Gejala batu ginjal pada wanita sangat beragam, salah satunya nyeri perut yang sering dikira sebagai tanda menstruasi. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejalanya agar bisa segera mendapatkan penanganan dan tidak memicu komplikasi yang lebih serius, seperti gagal ginjal.

Batu ginjal terbentuk ketika limbah dalam darah menumpuk dan membentuk kristal di dalam ginjal. Batu ginjal terbagi menjadi empat jenis berdasarkan bahan pembentuknya, yaitu kalsium, asam urat, struvit, dan sistin.

8 Gejala Batu Ginjal pada Wanita yang Perlu Diketahui - Alodokter

Ukuran batu ginjal bisa berbeda-beda, sehingga gejala batu ginjal pada wanita juga bisa sangat beragam. Batu ginjal juga kadang tidak terdeteksi hingga akhirnya keluar lewat urine dan menyebabkan penyumbatan pada saluran kemih.

Beragam Gejala Batu Ginjal pada Wanita

Berikut ini adalah beberapa gejala batu ginjal pada wanita yang penting untuk Anda kenali:

1. Nyeri saat buang air kecil

Saat mengalami penyakit batu ginjal, wanita biasanya akan merasakan nyeri saat buang air kecil. Gejala ini bisa muncul karena batu ginjal yang bergerak ke saluran kemih dapat menyebabkan iritasi atau bahkan luka pada dinding saluran tersebut. Akibatnya, muncul rasa perih atau nyeri setiap kali buang air kecil.

2. Nyeri perut, punggung, pinggang, atau pinggul

Munculnya rasa nyeri yang terasa tajam di perut, punggung, pinggang, atau pinggul juga bisa menjadi gejala batu ginjal pada wanita. Keluhan ini terjadi ketika batu bergerak di dalam ureter dan menyumbatnya, sehingga aliran urine dari ginjal ke kandung kemih menjadi terhambat. 

3. Lebih sering buang air kecil

Sering buang air kecil padahal tidak sedang banyak minum? Itu mungkin menjadi tanda bahwa Anda menderita penyakit batu ginjal.

Gejala batu ginjal pada wanita ini bisa terjadi karena ketika batu ginjal bergerak ke bawah saluran kemih, organ tersebut dapat terangsang dan menyebabkan keinginan buang air kecil lebih sering, meskipun volume urine yang keluar hanya sedikit.

4. Urine yang keluar sedikit dan terkadang disertai serpihan seperti pasir

Meski batu ginjal membuat penderitanya sering buang air kecil, tetapi urine yang keluar biasanya hanya sedikit. Hal ini bisa terjadi karena batu ginjal menghambat aliran urine sehingga jumlah urine yang keluar lebih sedikit. Selain itu, urine yang keluar juga biasanya akan disertai dengan keluarnya serpihan kecil yang menyerupai pasir.

5. Urine berwarna keruh

Wanita yang mengalami batu ginjal juga bisa mengalami keluhan berupa berubahnya warna urine menjadi keruh. Kondisi ini disebabkan oleh nanah atau tingginya kadar sel darah putih dalam urine akibat adanya infeksi atau kerusakan jaringan pada saluran kemih.

6. Urine mengandung darah

Selain membuat urine berwarna keruh, batu ginjal juga bisa memicu munculnya darah pada urine (hematuria). Keluhan ini bisa muncul karena ketika batu ginjal bergerak, hal itu dapat melukai jaringan yang dilewatinya dan menyebabkan perdarahan.

7. Mual dan muntah

Saraf pada ginjal dan saluran pencernaan saling terkoneksi. Nah, ketika batu ginjal menekan saraf, hal itu dapat menyebabkan terjadinya mual dan muntah. Selain itu, gejala batu ginjal pada wanita ini juga muncul sebagai respons tubuh terhadap nyeri yang hebat.

8. Demam dan menggigil

Jika batu ginjal menghambat aliran urine dalam waktu lama, bakteri bisa berkembang dan memicu terjadinya infeksi pada saluran kemih. Nah, kondisi ini kemudian dapat menimbulkan terjadinya demam dan menggigil pada wanita.

Batu ginjal pada wanita bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas. Oleh karena itu, kenali faktor penyebabnya agar risiko terkena batu ginjal bisa diminimalkan.

Beberapa kondisi penyebab yang membuat wanita berisiko tinggi terkena batu ginjal, yaitu kurang minum, memiliki riwayat penyakit batu ginjal dalam keluarga, mengalami obesitas, menderita infeksi saluran kemih berulang, dan pernah menjalani operasi di bagian perut.

Itulah informasi seputar gejala batu ginjal pada wanita yang perlu diketahui. Jika Anda berisiko tinggi terkena batu ginjal atau mengalami gejala dari batu ginjal, lakukan pemeriksaan ke dokter agar dapat terdeteksi sedini mungkin sehingga Anda segera mendapatkan penanganan yang tepat.