siliaris membuat Anda sulit berpindah fokus antara objek jauh dan dekat, sehingga penglihatan bisa menjadi kabur pada situasi tertentu.
- Nistagmus, merupakan gerakan bola mata yang tidak terkontrol dan seperti bergetar. Ini bisa membuat penglihatan menjadi goyang dan sulit melihat dengan jelas.
Untuk mencegah terjadi berbagai kondisi yang dapat mengganggu fungsi otot mata, Anda disarankan untuk membatasi penggunaan gadget secara berlebihan, memberi waktu istirahat untuk mata, melakukan latihan sederhana agar otot tetap fleksibel, serta rutin memeriksakan kesehatan mata ke dokter.
Jika Anda masih memiliki pertanyaan terkait fungsi otot mata atau mengalami keluhan pada mata, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi dan saran penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Konsultasi bisa dilakukan secara online melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Bila perlu, manfaatkan juga fitur Buat Janji Dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.